Nikmatnya Memperbanyak Sujud

Oleh: M. Yusuf Shandy, Lc.

Bersujud di hadapan Allah SWT termasuk ibadah yang paling mulia sekaligus 
sebagai sarana paling baik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena, 
kata Rasulullah Saw, “Saat dimana seorang hamba paling dekat kepada Tuhannya, 
Allah Azza Wajalla, adalah ketika dia bersujud....” (HR. Muslim dari Abu 
Hurairah ra)  

Namun, tahukah Anda bahwa dengan banyak bersujud maka muatan-muatan listrik 
yang ada dalam tubuh kita akan kelaur karena diserap oleh bumi (tanah)?

Abdurrahman Al-Asymawi, seorang ulama terkemuka berkebangsaan Mesir dalam 
bukunya yang berjudul Basysyiru Wa La Tunffiru  mengatakan, setiap hari tubuh 
menyerap cahaya dan tenaga listrik magnetis yang tak sedikit jumlahnya melalui 
perangkat-perangkat listrik yang kita gunakan. Sehingga dengan demikian tubuh 
ini menjadi alat untuk menyerap cahaya listrik magnetis dalam jumlah banyak. 
Artinya, tubuh mengangkut sejumlah tenaga listrik tanpa kita sadari.

Ketika kita mengalami influenza, badan terasa pegal, berat, sesak, malas dan 
lemah, hal ini menandakan bahwa tubuh sedang merasakan sesuatu dari muatan 
magnetis tersebut. Lalu bagaimana jalan keluarnya?

Melalui riset ilmiahnya, seorang peneliti Barat yang non-muslim mengemukakan 
bahwa metode paling jitu untuk “mensucikan” tubuh dari kandungan listrik 
positif (yang berbahaya bagi tubuh) adalah dengan mengarahkan ubun ke 
bumi(tanah) lebih dari sekali. Karena, tanah itu sifatnya negatif maka ia akan 
menarik muatan lsitrik yang positif, yang terdapat dalam tubuh. Hal yang sama 
juga terjadi pada aliran (kabel) listrik dari gedung-gedung yang dialirkan ke 
dalam tanah. Tujuannaya adalah untuk menarik muatan listrik yang ada pada petir 
ke arah tanah.  

Lebih jaun dia menjelaskan metode paling tepat adalah menempelkan ubun-ubun ke 
tanah secara langsung seraya memfokuskan arah pandangan ke arah pusat bumi. 
Karena, dalam keadaan seperti itu, muatan lsitrik yang ada dalam tubuh akan 
terserap oleh bumi sacara lebih kuat dan dalam jumlah yang banyak. Dan yang 
lebih mengagumkan adalah seperti yang kita ketahui bersama bahwa secara ilmiah 
pusat bumi adalah Makkah Al-Mukarramah. Lebih tepatnya lagi adalah Ka’bah, 
sebagaimana yang terdapat dalam kajian-kajian geografis dan disepakati oleh 
mereka yang ahli di bidangnya.

Jika demikian, sujud kepada Allah SWT yang kita lakukan setiap kali 
melaksanakan shalat adalah merupakan sarana yang paling tepat untuk membuang 
muatan-muatan listrik berbahaya tersebut, sekaligus menjadi sarana yang paling 
utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, Sang Maha Pancipta. “....maka, 
perbanyaklah oleh kalian bersujud,” perintah Rasulullah (HR. Muslim dari Abu 
Hurairah).

Manfaat lain dari banyak bersujud adalah ampunan dan derajat yang tinggi di 
Allah SWT. Rasulullah saw bersabda, “Hendaklah kamu memperbanyak sujud. 
Sesungguhnya jika kamu sujud satu kali saja karena Allah, maka Allah akan 
mengangkatmu satu derajat dan menghapuskan satu kesalahanmu.’”(HR. Muslim dari 
Tsauban Abu Abdullah)

Maka, dengan memperbanyak sujud, dua beban tubuh yang berbahaya, yaitu muatan 
listrik dan dosa, akan berkurang sehingga tubuh pun terasa ringan.     
 
Dalam Shahih-nya, Muslim meriwayatakan bahwa Abu Firâs Rabi’ah bin Ka’ab 
Al-Aslamiy–khadim (pelayan) Rasulullah SAW dan termasuk ahlusshuffah-berkata, 
Suatu kali saya bermalam bersama Rasulullah SAW. Saya menyediakan air untuk 
beliau berwudhu dan untuk kepentingan beliau yang lain. Melihat hal tersebut, 
Rasulullah saw bersabda, “Mintalah padaku sesuatu.” Saya menjawab, “Saya mohon 
agar dapat menemanimu di dalam surga.” Maka beliau bertanya, ‘Apakah ada 
permohonan lainnya?” Saya menjawab, “Hanya itu, wahai Rasulullah.” Beliau lalu 
bersabda, “Bantulah aku untuk mewujudkan permintaanmu itu dengan banyak 
bersujud.”

Demikianlah Allah SWT mempersembahkan balasan yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya 
banyak bersujud di hadapan-Nya.*** (M.Yusuf 
Shandy//0813.1344.3456//www.kaunee.com)






[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke