============================================
Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
============================================


Nek aku....lho....aku...iki.....setuju omongane wong sing numpang mobile
Carike....malah akal sehatnya nyata.......padahal ketoke wong bioso bioso
wae...lho.....Jadi jangan ada dendam diantara kita,,,,,,ning  embuh nek Mas
Koer mendedam pada orang yang njanjiin kaos...he...he....he....ojo nesu lho
mas......


                                                                                       
       
                    "Antonius                                                          
       
                    Bardhono"              To:     [EMAIL PROTECTED]                 
       
                    <[EMAIL PROTECTED]        cc:                                         
       
                    m.com>                 Subject:     Re: [debritto] Mbilung lagi    
       
                    Sent by:                                                           
       
                    debritto-owner@                                                    
       
                    dejava.com                                                         
       
                                                                                       
       
                                                                                       
       
                    08/01/01 08:38                                                     
       
                    AM                                                                 
       
                    Please respond                                                     
       
                    to debritto                                                        
       
                                                                                       
       
                                                                                       
       




============================================
Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
============================================



   During Suharto's New Order regime, Megawati, Sukarno's daughter,
   served in parliament. After her father was overthrown, the New Order
   government gave her a house and salary as a member of parliament. But
   did she ever say anything about the way her father was treated? Did
   she ever protest when her fellow countrymen were imprisoned? Never.
   Did she ever call Suharto to task? Never! But then she's not alone.
   Even after Suharto resigned, no one would take him to task, no one
   dared to bring him to trial. Silently, through his New Order protEgE,
   he still holds power in this country.

AB:
Ya, susah kita menilai orang yang menjadi korban. Kadar emosinya tinggi,
apalagi korban sekaliber Pak Pram ini. Tak terbayangkan penderitaannya.
Maka tuntutannya seperti diatas itu apakah: sebuah dendam atau menuntut
keadilan? Menurut kabar, Mega justru menjauhi dendam atas perlakuan Orba
terhadap ayahandanya. Dia ingin memutus rantai dendam atau karma yang
mungkin terjadi.
Makanya Ambon tak pernah selesai karena dendam. Makanya Israel tak pernah
selesai karena dendam. Ceritanya Asmaraman Kho Ping Ho nggak pernah
kehabisan alur justru karena unsur dendam. Jadi mau kita apa? Dalam
perjalanan saya ke Baturetno liburan lalu, di perjalanan ada seorang bapak
ikut di mobil saya karena kebutuhan saling menguntungkan. Saya perlu
penunjuk jalan, dia perlu tumpangan berhubung hari mulai malam. Bapak itu
bilang, mbok sudah lah kita ini nggak usah eker-ekeran. Para pemimpin itu
bekerja saja untuk kita bagaimana hidup menjadi lebih baik. Yang lalu-lalu
ya sudahlah, kalau cuma ngurusin dendam lalu kapan kami2 ini diurusin!
Tentu sangat banyak para korban seperti Pak Pram, bapak saya salah satu
korban dengan kadar yang jauh dibawah kadarnya Pak Pram. Tapi kapan
selesainya dendam?
Ini sama dengan penolakan terhadap Deppen, tidak berdasar logika ada atau
tidak adakah manfaat dan pekerjaan yang harus diemban oleh insitusi itu.
Saya melihat penolakan itu atas dasar dendam juga. Adakah yang melihat
Deppennya Pak Yunus Yosfiah, yang melepas hampir semua kendali thd pers?
Hari Minggu jam 02.00 saya memonitor radio Elshinta yang sedang menerima
pendapat2 per telepon soal Deppen. Beberapa yang saya dengan, bapak2 yang
sedang dan pernah tinggal didaerah yang jauh dari keramaian, minta agar
soal Deppen itu dilihat secara jernih. Mereka mengalami keadaan terisolasi
akan berita, koran bisa mereka terima seminggu-sebulan sesudah tanggal
terbitnya. Basi, kan. Apalagi koran Jakarta. Mereka perlu ada media
penyampai informasi yang cukup update dari siapa saja. Apakah koran mau
dengan rugi mengunjungi pelosok? Saya ingat tahun 60-an rombongan Gudeg
Yogya milik Deppen DIY rajin mengunjungi desa kami, memutar filem cerita,
penerangan dlsb. Dan mereka selalu kami tunggu kehadirannya, karena kadang
mereka membawa Basiyo, Tembong, Togen dkk.
Come on! Berpikir dengan jernih. Juga jangan lupa angka 77.

AB/71





Kirim email ke