|
diakui atau tidak, mega ini mendapat simpati dari
float mass sedikit banyak karena ketertindasannya selama regim orba
berkuasa. semakin dia ditindas, simpati ini makin
mengalir dan puncaknya tercapai pada kasus sabtu kelabu 27 juli, 4th
yll.
jadi memang salah satu kenyataan apabila dia ini
salah satu produk (tidak langsung) dr orba- demikian juga dg beliau yg
saat ini jadi wapresnya!!
untuk rakyat yg pernah mengalami kejayaan dr
soekarno, pengaruh kharisma dr bapaknya memang sanagt terasa. ditambah lagi dg
simpati kepadanya karena selama regim orba berkuasa, praktis sama
sekali tidak ada penghargaan kepada kedua proklamator itu. anak2 dr
soekarno sangat dibatasi ruang geraknya, bahkan u/ urusan
sekolah.
untuk generasi yg lahir setelah era '65, mega ini
bisa dianggap sbg simbol perlawanan thd tirani otoriter dan diharapkan menjadi
sang ratu adil seperti yg diceritakan para orang tua.
dg konstalasi kekuatan dua parpol dan golkar (waktu
itu golkar tidak pernah dianggap sbg parpol!!), hanya pdi yg diharapkan oleh
kaum muda u/ bisa menjebol penguasa.
coba mau pilih apa??
ppp - lebih susah berkembang krn memang dia (lebih)
condong ke islam konservatif.
golkar - apa mau melestarikan regim yg
serba korup, otoriter, dll.
pdi suryadi - dg platform nasionalisnya - yg waktu
mau merangkul mega dan anak soekarno lainnya, memang menjadi satu-satunya
alternatif kaum muda.
menjadi bumerang bagi pdi dan pemrintah yg
berkuasa, ketika dg menghalalkan segala cara berusaha u/ menahan laju arus bawah
di pdi yg menginginkan mega u/ memimpin parpol berlambang banteng
itu.
dan di sinilah titik kulminasi di mana mega sungguh
mendapat simpati, bukan sekedar dr pdi (yg akhirnya sempal menjadi pdi-p), ttp
malah dr seluruh elemen rakyat yg sudah terlalu muak dg perilaku penguasa yg
ada.
gitu pak ray.....
salam
tok
|
