============================================ Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED] ============================================ ----- Forwarded by Johanes Budhiatmono/ANYER/ASC on 05/25/01 10:37 AM ----- FYI, agak terlambat saya FW mudah-mudahan rekans dari POLRI bisa menginfokan kpd rekan sejawat terkait, dan rekans lain lebih waspada salam, bag Teman2 Yang punya koneksi dgn polisi, harap ini diteruskan agar praktek2 haram ini bisa diberantas, karena yang mendapat bad reputation adalah polisi sendiri On Fri, 27 Apr 2001 13:01:36 +0700 Irianto Santoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Rabu malam, pukul 22.05. Halaman Arthaloka Building terasa lengang. Aku keluar gerbang depan, mengemudi bersama Elwin Ardririanto - PT. Invisia-, hendak pulang dengan mengambil U-turn terowongan Dukuh Atas kearah Sudirman-Semanggi. Jalanan lancar, satu-dua mobil melaju dengan kecepatan sedang. Persis sampai di dalam terowongan, lampu merah menyala. Kami berhenti dibelakang satu mobil yang pas dibawah lampu merah. Lampu hijau menyala, perlahan mobil jalan mulai membelok kanan (menuju depan Landmark); saat itulah terlihat 3-4 "polisi" sedang memberhentikan beberapa mobil. Mereka pakai sepatu panjang, celana coklat dan jaket. Belum sempurna belok, satu diantaranya menunjuk dengan kasar kearah kami, sambil menyuruh menepi. Dengan sedikit terintimidasi karena telunjuk jarinya seolah mengatakan "bersalah keterlaluan", sementara tidak tahu apa yang salah, kami pun menepi, diantara dua mobil yang sudah di-stop. Kubuka jendela depan, kulihat sang polisi datang, dan formalitas kuucapkan salam "Selamat malam, Pak!" ... "Kalau lampu merah itu jangan dilanggar" hardik sang "polisi" dengan kasar. "Pak, tadi lampu masih hijau, pak...." jawabku jujur. "Nggak mungkin, dari arah sana hijau ....dst..... pasti lampu udah merah!" debat sang "polisi" .... Begitulah... terjadi perdebatan, keluar sumpah spontan.... SIM dan STNK diminta ... kemudian si "polisi" berjalan kearah belakang mobil (meninggalkan kami di bangku kemudi) Saat itulah Elwin bilang "kayaknya polisi gadungan ..deh ..." Elwin keluar mobil ... Khawatir terjadi sesuatu, akupun segera menyusul ... "Bapak dari kesatuan mana Pak ..." tanya Elwin kepada polisi tinggi- besar yang memegang SIM & STNK tersebut "Selatan ...." pura-pura tak acuh sambil memegang-megang buku resi tilang (?) Temaram lampu jalan membuatku dapat melihat di bawah leher polisi tersebut menyembul kerah kaos, rasanya dia tidak pakai seragam polisi. Keyakinan bahwa dia polisi gadungan membesar, hingga kami makin berani bersikap tegas ... "Selatan mana pak??? .... Atasan Bapak siapa pak?" ....desak Elwin "Emangnya kenapa???" ...dst ...dst ..., hingga kemudian Suara si "polisi" berubah jadi pelan dan dalam .... "Kalau Bapak sopan, kami pun sopan,,, tak ada masalah tak dapat diselesaikan ....", kayaknya bendera putih mulai dikibarkan. Akhirnya kami dibebaskan .... Begitu kembali ke dalam mobil, aku tanya Elwin, bagaimana tahu dia "polisi" gadungan. Katanya, terlihat sepatunya nampak berbeda. Berbeda dengan Elwin, aku tak punya saudara polisi, jadi tak dapat lah membedakan sepatunya ... Sementara aku sendiri lebih percaya bahwa keyakinan itu lebih di-drive oleh feeling. Tapi sesaat kemudian, kami sama-sama sadar bahwa di lokasi tersebut tidak terdapat motor atau kendaraan bak terbuka dinas polisi. Didera penasaran, kami pun tak jadi masuk jalan Sudirman, melainkan berbalik di "putaran" pojokan Landmark. Terlihat beberapa mobil terus diberhentikan oleh para "polisi" itu ... Memang, ... tidak ada motor atau mobil polisi ... Yang ada hanyalah Suzuki Jimny, hijau metalik, B 2893 DW terpakir diam .... Di depan terowongan belok kanan ke arah pasar rumput, sambil terpikir, apakah sebaiknya kami laporkan ??? Tapi, tak punya kami nomor polisi yang "handy". Jadi akhirnya kami hanya memutari Landmark dan kembali masuk Sudirman. Di belakang terlihat, mobil-mobil masih terus diberhentikan ... dan mungkin jadi korban ... Yah, semoga saja mereka memiliki keberanian untuk berlaku tegas ... Tentu bagi yang merasa tidak bersalah .... [Non-text portions of this message have been removed] ================================================= Forum ini bukan forum debat kusir tetapi bertujuan untuk membangun komunikasi massa yang positif dalam upaya mendorong lahirnya Indonesia yang lebih baik, serta untuk menggali berbagai aspirasi, sambil menguji berbagai langkah FID dalam persepsi komunitas yang lebih luas atau kirimkan pula kritik & masukan terhadap kelangsungan FID di masa yang akan datang dan untuk tercapainya Indonesia yang lebih baik. Bila ingin menjadi anggota milis ini kirimkan email ke: [EMAIL PROTECTED] Bila ingin keluar dari keanggotaan milis ini kirimkan email ke: [EMAIL PROTECTED] ================================================= Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
