Minggu, 17 Juli 2005

Petugas Tramtib dan PKL di Sekitar Senen Bentrok
Petugas Terprovokasi dan Membalas Lemparan

Oleh: Nawa Tunggal

Jakarta, Kompas - Ratusan petugas Dinas Ketentraman, Ketertiban, dan Perlindungan Masyarakat dibantu puluhan polisi, Sabtu (16/7), bentrok dengan puluhan pedagang kaki lima yang menolak penggusuran dari sekitar jembatan layang Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Bentrokan itu mengakibatkan beberapa petugas maupun orang lain di lokasi tersebut terkena lemparan batu dan kayu, termasuk Junaedi, pengemudi kru SCTV yang berada di lokasi. Junaedi terkena pecahan batu konblok di kepala bagian belakang. Diduga, batu itu dilemparkan salah satu petugas Dinas Ketentraman, Ketertiban, dan Perlindungan Masyarakat (Tramtib dan Linmas). Junaedi selanjutnya dirawat di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat Gatot Soebroto.

Menurut Kepala Operasional Sopir SCTV Mohammad Teguh Syaifulloh, bagian belakang kepala Junaedi telah diperiksa dan tak terjadi keretakan.”Junaedi mengatakan, sewaktu melintas di kerumunan pedagang kaki lima (PKL), tiba-tiba kepalanya terhantam benda keras. Lalu, pandangannya gelap seketika dan ia terjatuh,” kata Teguh.

Dugaan pelemparan batu oleh petugas Tramtib yang mengenai kepala Junaedi itu diperkuat dengan keterangan Rizal, warga Tanjung Priok, Jakarta Utara. Rizal mengemukakan kepada Kompas di lokasi kejadian bahwa ia melihat sendiri seorang petugas Tramtib melempar batu dan mengenai kepala Junaedi.

”Ketika petugas Tramtib itu mengetahui batu yang dilemparkan mengenai Junaedi, ia langsung mundur ke belakang barisan,” kata Rizal.

Rizal sedang berkunjung ke Plasa Atrium Senen kemudian tertarik melihat keributan antara ratusan petugas dan para PKL. Saat itulah dia melihat petugas melempar batu.

Terprovokasi

Dalam pemantauan Kompas, bentrokan itu terjadi karena para petugas Tramtib terprovokasi oleh para PKL yang memaksa akan menggelar kembali lapak- lapak dagangannya. Untuk itu mereka sengaja melempari para petugas. Mendapat lemparan batu dan kayu, para petugas itu pun membalas sehingga kondisinya menjadi ribut.

”Pukulan membalas oleh petugas itu tak dibenarkan. Seharusnya, petugas hanya bertahan dari serangan-serangan,” ungkap Kepala Kepolisian Sektor Metropolitan Senen Komisaris Eddy Haryanto di lokasi kejadian.

Kepala Kecamatan Senen Rachmat Sidik yang juga berada di lokasi kejadian membantah dirinya telah memberikan perintah langsung kepada petugas Tramtib untuk membalas lemparan ke arah PKL.

Para PKL di kolong jembatan layang Pasar Senen dan sekitarnya itu digusur pada Kamis dini hari lalu. Setidaknya, sekitar 80 PKL kehilangan mata pencaharian dengan berdagang di tempat tersebut.

Sepanjang hari Jumat dan Sabtu petugas Tramtib bersiaga selama 24 jam untuk mencegah para PKL kembali berdagang di wilayah tersebut.

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Dadang Effendy menolak istilah penggusuran karena itu merupakan operasi penertiban sebelum dilakukan pembangunan tembok di kolong Jembatan Layang Senen.


Start your day with Yahoo! - make it your home page

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke