============================================ Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED] ============================================

Uasik...............
kalau semua kamas2 nderek serta 3rd Fishing agustus nanti................
wis tha saya sing yunior beruntung .........wis guyon ora enthek2....plus tambah wawasan dan pengalaman...jadi sing penting event ini adalah happy dan funky.........................

rgds
DANANG 89

>From: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>Mancing itu ya yang paling enak memang sambil stell CD yang lagu lagunya
>Rock'n Roll, biasanya ikan kalau mendengar music yang hingar bingar akan
>sangat senang, dan terus menggoyang goyang seluruh badannya. Nah lama
>kelamaan ya jadi ngelih atawa lapar. Saat itu melintas potongan cumi atu
>udang peci yang diilkat dikail, maka disambarlah umpan itu, dan hasilnya ;
>ikan terpancing. Jadi korelasi mancing dan Music memang ada. Tetapi
>sebaiknya nDjjen ikut saja mancing , jadi nanti genah genahan tentang LP
>nya di anjungan Yacht saja , khan gayeng. Apalagi diminumi KTI atau Whisky
>Scotland, wah tambah gandem ,marem tur gayeng plus nggliyeng..........JB72
>
>
>
> Antonius
> Subarkah To: [EMAIL PROTECTED]
> <[EMAIL PROTECTED] DIV < cc:>> om> Subject: Re: [debritto] Artikel LP
> Sent by:
> debritto-owner@
> dejava.com
>
>
> 07/25/01 12:23
> PM
> Please respond
> to debritto
>
>
>
>
>
>
>============================================
>Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
>============================================
>
>Ye, ye, ye, kita sudah banyak sepakat Djen, dalam hal
>reproduksi suara.
>Tapi kalau dianalogikan dengan alat penghasil suara
>(bukan reproduksi), meski pada dasarnya saya juga
>setuju kalau teknologi elektronik belum bisa 100
>persen menirukan sebaik alat musik aslinya.
>Reproduksi suara di sini merupakan proses penyimpanan
>suara atau musik untuk sewaktu-waktu diputar kembali
>dengan seminimal mungkin terjadi penyimpangan
>(distorsi)dari sumber aslinya.
>Hanya kalau boleh jangan terlalu jauh, nanti Mas Jo
>protes, mancing nggak perlu LP, cukup sandal jepit
>diganduli watu sudah ok hehehe.
>Sementara sekian dulu saya mau beli joran di pasar
>Palmerah buat persiapan mancing Agustusan, biar nggak
>kalah sama raja mBanten. Salam, awe.
>
>--- djen <[EMAIL PROTECTED]>wrote:
> > ============================================
> > Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
> > ============================================
> >
> > >Kalau melihat liputan khusus Kompas hari Selasa
> > (17/7)
> > >lalu, saya mencoba menggabungkan "seni" modern
> > dengan
> > >klasik.
> > ....................
> > >Kedua bidang ini tidak bisa dipertentangkan begitu
> > >saja, keduanya punya kelebihannya sendiri.
> > ---------------------------
> > Saya setuju bahwa untuk tata suara ini masuk
> > kategori 'seni' untuk konsumsi
> > telinga. Karena jika lukisan konsumsinya mata.
> >
> > >bicara tentang sistem tata suara pada sebuah gedung
> > >bioskop atau konser, tentu saja sistem digital
> > lebih
> > >baik. Tapi kalau untuk mendengarkan sebuah sistem
> > >stereo saja, ya teknologi klasik masih bersaing.
> > ---------------------------
> > Bagi yang menyenangi konsep 'nature' teknologi
> > klasik lebih unggul. Dengan
> > berkembangnya teknologi alat musik misalnya
> > synthesizer dimana semua 'suara'
> > bisa ditiru. Tetapi saya lebih senang dengan konsep
> > 'nature' bahwa piano itu
> > bunyi'denting'-nya khas yang tidak dapat karena
> > setiap produk piano punya
> > warna suara yang khas (piano Yamaha lain dengan
> > Steinwei). Suara petikan
> > gitar klasik, vibrasi dari gesekan biola juga punya
> > warna yang khas. Bukan
> > asal piano, asal gitar dlll yg serba asal bunyi.
> > Akibatnya karena suka
> > 'nature' maka kembali ke teknologi yg menurut pak Jo
> > 'kuno' tapi itu yg
> > paling ideal buat saya seperti ampli tabung hampa.
> > Wah ini bagi pecinta
> > suara 'nature' tabung hampa belum ada yg menandingi
> > cuma kelemahannya
> > effisiensi dayanya umumnya rendah.
> >
> > >Ada lagi bidang yang belum tersentuh konvergensi
> > dua
> > >teknologi itu, seperti masalah speaker. Dalam
> > pamerah
> > >elektronik di Las Vegas awal tahun ini terlihat
> > sistem
> > >speaker masih merupakan barang ekslusif, bayangkan
> > >untuk sistem speaker saja harganya bisa 120.000
> > >dollar.
> > ---------------------------
> > Ada 2 macam Speaker yang punya kateristik yang
> > sendiri-sendiri:
> > -Electrostatic speaker effisensinya rendah. dan
> > -Konventional speaker masih dapat dibedakan lagi:
> > - Horn speaker biasanya efisiensi-nya tinggi
> > - Konventional speaker effsiensi normal.
> > Jenis, ukuran box speaker juga mempengaruhi
> > effsiensi serta warna suara
> > sebuah speaker.
> > Dan belum ditemukan jenis speaker yg paling ideal.
> > Karena karekteristiknya
> > yg berbeda beda tsb.
> >
> > Maka menurut saya pilihan teknologi dari equipment
> > mempengaruhi jenis musik
> > yang digemari yang jika match itu sangat pas
> > ditelinga.
> >
> > >Biasanya lipsus ini dilaksanakan dua kali setahun
> > >(tergangtung sikon), kalau nDjen punya hobi
> > mengamati
> > >masalah audio-visual boleh saja nanti bikin
> > >tulisannya, tapi tunggu ada limpahan halaman.
> > >demikian Djen,
> > >awe
> > ----------------------------
> > Aku seje pengamat, mas cuma penikmat saja.
> >
> > Salam
> > Djen
> >
>
>
>__________________________________________________
>Do You Yahoo!?
>Make international calls for as low as $.04/minute with Yahoo! Messenger
>http://phonecard.yahoo.com/
>
>
>
>


Get your FREE download of MSN Explorer at http://explorer.msn.com

Kirim email ke