Panca Sila yang Menakjubkan
Y.A. Maha Biksu Thich Nhat Hanh
Diterjemahkan oleh: Jimmy Lominto

** bagian 15 **

Berlatih melakukan suatu diet adalah esensi sila ini. Perang dan bom 
adalah produk-produk kesadaran kita baik secara individu maupun 
secara kolektif. Kesadaran kolektif kita memiliki begitu banyak 
kekerasan, ketakutan, kemelekatan, dan kebencian di dalamnya, ia 
dapat mewujudkan diri ke dalam perang dan bom. Bom adalah produk 
ketakutan kita. Karena pihak-pihak lain memiliki bom yang sangat 
dahsyat, kita lalu berusaha membuat bom yang lebih dahsyat lagi. 
Tatkala bangsa-bangsa lain mendengar kita sudah memiliki bom yang 
lebih dahsyat, mereka lalu berusaha membuat bom yang lebih hebat 
lagi. Memindahkan bom saja tidak cukup. Bahkan jika kita mampu 
memindahkan semua bom ke planet lain yang sangat jauh, kita tetap 
tidak akan aman karena akar-akar peperangan dan bom masih tetap 
tersimpan dalam kesadaran kolektif kita. Merubah racun-racun dalam 
kesadaran kolektif kita adalah cara sejati untuk mencabut akar 
peperangan. 

Ketika menyaksikan video tentang Rodney King yang dipukuli di 
jalanan Los Angeles, kita tidak bisa mengerti mengapa lima oknum 
polisi itu terus-menerus memukuli orang yang sudah tidak berdaya 
itu. Kita melihat kekerasan, kebencian, dan ketakutan dalam diri 
polisi-polisi itu. Tapi, ini bukan hanya masalah lima polisi itu 
saja. Tindakan mereka merupakan manifestasi kesadaran kolektif kita. 
Bukan hanya mereka yang dipenuhi kekerasan, kebencian, dan 
ketakutan. Kebanyakan dari kita juga seperti itu. Ada begitu banyak 
kekerasan di semua kota besar, bukan hanya di Los Angeles, tapi juga 
di San Fransico, New York, Washington, Chicago, Toronto, Tokyo, 
Paris, Jakarta, dan tempat lainnya. Setiap pagi, saat berangkat 
kerja, para polisi berkata, "Aku harus hati-hati, kalau tidak aku 
bisa terbunuh. Aku tidak bisa kembali lagi ke keluargaku." Seorang 
polisi mengalami ketakutan setiap hari, ia mungkin saja bisa 
melakukan sesuatu yang tidak bijak. Kadang tidak ada bahaya yang 
riil, tapi, karena mereka curiga dirinya akan ditembak, maka segera 
ia akan menarik keluar pistolnya dan menembak dulu. Dia mungkin 
menembak seorang anak yang sedang bermain dengan pistol mainan. 
Seminggu sebelum Rodney King dipukuli, seorang polisi wanita Los 
Angeles ditembak wajahnya dan tewas. Wajar jika polisi di wilayah 
itu menjadi marah saat mendengar kabar itu dan mereka semua 
menghadiri pemakaman untuk menunjukkan kemarahan dan kebencian 
mereka terhadap masyarakat dan pemerintahnya karena tidak 
menyediakan mereka cukup keamanan. Pemerintah juga tidak aman  para 
presiden dan perdana menteri mati dibunuh. Karena masyarakat seperti 
begini, maka polisi pun seperti begitu. "Ini begini, karena itu 
begitu. Ini seperti begini karena itu seperti begitu." Suatu 
masyarakat yang penuh kekerasan menciptakan polisi-polisi yang penuh 
kekerasan. Suatu masyarakat yang ketakutan menciptakan polisi-polisi 
yang ketakutan. Memenjarakan kawanan polisi itu tidak menyelesaikan 
persoalan. Kita harus merubah masyarakat mulai dari akar-akarnya, 
yaitu kesadaran kolektif kita, tempat bersemayamnya energi 
ketakutan, keserakahan, dan kebencian kita.

Kita tidak bisa melenyapkan perang dengan melakukan demonstrasi yang 
dipenuhi kemarahan. Kita harus melakukan diet untuk diri sendiri, 
keluarga, dan masyarakat kita. Kita harus melakukannya bersama semua 
orang lainnya. Supaya bisa memperoleh program-program TV yang sehat, 
kita harus bekerja dengan para seniman, penulis, pembuat film, 
pengacara, dan legislator. Kita harus meningkatkan perjuangan ini. 
Meditasi seharusnya tidak dijadikan candu yang membuat kita lupa 
akan masalah-masalah nyata kita. Meditasi seharusnya menghasilkan 
kesadaran dalam diri kita, juga dalam keluarga dan masyarakat kita. 
Pencerahan haruslah kolektif agar kita dapat mencapai hasil. Kita 
harus menghentikan jenis-jenis pengonsumsian yang meracuni kesadaran 
kolektif kita.

Saya tidak melihat adanya cara lain kecuali mempraktikkan sila-sila 
bodhisatwa ini. Kita harus latih sila-sila ini sebagai sebuah 
masyarakat agar dapat menghasilkan perubahan-perubahan dramatis yang 
kita inginkan. Mempraktikkannya sebagai masyarakat hanya akan 
mungkin terjadi jika kita masing-masing bersumpah untuk 
mempraktikkannya sebagai seorang bodhisatwa. Persoalan sudah begitu 
dahsyat. Ia menyangkut mati hidupnya diri kita dan juga mati 
hidupnya spesies beserta planet kita. Ini bukanlah soal menikmati 
segelas anggur. Jika anda berhenti minum segelas anggur, anda telah 
melakukannya untuk seluruh masyarakat. Kita tahu Sila Kelima adalah 
persis sama dengan Sila Pertama. Saat anda mempraktikkan tidak 
membunuh dan anda tahu bagaimana melindungi kehidupan bahkan 
kehidupan binatang yang sangat kecil sekalipun, anda menyadari bahwa 
memakan lebih sedikit daging berkaitan dengan latihan sila tersebut. 
Jika anda belum dapat sepenuhnya berhenti makan daging, paling tidak 
anda berusaha mengurangi makan daging. Jika anda mengurangi makan 
daging dan minum minuman beralkohol sebanyak 50% saja, anda telah 
melakukan suatu keajaiban; tindakan itu saja telah dapat 
menyelesaikan masalah kelaparan di Dunia Ketiga. Mempraktikkan sila-
sila ini adalah berusaha maju setiap hari. Itulah sebabnya pada saat 
upacara pembacaan sila, kami selalu menjawab dengan bernafas secara 
mendalam, pertanyaan tentang apakah kami telah berupaya untuk 
belajar dan mempraktikkan sila. Itulah jawaban terbaik. Bernafas 
secara mendalam mengartikan bahwa saya telah berusaha, tapi saya 
dapat melakukannya dengan lebih baik lagi.

Sila Kelima dapat seperti itu juga. Jika anda belum dapat berhenti 
minum sepenuhnya, paling tidak berhentilah hingga tiga perempatnya. 
Perbedaan antara Sila Pertama dan Kelima adalah alkohol tidak sama 
dengan daging. Alkohol bersifat kecanduan. Satu tetes akan membawa 
ke tetes berikutnya. Itulah sebabnya anda didorong untuk berhenti 
minum bahkan segelas saja. Gelas pertama dapat membawa pada gelas 
kedua. Walaupun semangatnya sama seperti Sila Pertama, tapi anda 
sangat-sangat dianjurkan untuk tidak minum gelas anggur pertama. 
Kala anda melihat kita berada dalam bahaya besar, menghindari minum 
gelas anggur pertama merupakan manifestasi pencerahan anda. Anda 
lakukan itu untuk kita semua. Kita harus memberikan teladan pada 
anak-anak kita dan para sahabat kita. Ditayangkan dalam TV 
Perancis "Minum segelas tidak masalah, tiga gelas akan membawa 
bencana." Mereka tidak mengatakan gelas pertama membawa pada gelas 
kedua dan gelas kedua membawa pada gelas ketiga. Mereka tidak 
mengatakan demikian, karena mereka termasuk dalam kebudayaan minum 
anggur. Di Plum Village sini, di wilayah Bordeaux Perancis, kami 
dikelilingi oleh produsen anggur. Banyak tetangga kami yang terkejut 
mengetahui kami tidak mengambil keuntungan dari menetap di wilayah 
sini, sebaliknya, malah menjadi satu kantung resitensi [yang 
memperjuangkan tidak minum anggur]. Harap bantulah kami.

Ketika masih samanera, saya belajar bahwa dari waktu ke waktu kami 
harus menggunakan alkohol untuk menyiapkan obat. Ada begitu banyak 
akar-akaran dan herbal yang harus direndam dalam alkohol agar 
berkhasiat. Dalam kasus seperti ini, alkohol diijinkan. Setelah 
herbalnya siap, kami menaruh ramuan itu ke dalam panci dan 
merebusnya. Setelah itu ramuan tersebut tidak akan memiliki efek 
memabukkan. Jika anda gunakan alkohol untuk masak, hasilnya mungkin 
sama. Setelah makanan dimasak, alkoholnya tidak akan memiliki sifat 
memabukkan lagi. Kita tidak boleh berpikiran sempit mengenai hal ini.

Tak ada seorang pun yang dapat mempraktikkan sila secara sempurna, 
termasuk Buddha. Makanan-makanan vegetarian yang dipersembahkan 
kepada Beliau tidak sepenuhnya vegetarian. Sayuran yang direbus 
mengandung banyak bakteri yang sudah mati. Kita tidak bisa 
mempraktikkan Sila Pertama ataupun sila-sila lainnya secara 
sempurna. Tapi, karena bahaya yang nyata dalam masyarakat kita  -  
alkoholisme telah menghancurkan begitu banyak keluarga dan telah 
membawa begitu banyak ketidak-bahagiaan   kita harus melakukan 
sesuatu. Kita harus hidup dalam cara yang akan melenyapkan kerusakan 
semacam itu. Itulah sebabnya, meskipun anda sangat sehat karena 
setiap minggu minum segelas anggur, saya tetap mendesak anda dengan 
seluruh kekuatan yang saya miliki untuk melepaskan segelas anggur 
itu.

Saya juga hendak mengatakan sesuatu mengenai tidak menggunakan 
narkoba. Seperti alkohol yang telah menjadi wabah satu generasi, 
narkoba adalah wabah yang lain. Seorang gadis belia di Australia 
memberitahukan saya bahwa dia belum pernah kenal siapa pun dalam 
kelompok usianya yang tidak menggunakan salah satu jenis narkoba. 
Seringkali muda-mudi pemakai narkoba datang ke pusat-pusat meditasi 
untuk mengatasi masalah tentang menghadapi hidup sebagaimana ia 
adanya. Seringkali mereka adalah orang-orang yang berbakat dan 
sensitif  pelukis, penyair, dan penulis  dan karena kecanduan 
narkoba, sedikit banyak, mereka telah merusak sel-sel otak mereka. 
Ini berarti mereka sekarang memiliki sedikit stabilitas atau 
kekuatan untuk bertahan dan cenderung mengalami susah tidur dan 
mimpi buruk. Kami lakukan apa yang dapat kami lakukan untuk 
mendorong mereka agar mampu bertahan menyelesaikan suatu masa 
latihan di pusat meditasi, tapi, karena mereka sangat mudah 
kehilangan arah, mereka cendurung minggat manakala keadaan menjadi 
sulit. Mereka yang sudah ketagihan narkoba butuh disiplin. Saya 
tidak yakin pusat meditasi seperti Plum Village adalah tempat yang 
terbaik untuk menyembuhkan para korban kecanduan narkoba. Saya pikir 
para pakar dan spesialis dalam bidang ini lebih dilengkapi hal-hal 
yang dibutuhkan daripada kami. Pusat meditasi seharusnya dapat 
menerima para pendidik dan spesialis kecanduan narkoba, serta para 
korban kecanduan narkoba untuk mengikuti kursus singkat meditasi 
yang dapat membuat berbagai sumber daya meditasi tersedia di tempat 
yang benar-benar membutuhkannya.

Latihan yang kami tawarkan adalah Sila Kelima, untuk terlebih dulu 
mencegah orang jatuh ke dalam pemakaian narkoba. Orang tua terutama 
perlu tahu makanan spiritual apa yang akan diberikan pada anak-anak 
mereka. Seringkali, anak-anak merasa kelaparan secara spiritual 
akibat cara pandang orang tua mereka yang sepenuhnya materialistik. 
Orang tua tidak mampu menurunkan kepada anak-anak mereka nilai-nilai 
dari warisan spiritual mereka, sehingga anak-anak itu berusaha 
mencari pemenuhan dari narkoba. Narkoba terlihat seakan-akan menjadi 
satu-satunya solusi manakala para guru dan orang tua kering secara 
spiritual. Orang muda perlu menyentuh perasaan sejahtera yang 
tertanam jauh di dalam diri mereka tanpa harus menggunakan narkoba 
dan ini merupakan tugas para pendidik untuk membantu mereka 
menemukan makanan spiritual dan kesejahteraan. Namun, jika para 
pendidik juga belum menemukan sumber makanan spiritual bagi dirinya 
sendiri, bagaimana mungkin mereka dapat menunjukkan muda-mudi itu 
bagaimana menemukan makanan spiritual tersebut?

Sila Kelima memberitahu kita untuk menemukan makanan spiritual yang 
baik, bukan hanya untuk diri kita, tapi juga untuk anak-anak kita 
dan generasi mendatang. Makanan spiritual yang baik dapat ditemukan 
pada rembulan, bunga-bunga yang sedang bermekaran di musim semi, 
atau di dalam mata seorang bocah kecil. Latihan meditasi paling 
mendasar tentang menyadari tubuh, pikiran, dan dunia kita dapat 
membawa kita ke dalam keadaan yang jauh lebih kaya dan terpenuhi 
daripada yang dapat dilakukan narkoba. Kita dapat merayakan berbagai 
suka cita yang tersedia dalam kesenangan-kesenangan yang paling 
sederhana.

Pemakaian alkohol dan narkoba sedang menimbulkan kerusakan yang 
begitu dahsyat pada masyarakat dan keluarga kita. Pemerintah-
pemerintah berusaha keras untuk menghentikan lalu lintas narkoba. 
Mereka menggunakan pesawat terbang, senjata api, dan pasukan untuk 
melakukannya. Kebanyakan orang tahu betapa merusaknya penggunaan 
narkoba tapi mereka tidak mampu menahannya, karena ada begitu banyak 
rasa sakit dan kesepian dalam diri mereka, dan pemakaian alkohol 
serta narkoba membantu mereka sementara melupakan derita mereka yang 
dalam. Begitu orang kecanduan alkohol dan narkoba, mereka bisa 
melakukan apa saja untuk mendapatkan narkoba yang mereka butuhkan  
berbohong, mencuri, merampok, atau bahkan membunuh. Berusaha 
menghentikan lalu lintas perdagangan narkoba bukanlah cara terbaik 
untuk mencegah masyarakat dari pemakaian narkoba. Cara terbaik 
adalah mempraktikkan Sila Kelima dan berusaha membantu yang  lain 
mempraktikkannya.

Mengonsumsi secara penuh kesadaran adalah cara cerdas untuk berhenti 
memasukkan berbagai jenis racun ke dalam kesadaran kita dan mencegah 
penyakit itu melumpuhkan. Belajar seni menyentuh dan memasukkan 
elemen-elemen yang menyegarkan, menumbuhkan, dan menyembuhkan adalah 
cara untuk memulihkan keseimbangan kita dan merubah rasa sakit dan 
rasa kesepian yang sudah ada di dalam diri kita. Untuk melakukan 
ini, kita harus berlatih bersama. Latihan mengonsumsi secara 
berkesadaran seharusnya menjadi kebijakan nasional. Ia seharusnya 
dinyatakan sebagai pendidikan perdamaian sejati. Orang tua, guru, 
pendidik, dokter, terapis, pengacara, novelis, reporter, pembuat 
film, ekonom, dan legislator harus berlatih bersama. Harus ada cara 
mengorganisir latihan macam ini. 

Latihan perhatian penuh membantu kita menyadari apa yang sedang 
terjadi. Begitu kita mampu melihat secara mendalam derita dan akar 
penderitaan, kita akan termotivasi untuk bertindak, untuk berlatih. 
Energi yang kita butuhkan bukanlah perasaan takut atau marah 
melainkan pengertian dan kasih sayang. Orang-orang yang sedang 
menghancurkan dirinya sendiri, keluarga, dan masyarakatnya dengan 
meracuni dirinya tidak melakukannya dengan sengaja. Rasa sakit dan 
kesepian mereka begitu menghimpit dan mereka ingin melarikan diri. 
Mereka perlu ditolong, bukan dihukum. Hanya pengertian dan kasih 
sayang di tingkat kolektiflah yang dapat membebaskan kita. Latihan 
Panca Sila yang Menakjubkan adalah latihan perhatian penuh dan kasih 
sayang. Agar masa depan masih mungkin bagi anak-anak kita dan anak-
anak mereka, kita harus berlatih. [SELESAI]







** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke