Dear ROHANA & Bravo Utk Anda,
 
Mail Anda Sangat Cocok Utk Dijadikan Bhn Perenungan.
 
"Saat Kita Menyembuhkan Diri Sendiri; Kita Sedang Menyembuhkan Alam Semesta Jagad Raya Beserta Isinya Juga".
 
"Saat Kita Bosan Dengan Keadaan Diri Sendiri; Kita Sedang Juga Berada Tidak Harmonis  Dengan Kehidupan Ini".
 
Namo Buddhaya

Rohana Huang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 

Renungan ...................  

 

Berikut ini adalah sebuah perenungan yang dituliskan oleh seseorang : 

 

Hari ini sebelum engkau protes tentang menu dan rasa makananmu, pikirkanlah seseorang yang tidak memiliki sesuatu untuk dimakan. Sebelum engkau mengeluh karena tidak memiliki banyak materi, pikirkanlah tentang seseorang yang mengemis di jalanan hanya mendapatkan sedikit pemberian dari belas kasihan orang. Sebelum engkau mengeluh karena rupamu tidak cantik atau setampan yang kau inginkan, pikirkanlah seseorang yang lebih buruk dari engkau. Sebelum engkau mengeluh tentang kekurangan suami atau istrimu, pikirkanlah seseorang yang sedang bergumul meminta pasangan hidup. Sebelum engkau mengeluh tentang hidup ini, pikirkanlah seseorang yang terlalu cepat berpulang. Sebelum engkau mengeluh tentang anak anakmu, pikirkanlah seseorang yang merindukan anak, tetapi ia mandul. Sebelum engkau mengeluh mengenai rumahmu , pikirkanlah seseorang yang hanya hidup dikolong jembatan. Sebelum engkau mengeluh mengenai jarak yang engkau lalui ketika mengemudi, pikirkanlah seseorang yang juga melalui jarak yang sama dengan berjalan kaki. Ketika engkau merasa lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkanlah seseorang yang tidak punya kerjaan karena tidak punya kemampuan dan kesempatan sepertimu.

 

 


** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




YAHOO! GROUPS LINKS





Yahoo! Sports
Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke