Punteun, Aduh aduh kumaha bagaimana ini si akang, mau tanya masalah mati?? Sebetulnya abdi geus lila ngalaman (sudah lama mengalami)mati kurang lebih puluhan tahun yang lalu, cuma abdi sudah lupa bagaimana ieu. lahir aja yang rada deket sudah lupa, apalagi mati, kumaha si kakang, masa abdi mati lagi baru ngirim surat listrik lagi, emangnya abdi lampu patromak. Cuman yang abdi paling tahu saat-saat kematian biasanya kegambar atau karasa di badan atau pikiran kebiasaan-kebiasaan sapopoe (sehari-hari) Begitu mati langsung lahir lagi, itu babaturan urang (itu teman-teman kita) di Islam punya kemelekatan yang mengatakan 49 masih gentayangan sebetulnya sudah mati & lahir lagi jadi mahluk halus. Makanya biasakeun jangan punya piktor alias pikiran kotor, nanti mati trus lahir di rumah janda, bisa cilaka tujuh belas (tahun ke atas) Mati mah kaga ada enaknya, mendingan ngarasakeun (lebih baik merasakan) hidup, nikmati aja saat saat baca postingan. Salam sabrang kadongdong cina abdi pamit sanggeus nyarita Chengceremet Sundanesse Buddhist --- In [email protected], Eka Karnanda <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dear All, > > Mo nanya dong, proses kematian yang diterangkan dalam Buddhisme itu bagaimana > ya ? Dari ajal akan menjemput, sampai terlahir ke alam yang lain. Apakah ada > sutra yang menerangkan hal tersebut ? > > Terima kasih. > > Salam Metta, > > Eka K ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> What would our lives be like without music, dance, and theater? Donate or volunteer in the arts today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/WwRTUD/SOnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
