Tuch, "Abg Abg yang lagi hot hot nya pacaran". bakalan bisa dukung anda. mereka hanya baru mengenal dan hot hotan Bahagia nya selangit.
Coba lihat : 1. BodhiDharma 2. Master Hsuan Zhang. 3. Dll. (Buddhies) dan non Buddhies : 1. Mahatama Gandhi 2. Mother Theresa 3. Khong Hu Cu 4. Musashi 5. Dll. Apakah mereka bahagia sampai selangkit. mengenal jalan, miracles dan keajaiban bersama mereka. Menurut Saya mereka semua adalah orang yang paling menderita di Dunia. Dan tidak ada orang yang mau sampai berpikir dan bertingkah laku seperti mereka. Karena Tidak sanggup. Thank you Tsukudu --- In [email protected], "pelayan_buddha" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Dear Bro n Sis, > > > Saya berpendapat kesaksian itu PENTING dan PERLU dilakukan oleh Buddhis. > > Hanya saja bersaksi tentang APA, BAGAIMANA memberikan kesaksian, dan > bersaksi MELALUI apa, itu yang perlu dibahas secara lebih jelas. > > Dalam program Dharmajala, memang direncanakan untuk menerbitkan buku, > kaset, dan VCD yang berisi tentang kesaksian. Hanya masalahnya klasik, > hingga saat ini belum bisa dikerjakan karena BELUM KETEMU orang- orang > yang BERKOMITMEN untuk MEMPERJUANGKANNYA hingga GOL! > > Barangkali ada Bro or Sis yang TERPANGGIL untuk memperjuangkannya > secara bersama? > > Bagi yang terpanggil harap japri saya. > > Anumodana > Let us try to be mindful > Salam Perjuangan > > JL > > > > > --- In [email protected], "yeherdian" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Setuju sekali dengan saudara2 sekalian yang menyatakan bahwa > tidaklah benar > > mengungkapkan kesaksian dengan menjatuhkan atau menjelek-jelekkan > sesuatu > > entah itu agama yang lama maupun pandangan yang lama. > > Senang sekali bahwa ada teman2 yang memahami banyak pengetahuan > mengenai hal > > ini sangat banyak. Namun aku sedikit merasa sedih saat melihat cara-cara > > penyampaian yang kurang bijak. Buddha tidak pernah memperbaiki kesalahan > > pandangan orang lain dengan menertawakan lebar2 pandangan salah orang > > tersebut. Buddha juga tidak menyalahkan orang tersebut karena > berpandangan > > salah. Buddha selalu dengan bijak dan lembut menyampaikan kebenaran > kepada > > orang lain. Salah satu contoh adalah dalam sigalovada sutta, kepada > pemuda > > Sigala, Buddha mendukung pemuda itu untuk melakukan penyembahan puja > ke enam > > arah tanpa menertawakan pemuda tsb yang melakukannya tanpa mengerti > makna. > > Pemuda itu hanya mengikuti anjuran orang tuanya, dan Buddha memberikan > > pujian dan dukungan kepada pemuda tsb, dengan kemudian memberikan > penjelasan > > secara bijak kepada pemuda tsb tanpa mencela apapun juga, seperti > misalnya > > mencela orang tua pemuda tsb yang tidak menjelaskan maknanya. > > Begitu juga dalam kalama sutta, kepada masyarakat suku kalama, > Buddha tidak > > mentertawakan kebodohan mereka dan mencela guru2 ajaran lainnya. Dengan > > bijak Buddha menjelaskan apa yang menjadi dasar untuk meyakini suatu > > kebenaran. > > Bahagia sekali jika kita umat Buddha yang memiliki pengetahuan lebih > baik > > daripada rekan2 yang lain juga memiliki kebijaksanaan dalam > penyampaian. Aku > > sering sekali menjumpai rekan2 dengan pengetahuan tinggi namun tidak > > memiliki kebijaksanaan dalam penyampaian. Seringkali aku mengajak > rekan2 tsb > > untuk membagikan pengetahuan mereka kepada umat secara langsung melalui > > sharing dharma pada kebaktian2 di vihara, namun mereka belum berani > menerima > > ajakanku. Sayang sekali jika pengetahuan yang baik tidak dibagikan > kepada > > mereka yang belum mengetahuinya. Buddha tidak pernah gentar dan malu > > menyatakan kebenaran dengan tidak menunjukkan dirinya. Buddha tidak > pernah > > menyatakan kebenaran dengan menyembunyikan jati dirinya. Seringkali > mereka > > yang aku jumpai berani menyampaikan dan berbagi pengetahuan dengan > > menyembunyikan jati dirinya melalui forum2 dan milis2 saja. Mengapa > mereka > > malu menyatakan kebenaran? Entahlah, mungkin mereka bukan malu tuk > > menyatakan kebenaran, namun malu karena belum bisa menyampaikannya > secara > > bijak seperti yang dilakukan oleh Buddha. > > Mereka yang pernah mencoba secara berani menyampaikan dalam sharing > dharma > > di kebaktian sebuah vihara dengan penyampaian yang kurang bijaksana > > mendapatkan penolakan dari umat dan masyarakat Buddhis. Umat selalu > berpikir > > bahwa jika penyampaian tidak mencerminkan perilaku seorang Buddha, > apakah > > yang disampaikannya tersebut bisa dipercaya? Atau umat dapat menerima > > pandangan kebenaran tsb, namun karena penyampaian yang kurang bijak, > umat > > terlanjur membuat benteng pertahanan dalam dirinya. > > Mari kita bersama mencoba mengajarkan kepada umat Buddha untuk mengerti > > kesaksian yang benar dengan bijak. Bahwa kesaksian itu merupakan berbagi > > kepada orang lain mengenai masalah yang dihadapi dan solusinya yang > > ditemukan melalui ajaran dharma, baik melalui pemahaman sutta, sutra, > > dharmapada, paritta suci maupun dharma yang diberikan oleh Bhikkhu > Sangha, > > Pandita, dharmaduta, maupun rekan2 sedharma. Bukan berdasarkan > keajaiban dan > > lain sebagainya. > > > > Semoga kita semua mendapatkan kebahagiaan kita masing2, > > > > Yeherdian ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Would you Help a Child in need? It is easier than you think. Click Here to meet a Child you can help. http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya. Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh. Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian. Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
