|
janganlah menyalahkan agama lain kalau ada umat
Buddha yang pindah agama. tapi marilah kita bercermin dan lihat apa yang telah
kita berikan untuk agama kita. apakah hanya debat kusir dengan segudang teori,
omongan dan ajakan ? terutama mereka yang kepalanya udah gundul?
(maaf saya hanya meminjam alamat email
ini)
----- Original Message -----
Sent: Sunday, August 07, 2005 9:42
PM
Subject: Re: [Dharmajala] Rapuh
On 8/6/05, virion
<[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
--- Feri Liberson <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> saya baru saja bergabung dalam komunitas kristen >
selama 3 minggu ini. * komunitas kristen mana maksud anda?
retret yah?
Komunitas Kristen yang saya maksud adalah komunitas muda-mudi
Kristennya.
> DAn dis ana sungguh berbeda dengan komunitas >
Buddhist. * ya jelas bedalah, buddhis ama kristen beda dong
:p
> > Saya mendapatkan sambutan yang ramah ,
persahabatan > yang tulus, pengabdian > dan Kepedulian dari
mereka. * oh ya? hati2 lho, jgn2 ramah itu singkatan lagi
"rajin menjamah" hehe org2 kristen kan suka "menjamah", walaupun
tampak dpn baek tapi sebenarnya mrk itu sangat mengharapkan kita masuk
kristen...
Mereka mendapatkan perubahan diri dan kebahagiaan setelah
memeluk Kristen. Wajar aja kalo mereka ingin membagi nya dengan orang lain
karena mereka YAKIN bahwa ajaran mereka dapat membahagiakan semua
orang.
Bagaimana dengan kaum Buddhist? kebanyakan tidak yakin dan tidak
berani dan tidak mau untuk menyebarkan Dhamma .
Kebanyakan kaum
Buddhist sombong dan cenderung memikirkan dirinya sendiri. Mungkin ini akibat
dari pemahaman sempit mereka mengenai konsep karmamu kamu yang nanggung,
karmaku aku yang tanggung. .
> > Saya juga menemukan banyak praktek nyata yang
telah > dilakukan oleh mereka : > mendirikan sekolah2 untuk
kaum miskin , menolong > fakir miskin, membuat panti > jompo
dan asuhan dsbnya. * yayasan tzu chi(salah satunya) juga suka
menolong yg kurang beruntung
itu kan cuman satu yayasan aja dari sekian banyak Yayasan
Buddhist. Bandingin dengan yayasan Kristen yang jumlahnya berjibun dan aktif
dalam menyokong pendidikan, bantuan kemanusiaan dsbnya.
> > Yang menarik, banyak dari mereka dulunya
beragama > buddha ( sembahyang ke > klenteng dan vihara ) .
sayang dulu sifat mereka > jelek : suka merokok, > nonton film
porno, bicara kotor, menipu, dsbnya. * wah bagi saya pribadi
itu sembayang klenteng itu bukan buddhis deh...itu buddhis-buddhisan
hehe wah kalo kebiasaan2 buruk begitu bisa berubah setelah masuk
kristen mah akan saya relakan dia msk kristen
Menurut kamu sembahyang klenteng itu bukan buddhis, tapi
menurut mereka ( yang pindah ke Kristen ) sembahyang klenteng itu sudah bisa
dibilang Buddhist. Apa kamu bisa mencegah dan melarang mereka berpendapat
seperti itu?
]
> ada juga bekas buddhist yang berasal dari keluarga >
broken home sehingga > menyebabkan dia depresi, rendah diri. Sejak
dia > mengenal kristen, dia > menjadi lebih ceria, lebih
optimis memandang hidup , > dan dapat menghilangkan >
depresinya. * ini mah karena org kristen itu aktif mencari
"mangsa", selain kasus beginian, pernah ga dgr ttg umat buddha yg lagi
sakit tapi tidak ada (tmn2 buddhis) yg menjenguk. trus ada tmnnya yg
kristen bawa2 pendeta segala buat "menyembuhkan". begitulah
kira2.
Makanya jadi orang Buddhist jangan egois, kalo ada yang
sakit, ikut jenguk donk... jangan terlalu memandang sempit konsep
karma.. Di KMB kita aja kan, kalo ga ada
iming-iming karma baik, kebanyakan mahasiswanya ga akan mau melakukan kegiatan
kemanusiaan -_- ' menyedihkan sekali..
di komunitas kristen yang
saya temui itu, mereka aktif menolong orang lain, karena mereka ingin orang
tersebut ikut merasakan kebahagiaan yang mereka lakukan.
nb: PPD KMBD aku kemungkinan besar ga ikut , kerja
sich >.< -- Rien ne se cree, rien ne se perd
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
|