--- In [email protected], Rinto Jiang <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> Flyaway with love menulis :
> 
> Buddhism yang murni dari kehidupan Siddharta, dari mulut 
Siddharta....
> bla blabla
> 
> Sebenarnya yang terakhir itu pun tidak murni karena itu sudah 
difilter
> sama pemahaman pribadi saya.

Daniel:
Saya mencoba memandang dari sudut lain.
Daripada mencoba untuk membahas 'klaim' ataupun perbedaan2 maka saya 
mengajak saudara untuk merenungkan arti 'murni' itu dalam diri anda 
sendiri.

- Apakah makna murni?
- Seberapa murni 'murni' itu?
- Apakah sesuatu itu harus 'murni'?
- Coba tengok batin anda sendiri, mengapa mempermasalahkan/ membahas 
masalah 'murni'? Adakah sesuatu yang mengganjal apabila sesuatu yg 
anda *yakini* itu dikatakan 'tidak murni' oleh orang/ pihak lain? 

Jelas bahwa kembali ke jaman Siddharta untuk belajar Buddhism murni 
dengan Time Machine itu adalah khayalan belaka - angan-angan - tapi 
bukan realita, dan jelas itu tidak akan bermanfaat apapun terhadap 
kemajuan batin saudara.
Apakah anda lantas mencapai kesucian apabila mendengarkan kata-kata 
murni dari Siddharta? Mengapa anda berpikir demikian?
Mengapa tidak mencoba menyelidiki dan menjalankan saja berdasarkan 
apa yang telah tertinggal pada kita saat ini (Buddhism yg diwarnai 
tradisi)?

'Murni' adalah persepsi. Dan persepsi2 itulah merupakan penghalang 
dari diri kita untuk melihat sesuatu seperti apa adanya. Khayalan2 
dan ketakutan2 / keraguan kita mengapa harus ditumpahkan pada si 
kambing hitam yang bernama 'kemurnian ajaran'?

Mari kita kembali ke masalah berdoa, entah eksternal atau internal 
atau apa pun namanya: jelas bahwa tradisi yang kita kenal sekarang 
itu merupakan warisan lineage yang merupakan akumulasi pengalaman 
dan cita rasa pendahulu2 kita yang juga sama seperti kita: ingin 
mempertahankan kemurnian ajaran Buddha. Kala anda sekarang pun 
mencoba untuk mencari 'ajaran asli' demikian pulalah pendahulu anda. 
Mungkin kita tidak menyadari bahwa ketika kita mencoba 'mencari yang 
asli', itupun sudah mewarnai 'Buddhism' bagi bbrp generasi mendatang 
yang akan terjerumus pula pada issue kemurnian yang sama.
Jadi, apabila kita bisa memahami kenapa sesuatu itu 
menjadi 'eksternal' ataupun 'internal' tentu juga disebabkan oleh 
sebab2 kausalnya dan kondisi serta pemahaman secara menyeluruh.
Maksud saya,
kala anda membaca bahwa buddhism berdoa secara internal, barangkali 
itu karena sumber2/ penulis mazhab itu memang lebih cocok untuk 
melihat/ menafsirkan 'segala sesuatu itu' sebagaimana begitu.
Sebaliknya kala anda membaca bahwa buddhism berdoa secara eksternal, 
barangkali karena sumber/penulis mazhab itu memang lebih cocok dan 
melihat perlunya memandang 'segala sesuatu itu' dengan cara yang 
begitu.
Kala anda merasa cocok pada satu pandangan tertentu, barangkali 
karena memang perkembangan batin anda mengarah pada hal itu.
Tapi yang jelas, 'hal itu' masih sebatas dalam batasan kebenaran 
relatif dan bukan absolut dan universal yang bisa disamaratakan pada 
semua orang.

Salam,
Daniel
 






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/WwRTUD/SOnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya. 

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh, 
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, 
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa 
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan 
tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta 
sahabat-sahabat kami.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke