|
Mungkin Bhikkhu Mettanando harus terlebih dahulu ketemu dgn orang Myanmar
atau Zhang Bao Sheng sebelum lancang berkomentar bahwa kelahiran Siddhattha
melalui sisi tubuh Ratu Maya adalah tidak mungkin.
Bro. Kong Ming,
Menurut saya Bhante Mettanando menulis artikel dgn
tujuan baik. Buat saya yg ingin meneladani Buddha historis, penggambaran Buddha
historis yg lebih manusiawi, yg lebih mirip dgn manusia biasa, sangat
membantu.
Setelah kita sendiri bisa ehipassiko, bahwa
keajaiban itu memang ada, ya kita terima. Sebelum itu, maaf saja, kita boleh
meragukan (bukan menolak lho!).
Setelah saya banyak membaca komentar para Buddhis,
saya temukan ternyata banyak di antara Buddhis yg dogmatis. Lebih dari
itu mudah tersinggung jika ada fakta yg diberikan utk buka
wawasan.
Saya jadi ingat suatu ketika ada guru agama Buddha
yg protes ketika Kerajaan Kapilavastu ditulis sebagai kerajaan kecil.
Lha kalau memang kerajaan kecil, kok tersinggung
sih?
Sy sarankan bahwa bhikkhu mettanando mungkin harus lebih fokus
bermeditasi daripada sibuk berkhotbah ke sana ke mari.
Setahu saya dari CV beliau, beliau juga guru
meditasi, bahkan disertasi Ph.D.-nya berjudul "Meditation and Healing in
Theravada Buddhist Orders of Thailand and Laos".
Selain itu beliau adalah Initiator and Project
Manager of Computerization Buddhist Pali Canon and Production of Pali CD-ROM
Dhammakaya Foundation Thailand, 1982-1994.
Bro. Kong Ming,
Ada 2 kesempatan mendengarkan langsung
pandangan Buddhistik beliau maupun bertanyajawab dgn beliau
:
- Minggu 1 Mei dlm acara Talkshow-nya
Dharmayana Universitas Tarumanagara di Plaza Duta Merlin, Grand Ballroom
Lt. IV, Jl. Gajah Mada No. 3 - 5 Jakarta Barat. Dgn topik "Buddhist
Perspective about Phenomenon of Nature". Pengumuman lengkapnya sudah pernah
diposting di milis ini.
- Sabtu 30 April di Ekayana Buddhist Centre, Jl.
Mangga II No. 8, Tj. Duren Barat, Jakarta Barat dgn topik "The Role of Buddhism
in Modern Society". Pengumuman lengkapnya juga sudah pernah diposting di milis
ini.
Salam, Wulandari
Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya. Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh. Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian. Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami. Yahoo! Groups Links
|
