John Robin anak tukang es

Artikel dibawah ini dikutip dari  "The Leadership Challenge", oleh 
James M. Kouzes dan Barry Z. Posner (penerbit John-Wiley & Sons 
Inc., 2002; edisi Indonesia oleh Erlangga) :

Ketika membahas daftar pemimpin yang paling dikagumi, pembicaraan 
kita berlangsung seperti ini:
Jim     : Menurut saya kepemimpinan berawal dari ketidakpuasan.
Barry   : Itu alasan yang terlalu menyedihkan bagiku. Saya pikir 
kepemimpinan berawal dari rasa peduli.
Jim     : Baiklah, kalau begitu mari kita lihat kata `peduli' di 
kamus.

Kami mengambil kamus (Merriam-Wester's Collegiate Dictionary, 10th 
ed.) dari rak buku dan membukanya pada bagian kata `peduli (care).'  
Arti yang pertama adalah: "penderitaan pikiran: kesedihan." Itulah 
artinya. Penderitaan dan perhatian, ketidakpuasan dan keprihatinan.  
(LL Note:  Jadi untuk menjadi `peduli', dimulai dengan kesadaran dan 
kenyataan bahwa Dukha itu ada.)

… Disinilah awal perjalanan pemimpin untuk menemukan suara hati 
mereka sendiri.  Untuk menemukan suara hati, anda harus melakukan 
perjalanan ke tempat-tempat terdalam di hati dan diri anda. Anda 
harus tahu apa yang anda pedulikan. Mengapa?  Karena anda bisa 
menjadi diri anda sendiri ketika memimpin orang di dasarkan pada 
prinsip-prinsip yang paling berarti bagi anda. Jika tidak, anda 
hanya berakting. 

Jawaban dari pertanyaan tentang nilai-nilai hanya akan datang jika 
anda bersedia melakukan perjalanan memasuki wilayah di dalam diri – 
perjalanan yang mengharuskan terbukanya semua pintu yang sebelumnya 
masih tetutup, berjalan di ruang-ruang gelap yang menakutkan, serta 
menyentuh api (didalam diri) yang dapat membakar. Namun akhir dari 
itu semua adalah kebenaran.

John Robbins tahu betul suka-dukanya melakukan penjelajahan ke dalam 
diri sendiri. Ia adalah pendiri EarthSave International dan pemimpin 
Youth for Enviromental Sanity (YES!).  Ia bertugas sebagai petinggi 
dari banyak organisasi nirlaba yang berdedikasi untuk menangulangi 
kelaparan di dunia serta kesehatan dan kesejahteraan semua mahluk 
hidup, baik itu hewan maupun manusia. Ia juga pengarang dua buku 
yang sangat laris, "Diet for a New America' dan `The Food 
Revolution'.  Namun perannya sebagai pemimpin pergerakan ini bukan 
jalur yang pada awalnya ia jalani.

Sewaktu kecil, John dibesarkan untuk menjadi CEO/bos-nya `Baskin-
Robbins', perusahaan es krim yang didirikan oleh ayah dan pamannya.  
Sebagai  seorang pria muda, ia terbiasa mengepak es-krim, 
menyusunnya ke dalam truk, mengurus usaha waralaba, 
memasarkan/menjual produk-produknya, dan mengerjakan berbagai aspek 
lain bagi perusahaan yang pada saat itu merupakan perusahaan es-krim 
terbesar di dunia. Namun ada sesuatu yang mengganjal di dalam 
dirinya, bahkan itu terjadi di masa-masa mudanya, yang menimbulkan 
ketidaknyamanan yang semakin meningkat terhadap rencana karirnya.

John mulai mempertanyakan filosofi perusahaan dan menemukan bahwa 
hal tersebut tidak sejalan dengan "sesuatu di dalam diri saya yang 
amat penting untuk dihargai." Dan saya tidak memiliki kosa kata yang 
tepat untuk memahami dan mengekspresikannya.  Baru ketika duduk di 
bangku kuliah, Ia mulai mengembangkan kata-kata yang dapat 
mengekspresikan suaranya sendiri. Ia berkesempatan untuk mendengar 
dan berdemonstrasi bersama Dr. Martin Luther King Jr. dan melakukan 
protes terhadap perang Vietnam. Ini adalah arah yang amat berbeda 
dengan apa yang ia ketahui selama ini sebagai seorang anak tumbuh 
besar di California selatan. Namun, dibandingkan apa yang ia lakukan 
setelah lulus kuliah, aktifitas ini bukanlah yang paling radikal. 
Apa yang ia lakukan berikutnya barulah membuat teman-teman dan 
keluarganya terkejut.

Kala itu John bercakap-cakap dengan ayahnya, menyatakan 
keprihatinannya mengenai jurang pemisah antara si kaya dan si 
miskin, mengenai semakin rusaknya lingkungan hidup, dan kehidupan 
dibawah ancaman nuklir. Lalu ia berkata, "Apakah ayah memahami, 
bahwa bagi saya, setelah merasakan persoalan-persoalan semacam ini 
sedalam yang saya rasakan, menciptakan rasa es-krim ke tiga-puluh-
dua belumlah cukup untuk menjadi alasan hidup."

Ia memutuskan bahwa satu-satunya jalan yang dapat diambilnya untuk 
memenuhi kata-hatinya adalah memutuskan ikatan dengan keluarga 
sepenuhnya. Ia tidak hanya keluar dari jalur suksesi perusahaan, ia 
juga menolak segala bentuk warisan dan dana perwalian. Ia kemudian 
menetapkan hati untuk melakukan pencarian diri. Setelah itu, John 
dan istrinya, Deo, menghabiskan waktu 10 tahun tinggal di sebuah 
kabin kayu yang terdiri dari satu kamar di pulau Salt-Spring di 
pesisir British-Columbia (LL Note: negara bagian di Kanada). Mereka 
hidup dengan anggaran $1000 per tahun, bercocok tanam untuk memenuhi 
kebutuhan pangan mereka, dan bergantung sepenuhnya pada diri-sendiri 
dan tanah yang mereka tempati. Mereka bermeditasi, yoga, dan 
berkebun. Dan, seperti apa yang John katakan, "Saya harus menemukan 
landasan hidup saya sendiri serta kosa-kata yang tepat untuk 
berpikir mengenai hidup dan diri-sendiri."

Selama sepuluh tahun proses pencarian tersebut, John mulai hidup 
dengan nilai-nilainya, dan hal ini mencapai puncak dengan 
dipubikasikannya `Diet for a New America'. Ia juga  memulai sebuah 
program yang memasyarakat yaitu rekomendasi atas pilihan-pilihan 
yang lebih sehat dalam hal konsumsi makanan dan demi kesejahteraan 
semua mahluk hidup.  Ia mulai berbicara mengenai bagaimana binatang 
diperlakukan ketika dipersiapkan sebagai hidangan di atas meja-
makan, dan bagaimana kita semua dapat membuat pilihan lain ketika 
kita berbelanja dan makan. Ia menjadi aktif dalam perbincangan dan 
tindakan yang ditujukan untuk menolong penderitaan orang miskin, dan 
mengetengahkan bagaimana kebiasaan makan kita dapat memperbesar 
terjadinya kekurangan pangan. Semua ini, berasal dari seorang yang 
dulunya adalah anak orang kaya yang tumbuh dari menjual es-krim. 







** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke