===========================================Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
===========================================
Di jaman Jepang dulu konon ada seorang dalang di Jatim (Surabaya) yang
dalam goro-goronya membuat lelucon sbb:
"Gupon, rek, omah doro, melok Nipon, rek, tambah sara (sangsara)",
langsung dia diserahkan kepada
Kepetai dan dihabisi nyawanya. Dalam jaman Soeharto orang yang mencoba
membanyol tentang dia akan ditangkap dan dianggap menghina jabatan
Presiden. Dalam jaman GD bakat melawak Indonesia mendapat angin bagus
(Gitu saja kok repot!). Tapi dengan dihidupkannya lagi Kementerian
Penerangan (Deppen), benar ada Deppen?, mungkin sekali lelucon yang agak
menyakiti hati para elite (di dunia dengan pers bebas unsut menyakiti
hati ini justru sangat maju!!) akan dilarang, betul nggak? Apakah jaman
Megawatt akan seperti jaman Jepang dan Soeharto?
Salam!
RH
http://www.geocities.com/hardray/default.html
-----Original Message-----
From: Heru Pramono [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Tuesday, 31 July 2001 11:36 AM
To: '[EMAIL PROTECTED]'
Subject: RE: [debritto] 2 Megabite Leased Line
===============
Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
===============
Pak Rey,
Saya yakin lelucon politik pasca Gus Dur akan tetap subur. Sebab pada
dasarnya mereka adalah badut-badut yang berbakat. Ciri khas dagelan
adalah
tidak adanya "pakem", sehingga pengamat politik dibuat kebingungan.
Semakin
"slenco", semakin lucu.
> -----Original Message-----
> From: Hardjono. Rayner [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Tuesday, July 31, 2001 9:10 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: RE: [debritto] 2 Megabite Leased Line
>
> ===========================================Mailinglist debritto :
> [EMAIL PROTECTED]
> ===========================================
> Komentar iseng juga, nama Megawati ini dalam kebanyakan mulut
kebanyakan
> orang yang berbahasa Inggris hampir selalu diucapkan secara otomatis
> sebagai "megawatt-i" (m�gewot-i), dan lelucon tentang "mega" dan
"watt"
> bisa sering dihubungkan dengan kesan bahwa Mega bukan seseorang dengan
> kekuatan sejuta watt, tetapi sebagai seseorang yang kekuatan akal
> (intellect-nya) kurang sekian juta unit banyaknya.
>
> Salam!
> R Hardjono
> http://www.geocities.com/hardray/default.html
>
> PS
> Apakah dengan lengsernya GD, dunia lelucon politik di tanah air akan
> sirna?
>
> -----Original Message-----
> From: Heru Pramono [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Tuesday, 31 July 2001 9:50 AM
> To: '[EMAIL PROTECTED]'
> Subject: [debritto] 2 Megabite Leased Line