Note: forwarded message attached.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--- Begin Message ---
Memberi Kepada Yang Kecil
Berbagai penelitian mengatakan bahwa sistem pendidikan kita di
Indonesia
sejak SD sampai S1 tanpa disadari membuat kita melatih diri untuk
selalu
bersaing dengan orang lain atau berkompetisi. Hal ini akan
menjadikan kita
manusia egois atau lebih mementingkan diri sendiri.
Hal ini akan tercermin dalam kehidupan kita sehari-hari baik di
rumah,
diperusahaan ataupun di kehidupan sosial bermasyarakat. Pertanyaan
yang
sering muncul di benak kita adalah: "Apa yang bisa saya dapatkan dari
kegiatan ini ?" Padahal hukum alam mengajarkan bahwa: Kita akan
menuai apa
yang kita tanam. Kita tanam jagung, kita menuai jagung. Kita tanam
kebaikan, kita menuai kebaikan. Kita memberi kebaikan, kita menerima
kebaikan. Kita memberi pujian, kita menerima persahabatan. Namun
sebagai
manusia dewasa, tidaklah bijaksana jika kita hanya menyalahkan sistem
pendidikan kita. Toh, hal tersebut sudah berlalu. Yang jauh lebih
penting
adalah merubah cara pikir ke "Apa yang harus kulakukan di masa
mendatang?" Mengutip kalimat bijak dari para filosof kuno: Jauh
lebih
baik kita menyalakan lilin dari pada memaki kegelapan.
Langkah selanjutnya ? Coba latihan berikut:
1. Tukarkan budget dana sosial ke mata uang yang lebih kecil,
misalnya
budget Anda untuk sekali sumbang ke institusi sosial adalah Rp.
100.000,-
Tukarkan ke mata uang Rp. 10.000,- sebanyak 10 lembar. Jadi jika
dengan
mata uang Rp. 100.000,- Anda hanya melakukan sekali sumbangan, maka
sekarang dengan mata uang Rp. 10.000,- Anda harus melakukan 10 kali
kegiatan menyumbang.
2. Bagikan uang Rp. 10.000,- tadi ke 10 orang yang Anda rasa mereka
SANGAT
memerlukannya, misalnya: - Pembantu atau Sopir Anda - Tukang parkir -
Tukang semir sepatu - Tip saat makan di restoran - Pengamen di lampu
merah
- Office Boy di kantor - Tukang Taksi, Bajaj atau Ojek - Atau siapa
saja
yang Anda ingin berikan
3. Perhatikan kegembiraan wajah mereka saat menerima uang 'kaget'
Anda
tersebut, sungguh suatu suasana yang membuat hati kita menjadi
terharu.
Sungguh hidup ini menjadi berguna rasanya... Dan janganlah kaget
kalau
suatu saat Anda akan menerima suatu "rejeki" yang sangat berlimpah!
Buktikan sendiri...
-Krishnamurti-
"Jangan Tunggu Kondisi Membaik, Lakukan Sesuatu, Agar Kondisi
Membaik..."
Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)
--- End forwarded message ---
--- End Message ---