From: Handri Hutomo <[EMAIL PROTECTED]>
 (Iki cah De Britto angkatanku 67 sing edane ora lumprah !)
Subject:        FW: KRINGGG~~~

KRINGGG~~~KRINGGG~~~KRINGGGG~~~

Bunyi telepon.

"Halo, selamat siang", jawab seorang pria setengah
baya.

"Lho, siapa ini?", terdengar sahut suara berat seorang
pria.

"Oh, saya pembantu baru disini, Pak. Saya baru kerja.
Baru datang siang ini dari bandung "

"Kalau begitu, Ibu mana?"

"Ibu sedang di kamar tidur, Pak."

"Kalau begitu tolong panggilkan."

"Maaf Pak, Bapak siapa yah?"

"Saya suaminya."

"Hah, lha wong Ibu dikamar sama Bapak kok?!", si
pembantu kaget

"Apa?!?!?!" si Bapak lebih kaget lagi.

Si pembantu jadi bingung.

"Nama kamu siapa?" tanya si Bapak lagi.

"Nama saya Ramlie, Pak." jawab si Ramlie dengan
gemetar.

"Ramlie, seperti apa laki-laki yang di kamar dengan
ibu?"

"Rambutnya ikal, Pak. Dan pakai kaca mata", jawab
Ramlie dengan terbata-bata.

"KURANG AJAR!!! Pasti si pramono itu. RAMLIE!!!",
teriak Bapak.

"Ya pak?"

"Coba kamu intip, sedang apa mereka?"

"Aduh Pak, saya ngga berani"

"HEH!!! Saya Tuanmu tau!!! Cepat sana liat!!! Kalau
tidak saya pecat kamu."

Dengan lutut gemetar, Ramlie berjalan sambil meng-
endap-endap menuju kamar majikannya. Dengan tangan
gemetar dibuka pintu kamar itu dengan sangat hati2
agar tidak diketahui orang yang didalam. Setelah itu
dia melihat keadaan di dalam dan langsung menuju
ke telpon lagi.

"Halo Pak..."

"Yah, apa yang terjadi disana?" jawab Bapak dengan
tidak sabar.

"Anu, pak ..."

"ANU APA?! CEPAT CERITAKAN!!!" bentak si Bapak.

"Ibu sama laki-laki itu sedang tidur, Pak"

"Cuma tidur?" tanya si Bapak lagi dengan tidak sabar.

"Mereka berdua sedang tidur tapi tidak pakai baju."

"APA?!?!?! KURANG AJAR!!! SUDAH SAYA DUGA!!! DASAR
ISTRI SIALAN !!!!", maki si Bapak.

"RAMLIE!!!", panggil si Bapak lagi dengan teriak
tentunya.

"Iya Pak"

"Cepat ambil tali dan ikat tangan dan kaki mereka
berdua, CEPAT!!!"

"Aduh Pak, kalau ini saya benar-benar nggak berani
Pak", jawab Ramlie dengan suara yang hampir menangis.

"Dasar kamu bodoh !!! Hayo cepat laksanakan nanti saya
kasih uang 1 juta" perintah si Bapak dengan tidak
sabar.

Karena diiming-imingi uang, timbul keberanian si
Ramlie. Langsung diletakkan gagang teleponnya dan
larilah dia ke dapur untuk mencari tali. Setelah di
dapatkan talinya dengan mengendap-endap. Ramlie masuk
ke kamar majikannya. Dengan sangat hati-hati agar
tidak terbangun, pertama dia ikat tangan si pria
lalu kakinya.

Kemudian dia ikat tangan dan kaki si Ibu. Tapi sial,
karena gugup tanpa sadar si Ibu terbangun. Melihat
keadaan dirinya yang di ikat, si Ibu teriak:

"RAMLIE. APA YANG KAMU LAKUKAN ?! Kamu mau merampok
yah ?!"

"Maaf Bu, saya disuruh Bapak." langsung si Ramlie
lari ke arah telpon, meninggalkan nyonya majikannya
yang berteriak-teriak dengan marahnya dan si pria
yang mulai terbangun juga.

"Pak, sudah saya ikat Pak" lapor si Ramlie dengan
ngos-ngosan.

"Bagus, sekarang ambil kamera di meja kerja saya ..."

"Meja kerja Bapak dimana?", potong si Ramlie.

"Gimana sih kamu ini. Itu yang di bawah tangga."

"Tangga???" si Ramlie kebingungan.

"Di rumah ini kan ngga ada tangganya, Pak..", timpal
Ramlie.

Hening sesaat.

"Berapa nomor telpon ini?", tanya si Bapak

"8902076, Pak", jawab si Ramlie dengan polos.

"Maaf salah sambung."

"KLIK"

Suara telpon ditutup.

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Make international calls for as low as $.04/minute with Yahoo! Messenger
http://phonecard.yahoo.com/

Kirim email ke