|
Kepada para calon Buddha, teman2 se Dharma (yang sama2
mempelajari Dharma).
Beberapa waktu y.l.saya pernah membaca di millis kita ini
cerita tentang pemerasan oleh orang2 di Nias terhadap orang yang minta tolong
dibebasakan dirinya dari reruntukan rumahnya,ia terjepit tidakbisa keluar.
Ia dimintai uang 10 juta dan terjadi tawar menawar.Suatu fakta yang tidak
manusiawi.
Ada tambahan lagi dalam milis itu, bahwa tentara kita telah
memisahkan pengungsi itu menjadi 2 grup: satu grup masyarakat
keturunan TH dan satu grup lagi masyarakat pribumi dan yang ditolong dulu adalah
masyarakat pribumi, sedang masyarakat TH itui dimintai uang baru mau
ditolong.
Ketika saya menghadiri acara sejuta pelita sejuta harapan di
Borobudur, saya bertemu dengan tokoh Buddhist di pulau Nias
tersebut dan cerita diatas itu saya sampaikan kepada beliau. Jawaban yang beliau
berikan tersebut sangat melegakan. Katanya cerita itu TIDAK BENAR SAMA SEKALI.
Ia sebagai tokoh Buddhist disana, telah bertindak sebagai ketua pelaksana
pembagian bantuan baik itu yang melalui TNI maupun melalui badan2 lain dan dia
tahu semua pelaksanaan bantuan tersebut diketahui olehnya. Jadi tidak ada sama
sekali hal2 tersebut diatas.
Penjelasan beliau ini melegakan hati kita. Rupanya manusia di
Nias itu tidak sekejam seperti yang diceritakan itu. Kita jangan cepat2
terprovokasi, menyangka-nyangka kejelekan orang lain itu juga karma buruk.
Mettacittena. Pisi Lukitto.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** YAHOO! GROUPS LINKS
|
