============================================ Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED] ============================================ ----- From: dindang susi From: "indayana" Modus Operandi Perampokan / Orang Stress Dear all, Saya mau menceritakan kejadian yang baru saja rekan saya alami, dan saya melihat sendiri kejadian tersebut. Pagi tadi tgl. 08 Agustus 2001 sekitar pk. 06.20 pagi, seperti biasanya saya dan rekan saya menunggu bis di sebuah halte samping Hotel Kartika Chandra. Karena rekan saya datang lebih awal, dia mendapat tampat duduk di halte itu. Beberapa waktu kemudian setelah saya tiba disana, tempat duduk itu diberikan kepada saya karena seperti biasanya, wanita selalu mendapat tempat. Kebiasaan membaca koran di halte itu juga pagi tadi dilakukan, sehingga dia harus mencari tempat bersandar supaya nyaman. Maka lokasi samping tempat warung minuman itu menjadi pilihannya. Disamping dia berdiri seorang sopir taksi yang sebelumnya baru saja taksi miliknya itu diparkir di dekat situ. Tanpa ada masalah apapun juga, si sopir taksi itu menendang rekan saya dan untungnya dapat ditangkis oleh kaki rekan saya juga yang saat itu memakai sepatu safety (baja). Karena rasa tidak puas, kembali memukul wajah rekan saya tersebut. Dan rekan saya balas memukul wajah dari sopir taksi itu, sehingga dia sampai terhentak ke belakang. Tiba-tiba dia mengeluarkan besi sepanjang 40 cm untuk memasang ban mobil dan akan di arahkan ke rekan saya,sambil teriak untuk berantem di dalam taksi miliknya. (Aneh sekali kan??? Ngajak berantem di dalam taksi yang sempit begitu) Untungnya, orang-orang disana termasuk calon penumpang bis yang pria, melerai kejadian tersebut, dan mereka memegang si sopir taksi karena terus hendak menyerang rekan saya itu, sambil dia berteriak2 bahwa rekan saya itu berasal dari RAS yang nggak akan bisa berbuat apa2 karena takut. Rekan saya hampir naik pitam, dan teriak untuk berantem berdua tanpa pakai senjata. Si sopir kembali berteriak2 tentang rekan saya yang tetap disangkanya berasal dari RAS tersebut(yang biasa disudutkan). Karena tetap dilerai, akhirnya sopir itu berjalan ke arah taksinya sambil melotot seperti layaknya ikan koki. Taksinya WAHANA warna biru muda. Setelah taksi itu pergi, salah seorang calon penumpang bis pria bilang bahwa Nopol B 1354 ... dan penjual minuman juga memberitahu bahwa No. pintu taksi itu 0 5 4. Petugas Mayasari Bakti yang biasa menghitung jumlah penumpang berkata bahwa kemarin pagi juga si sopir taksi itu berbuat serupa, dan dia memukul wajah seorang pria setengah baya sambil teriak bahwa bapak itu telah berbuat tidak baik terhadap keluarganya, namun pria tersebut tidak melawan. Setelah sopir itu pergi, bapak parubaya itu ditanya, dia tidak kenal orang itu, dan tidak tahu apa2. Karena saya berada di tempat itu, saya langsung bicara bahwa sopir itu memang merencanakan untuk memukul orang, karean dia membawa senjata yang cukup berbahaya yang diselipkan di punggung belakangnya. Untuk apa seorang sopir taksi memarkir mobilnya sembarangan, turun dan berdiri di halte sambil membawa alat pukul??? Selain hendak merampok/ berniat jahat???? Dari, Saya Kejadian ini saya ceritakan supaya teman-teman semua supaya ber HATI-HATI dan tidak naik taksi WAHANA NOPOL B 1 3 5 4 ... NO. PINTU 0 5 4, menghindari kejadian serupa terulang.
