Om Suryadi yang budiman dan juga saudara-saudari sekalian,

Sekuntum teratai untuk anda semua, para calon Buddha.

Sebuah pemaparan yang sangat indah dan menarik.

Saya mau share sedikit sebelum akhirnya menjawab pertanyaan yang
dilontarkan.

Seperti kita ketahui dalam deskripsi milis ini bahwa "Milis Dharmajala
adalah wahana maya untuk mendukung terselenggaranya Program
Dharmajala. Dharmajala merupakan sebuah program yang bertujuan untuk
memfasilitasi terjadinya Transformasi Diri & Transformasi Sosial",
jadi salah satu efek langsung yang diharapkan dari didirikannya milis
Dharmajala ini adalah para anggota dapat saling belajar, berlatih, dan
berbagi.

Berdebat atau berdiskusi tidak ditabukan apalagi dihindarkan karena
merupakan SARANA bagi kita MENGOLAH DIRI atau MEMBANTU kawan debat
atau kawan diskusi untuk Mentranformasi Diri, bukan MEMBENARKAN DIRI. 
 
Perbedaan pendapat merupakan suatu realitas yang hakiki. Dapatkah kita
menyeragamkan pendapat? Jelas ini akan merupakan pekerjaan yang sia2.
Oleh karena itu, persoalannya bukanlah terletak pada penyeragaman
pendapat tapi KEMAMPUAN kita untuk MENERIMA pendapat yang berbeda.

Dalam semangat inilah makanya debat atau diskusi dalam milis ini
diperbolehkan dan bahkan didorong. Melalui proses pertukaran pendapat
yang seringkali menyakitkan, kita masing-masing diharapkan mengalami
Transformasi Diri yang kemudian berdampak pada Transformasi Sosial. 

Kedewasaan tidak muncul dari menghindari masalah melainkan berhadapan
langsung dengan masalah. Menyelesaikan masalah.

Jika ada beberapa pihak yang "sementara" ini "terkesan" berdebat atau
berdiskusi dengan tujuan untuk PEMBENARAN DIRI bukan TRANSFORMASI
DIRI, silahkan anggota2 lain yang lebih matang, lebih dewasa untuk
turun tangan memfasilitasi terjadinya perubahan yang positif. 

Tetapi, bisa juga kan pendekatan orang tersebut yang "terkesan"
"membenarkan diri" merupakan suatu "upaya kausalya"nya betapa pun
terkesan radikal pendekatannya?

Dan ini membawa kita kembali pada himbauan dan ajakan Om Suryadi"

"apakah yang akan terjadi dalam batin seseorang, seandainya dia sadar
akan bentuk-bentuk pikiran yang dibahas di atas, yang secara potensial
membawa seseorang dalam konflik, baik dalam dirinya sendiri maupun
secara terbuka dengan orang lain? Bisa kita bahas tentang hal ini?"

Tentu kita bisa bahas tentu hal ini.

Saya usul kepada saudara-saudari yang lebih siap untuk:

1. Berbagi tentang MENYADARI apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT
INI di dalam Perasaan dan Pikiran kita sebagai JEMBATAN untuk masuk ke...

2. Apakah yang akan terjadi dalam batin seseorang, seandainya dia
sadar akan bentuk-bentuk pikiran yang dibahas di atas, yang secara
potensial membawa seseorang dalam konflik, baik dalam dirinya sendiri
maupun secara terbuka dengan orang lain?  

Ini sungguh merupakan satu umpan yang sangat-sangat berkualitas.

Bravo Om Sur.

Anumodana
Let us try to be mindful
Salam Perjuangan

JL


--- In [email protected], Surjadi Liunanda <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Teman-teman yang baik,
> 
> Dalam suatu debat maupun juga dalam suatu diskusi pun, yang sering,
> kalau tidak boleh dibilang selalu, akan muncul suatu kecenderungan
> diantara para peserta untuk membanding-bandingkan pendapat sendiri
> pribadi dengan pendapat peserta lainnya. Bentuknya bisa dalam
> perbedaan pendapat dari seorang peserta terhadap pendapat dari seorang
> peserta lainnya, maupun dalam bentuk persamaan pendapat diantara para
> peserta.
> 
> Kalau bentuknya adalah suatu perbedaan pendapat, maka terasa sekali
> adanya suatu suasana pertentangan. Kalau peserta debat atau diskusi
> itu lebih dari 2 orang, maka mulailah muncul di alam pikiran
> masing-masing peserta lainnya untuk setuju atau tidak setuju terhadap
> 2 orang peserta yang saling bertolak belakang pendapat. Atau, bisa
> juga seorang peserta mempunyai pendapat sendiri dan tidak setuju
> terhadap pendapat kedua orang yang bertentangan pendapat itu.
> 
> Kalau bentuknya adalah suatu kesamaan pendapat, dan mayoritas atau
> semuanya setuju dengan pandangan yang dilontarkan dalam suatu diskusi,
> maka masing-masing peserta merasa senang, merasa sepertinya diperkaya
> batinnya. Kecuali tentunya bagi yang minoritas yang tidak setuju
> terhadap pendapat yang dilontarkan, tapi tidak sanggup untuk membantah
> secara terbuka atau tidak mempunyai argumentasi yang cukup kuat untuk
> itu.
> 
> Kalau kita perhatikan dengan saksama kedua fenomina yang disebutkan di
> atas, maka tersirat adanya suatu bentuk pikiran di masing-masing
> peserta untuk suatu konfirmasi/pembenaran oleh forum diskusi tentang
> pendapat masing-masing. Konfirmasi yang diharapkan ini bisa saja
> dilakukan secara terbuka oleh seorang peserta, maupun secara
> tertutup/diam.
> Dalam kondisi pikiran yang demikian, maka dalam suatu forum diskusi
> antar teman yang sealiran, maupun yang tidak sealiran, bisa atau
> cenderung timbul suatu konflik/pertentangan, baik secara terbuka
> maupun terpendam. Sebabnya sederhana sekali, yaitu sebab adanya
> keinginan untuk pembenaran pendapat tadi.
> 
> Sekarang muncul suatu pertanyaan, dan pertanyaan ini jangan dianggap
> timbul dari suatu ide/pendapat, apakah yang akan terjadi dalam batin
> seseorang, seandainya dia sadar akan bentuk-bentuk pikiran yang
> dibahas di atas, yang secara potensial membawa seseorang dalam
> konflik, baik dalam dirinya sendiri maupun secara terbuka dengan orang
> lain?
> Bisa kita bahas tentang hal ini?
> 
> Apakah Romo JL ada di sana?
> 
> Salam,
> 
> Surjadi Liunanda




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya. 

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh, 
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, 
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa 
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan 
tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta 
sahabat-sahabat kami.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke