Aku Selalu Mencintaimu

By: agussyafii

Malam temaram menghadirkan kebahagiaan pada dirinya. Perempuan cantik itu 
nampak gembira, kue ulang tahun dan makan malam telah dipersiapkan sejak tadi. 
Dia bernyanyi dengan penuh kegembiraan, teringat dulu sewaktu awal 
perkenalannya, pemuda itu yang kini telah menjadi suaminya memberikan sekuntum 
bunga pada hari ulang tahunnya yang diberikan ditengah hujan lebat. Dirinya 
tertawa kecil seolah masa indah itu hadir.  Boneka Winnie De Pooh dipeluknya 
erat. Kerinduan menghinggapi dirinya begitu sangat mendalam. Tak lama kemudian 
HPnya berbunyi, SMS dari suami tercinta dibacanya, 'Sayang, maaf aku malam ini 
tidak bisa menemanimu, ada meeting mendadak nih, pulangnya agak malam..Happy B' 
day ya..' Wajahnya berubah memerah, air matanya mengalir begitu deras. Hatinya 
terasa perih bagai disayat-sayat. Sakit itu menusuk sukmanya yang paling dalam. 
Tubuhnya limbung dan ambruk dikursi sofa. 'Kenapa aku tidak lagi dicintainya?' 
ucapnya lirih, tangannya berkali-kali
 mengusap air matanya yang dipipi. Matanya menerawang kosong. Entah apa yang 
ada di dalam pikirannya. Keputusasaan menoreh dihati.

Begitulah manusia modern sesungguhnya orang-orang yang menderita, kata Eric 
Fromm dalam bukunya 'The Art of Loving.' Penderitaan itu akibat kehausan kita 
untuk dicintai oleh orang lain. Kita sering kali berusaha keras melakukan 
apapun agar dapat dicintai. Tidak asing kita dengar ada remaja terjerumus ke 
dalam pergaulan bebas agar dirinya dicintai dan diterima oleh teman sebayanya. 
Para istri berjuang ikut fitness menguruskan badannya agar dicintai suaminya. 
Para selebritis tak segan operasi plastik agar tampil cantik didepan 
penggemarnya. Itulah sebagai upaya agar selalu dicintai orang lain. Semakin 
keras seseorang berupaya untuk dicintai maka semakin sering pula kita gagal dan 
kecewa sebab hal itu sangatlah mustahil membuat diri kita dicintai semua orang. 
Dimuka bumi ini memang selalu ada orang yang mencintai diri kita dan ada orang 
yang membenci kita begitulah hukum kehidupan yang berlaku. Oleh sebab itu 
manusia modern mengalami gangguan psikologis
 karena kegagalan untuk dicintai

Sekarang ini hampir banyak sekali buku yang mengajarkan kita, metode, kiat agar 
kita dicintai oleh pasangan hidup, teman sekantor, atasan namun sesungguhnya 
kecintaan makhluk bersifat sementara. Ketika seorang istri berusaha keras 
mendapatkan cinta suaminya, akhirnya sang istri mendapatkan cinta suami datang 
dan pergi sesukanya. Sang suami tak mencintai istrinya sepanjang masa. Ada 
waktu cinta suaminya berkurang atau hilang sama sekali. Demikian sebaliknya 
suami juga tidak akan mendapatkan cinta istrinya kekal abadi, seperti dalam 
lantunan lagunya Anang yang berjudul 'Separoh Nyawaku Pergi.' Itulah cermin 
bahwa kecintaan manusia takkan ada yang pernah abadi.

Pernah ada ustadz muda yang mengatakan kepada saya, menjadi ustadz itu tak 
ubahnya seperti sopir angkot. Kita harus tunduk dengan kemauan penumpangnya. 
Jika penumpang ingin turun meski ditempat terlarang, sopirnya harus 
menghentikan angkotnya, jika sopirnya tidak mau, angkot tidak bakalan pernah 
dapat penumpang. Menurut Eric Fromm, bila ustadz seperti sopir angkot maka 
termasuk manusia modern yang tertipu. Mereka berusaha keras agar dicintai oleh 
orang lain. Bisa saja mendapatkan cintanya tetapi begitu sedikit demi sedikit 
ditinggalkan oleh umat maka yang ada hanyalah dirundung kekecewaan dan sakit 
hati.

Tidak ada salahnya kita simak kata Eric Fromm bahwa, ' Mungkin sudah saatnya 
kita memberitahukan mereka untuk belajar mencintai.' Eric Fromm menyarankan 
untuk menyembuhkan penyakit ini adalah dengan mencintai. Kebahagiaan hidup kita 
sangatlah ditentukan pada apa yang kita cintai. Mencintai tidaklah bergantung 
apakah dirinya dicintai atau dibenci, apapun yang dilakukan tidak lagi 
didasarkan kepada keinginan untuk dicintai namun dia melakukan apapun karena 
mencintai yang hakiki. Mencintai yang hakiki adalah mencintai Alloh SWT dan 
RasulNya. Untuk kita bisa mencintai Alloh SWT dan RasulNya, kita haruslah 
belajar mencintai kedua orang tua kita, mencintai pasangan hidup kita, 
mencintai anak-anak kita itulah tahapan paling dasar sampai kemudian kita 
mencintai kepada sekeliling kita, lingkungan kita, fakir miskin, anak-anak 
yatim dan orang-orang yang membutuhkan pertolongan.

Di dalam hati  terucap dengan lirih tanpa terasa,  'Aku selalu mencintaimu..Ya 
Alloh, Ya Rasulullah..'

Wassalam,
agussyafii

--
Yuk, sambut tahun baru hijriyah bersama anak-anak Amalia. Dalam program 
kegiatan 'Amalia Cinta Muharram (ACM) pada hari Ahad, 20 Desember 2009 di Rumah 
Amalia. Kirimkan dukungan dan komentar anda di http://agussyafii.blogspot.com 
atau http://www.facebook.com/agussyafii atau sms di 087 8777 12 431













[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke