============================================ Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED] ============================================ > >salam sejahtera dan damai..... > >rgds >danang89 > > > > > Seperti biasa Rudi, kepala cabang di sebuah > > perusahaan swasta > > terkemuka > > Di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. > > Tidak seperti > > biasanya, > > Imron, putra pertamanya yang baru duduk di kelas > > dua SD yang > > membukakan pintu. > > Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama. > > > > "Kok, belum tidur?" sapa Rudi sambil mencium > > anaknya. Biasanya, > > Imron > > memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru > > terjaga ketika ia akan > > berangkat ke > > kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang ayah > > menuju ruang keluarga, > > Imron menjawab, "Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku > > mau tanya berapa > > sih gaji > > Ayah?" "Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta > > uang lagi, ya?" > > > > "Ah, enggak. Pengen tahu aja." > > "Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah > > bekerja sekitar 10 > > jam > > dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan > > rata-rata dihitung 25 > > hari kerja. > > Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?" > > > > Imron berlari mengambil kertas dan pensilnya dari > > meja belajar, > > sementara > > ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. > > Ketika Rudi beranjak > > menuju kamar untuk berganti pakaian, Imron berlari > > mengikutinya. > > > > "Kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000,- untuk 10 > > jam, berarti > > satu jam > > ayah digaji Rp 40.000,- dong," katanya. > > "Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, > > bobok," perintah Rudi. > > Tetapi > > Imron tak beranjak. Sambil menyaksikan ayahnya > > berganti pakaian, > > Imron > > kembali bertanya, > > "Ayah, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?" > > "Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta > > uang malam-malam > > begini? > > Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah." > > > > "Tapi, Ayah..." Kesabaran Rudi habis. > > "Ayah bilang tidur!" hardiknya mengejutkan Imron. > > Anak kecil itu pun > > berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Rudi nampak > > menyesali > > hardikannya. > > Ia pun menengok Imron di kamar tidurnya. Anak > > kesayangannya itu > > belum tidur. > > Imron didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil > > memegang uang Rp > > 15.000,- di tangannya. > > > > Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil > > itu, Rudi berkata, > > "Maafkan Ayah, Nak. Ayah sayang sama Imron. Buat > > apa sih minta uang > > malam-malam > > begini? Kalau mau beli mainan, besok' kan bisa. > > Jangankan Rp 5.000,- > > lebih dari itu pun ayah kasih." > > "Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku > > kembalikan kalau > > sudah > > menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini." > > > > "Iya,iya, tapi buat apa?" tanya Rudi lembut. > > "Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah > > main ular tangga. > > Tiga > > puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu > > Ayah itu sangat > > berharga. > > Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, > > ada Rp 15.000,-. > > Tapi > > karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar Rp > > 40.000,-, maka setengah > > jam > > harus Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp > > 5.000,-. Makanya aku > > mau > > pinjam dari Ayah," kata Imron polos. > > > > Rudi terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya > > bocah kecil itu > > erat-erat. > > > > * * * _________________________________________________________________________ Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com.
