============================================
Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
============================================

Jumat, tgl 17 Agustus, sore. Belasan orang dan mobil sdh berkumpul di lokasi
beberapa meter selewat pintu tol Kebun Jeruk. Mereka inilah orang2 de Britto
yg hendak mancing di Anyer. Tapi ada satu orang yg belum datang. Gandung.

Jo (cuplikan):
Gandung...dia ini orang yang paling nyalahi aturan.....datang telat.

Mas Sri Martono (cuplikan):
sampai larut malam sambil menantikan rawuhipun Gubernur Buiten-zorg
(mBogor). Coba itu dari Kebon Jeruk ke Anyer perlu waktu 7 jam ??? hapa
tumon ???

Gandung:
Biar telat, yg penting saya datang. Kalau tidak, seluruh milis ini akan
misuh2-i saya selama setahun. Mana tahan!!!
================================
Sabtu, tgl 18 Agustus. Sore. Orang2 de Britto baru saja selesai mancing.

Jo (cuplikan):
Berangkat ke Nail Harbour pakai Bus, pulangnya dari Nail Harbour ... pakai
Truck ...... ini ide dari Gandung.

Gandung:
Sebagai profesional yg bekerja pada media infotainment, saya memang suka
sensasi. Naik truk bak terbuka, saya pikir adalah sensasi bagi kita yg sdh
lama meninggalkan bangku SMA dan kini menjadi manusia mapan.

Komentar Ary Cino (cuplikan):
Ha...ha...ha.... memang spaktakuler...!!! Baru kali ini saya naik truk
bareng rombongan direktur...... wis jan Cah JB pancen edan...!!

Komentar Mas Sri Martono (cuplikan):
Pulangnya pak Gubernur mBogor has made a difference ..... mengajak kita
semua naik truck !!! Uasyiiiikk .... bayangkan kita bisa teriak-teriak
braokan tanpa ada yang mengharu biru, buebaaasss ! Bayangkan, betapa
terperangahnya itu pak Satpam Sheraton melihat mas Jo, big boss naik
truck!!!
=============================
Sabtu, tgl 18 Agustus. Malam. Lokasi: sebuah warung sea food pinggir jalan
raya Anyer. Usai makan, kami harus membuka dompet.

Jo (cuplikan):
... Biaya keseluruhan diluar Hotel rental adalah sebesar Rp. 2.005.000, Dan
hasil bantingan mendapat Rp 2.430.000,-

Gandung:
Masing2 orang membanting (urunan) Rp 100.000. Tidak mahal bukan? Angka ini
perlu diungkap agar teman2 tahu betapa murah-meriahnya acara ini. Jadi, lain
kali ikutlah bersama kami. Danang sdh punya ide.

Danang, Tegal (cuplikan):
wis aku ora pekewuh maning nek nawani mampir Tegal......hehehehe

Gandung:
Asal biayanya ditanggung banyak orang, apa pun akan menjadi murah.
================================
Dan inilah sang dedengkot acara. Yohanes Budhiatmono. Ia ingin berbasa-basi
mengenai acara  mancing yg telah diselenggarakannya. Ia ingin dirinya
dipandang sbg manusia yg rendah hati.

Jo (cuplikan):
Saya Yohanes Budhiatmono- DB 72- selaku penanggung jawab aktivitas ini,
mohon maaf sebesar besarnya. Bila memang dikehendaki untuk mundur dari DB
Fishing, akan dengan senang hati menerimanya.

Komentar Ary Cino (cuplikan):
Sukses buat Mas Jo sebagai Korman. Service yang kami terima sangat
memuaskan.

Komentar Mas Koer (cuplikan):
YA . . . .MUNDUR SAJA!!!! Jangan bikin DBNet Fishing ke IV, Tapekno gawe
DBNet Fishing IIIa.

Komentar ASP (bahkan orang Palembang yg tdk ikut pun bisa merasakan
kesuksesanmu, Jo):
Selamat buat Mas Jo-korman atas suksesnya acara mancing (marakne meri).

Komentar Paul Sutaryono (yang juga tidak ikut mancing tapi bisa merasakan
kehebatan Jo sbg Korman):
3rd DB Fishing? Luar Biasa, Fantastis, Yes!
Salam,
PS/73
=================================
Sabtu, 18 Agustus, malam. Lokasi: Tol Cilegon Barat.

Komentar Mas Sri Martono (cuplikan):
Pulangnya, digiring Sinuwun Sultan mBanten menuju pintu toll Cilegon
Barat. Sampai disini iring-iringan masih rapi jali ........ eh begitu keluar
gerbang dan memasuki jalan bebas hambatan ..... wuz wuz wuz ...... Panther
biru malam nggeblas duluan, tahu-tahu adimas Wiwiek juga nggeblas blassss.

Gandung:
Satu persatu saya melihat mobil2 orang de Britto menyalip dg kecepatan
tinggi. Bardhono dg Mazda 2000-nya masih sempat nglakson saya. Kemudian Pak
Theo dg Honda-nya yg sangat anggun. AW Subarkah dg Timor merah-gelap. Lantas
Isuzu Panther putih yg ditumpaki dua orang daerah: Ary Cino dan Danang.
Masih banyak lagi mobil orang de Britto yg menyalip Kijang tua saya bikinan
tahun 1985. Asu tenan! Bocah de Britto wis sugih kabeh, dibanding zaman
mereka sekolah dulu masih naik sepeda bahkan jalan kaki. Dan terakhir,
Peugeot mungil 206 warna merah cantik menyalip saya tanpa suara. Di dalamnya
Mas Sri Martono sdg menikmati kenyamanan mobil nan menggemaskan itu.
Untunglah Mbilung bersedia menemani saya naik Kijang tua yg bunyi pernya sdh
ber-derak2 itu. Anyer-Jakarta saya tempuh hampir 3 jam. Dan setelah
menurunkan Mbilung di sebuah perempatan di jalan arteri Jakarta Selatan,
saya masih harus menempuh dua jam lagi utk sampai Bogor. Tekan ngomah,
bojoku wis turu. Padahal aku pengin dipijet. (Gandung)


Kirim email ke