|
Sekuntum teratai buat rekans semua, Mulianto nulis: ... jadi mau selesai dengan cara damai..dan tentu nya lebih besar dari nilai denda standartnya...jadi.. kita ini ga
berani.. dan juga mungkin ga jelas hukumnya... ga ada yang tau setiap pelanggarn lalu lintas...itu dia masalahnya... Yuni wrote: > Saran saya, jika anda mengalami kejadian serupa dengan saya,
jangan > ragu-ragu untuk bilang "YA SUDAH PAK, SAYA DITILANG SESUAI
PROSEDUR > SAJA." (bila alasan penilangan jelas) dan katakan akan
mengurus di > pengadilan (tempatnya gak jauh kok dari terminal F) karena selain
anda > membantu petugas menegakkan hukum, kita juga tidak memberi
kesempatan > para oknum menjamur di bandara Soekarno Hatta. > > Kadang-kadang kita perlu berjuang dalam menghadapi masalah kita,
dan > apabila kita yakin dan kita benar.. jangan ragu-ragu untuk > mempertahankannya. > Susilo di milis tetangga nulis: "Korupsi bersumber dari ketidaktaatan pada peraturan. Dan anak
yang lahir dari korupsi adalah premanisme. Preman Jepang, karena Preman Indonesia melakukan semuanya kasat mata dan vulgar, sedangkan mafia melakukan praktek kotor di balik layar dan tidak kasat mata." Itu baru soal PARKIR, tilang. Yang lainnya adalah soal: buat KTP, bikin
SIUP, NPWP, urusan pajak, beli rumah(bikin sertifikat tanah), terlalu banyak
kalau disebutkan hal-hal yang PASTI dan HARUS kita hadapi dan jalani. Yaitu berurusan
dengan aparat yang SDM nya masih lemah. Itu sudah diakui Men PAN, sampai
mengeluarkan Juklak untuk meningkatkannya. Dan mengharapkan partisipasi
masyarakat untuk membenahinya; untuk bisa mewujudkan good governance. Bahwa
untuk perbaikan, Butuh partisipasi kita semua. Kita tak bisa hanya pasif dan
menuntut agar aparat baik, jujur, bersih. Butuh dorongan kita juga. Butuh partisipasi
pengawasan kita juga. Sudah SDM nya lemah, ditambah lagi sikap arogansi. Bahwa pelayanannya
(istilahnya aja INSTANSI PELAYANAN PUBLIK, tapi sikapnya ada yang kayak BOSS)
hanya bisa kita dapat dari kantor tersebut, membuat mereka merasa menjadi
sangat amat penting. Jual mahal. Yang jadi korban adalah kita, masyarakat awam.
Sudah bayar, bukan gratis, yang kita peroleh hanya pelayanan yang kurang
memuaskan, ditambah pungli lagi. Yang menderita akibat hal-hal di atas bukan satu dua pribadi, atau
kelompok, tapi hamper semua rakyat Apakah masalah ini di luar topic milis ini? Saya sendiri buta hukum, tapi sedang berusaha berjuang mencoba untuk
belajar. Mestinya topic ini sangat baik dan penting bagi kita semua, karena
akan sangat membantu banyak orang atas ketidakadilan sekaligus sebagai bentuk partisipasi
kita mewujudkan good governance. Pemerintahan yang bersih dari KKN. Partisipasi
kita dalam hal ini, menurut saya, adalah karma baik yang sangat besar. Yang
kita bantu dan tolong bukan perseorangan atau kelompok, tapi BANGSA Seperti kata rekan Yuni, ini BUTUH PERJUAANGAN dan pengorbanan! Saya
sendiri anggap ini sambil menyelam minum air. Menyelesaikan masalah sendiri
sambil beramal. ;-) Dan…. sekarang jaman reformasi, sikap-sikap arogan tersebut
sesungguhnya sudah mulai diantisipasi. Nah, adakah rekans di sini yang tertarik membahas soal ini? Atau dimana
tempat diskusi, milis atau situs untuk memberdayakan masyarakat plus cara berpartisipasi
dalam mewujudkan good governance? Alamat penting yang sudah saya tahu: Peraturan yang perlu kita tahu: Peraturan Men PAN soal PELAYANAN PUBLIK. Situs Men PAN belum ketemu,
tapi peraturannya bisa dicari di: Dan perlu saya ingatkan
lagi, saya buta hukum, apa yang saya tulis HANYA pengalaman pribadi. Apakah benar atau salah, saya sendiri tidak tahu.
Saya tulis sekedar sharing, bukan untuk diikuti. Untuk melangkah, ANDA MESTI
HATI2, dan berkonsultasi dengan yang mengerti hukum dulu. Apa langkah Anda, itu tanggung jawab Anda sendiri. Mohon Maaf dan dimaklumi. Dan, bila kita konsultasikan ke: =Pengacara, mungkin ia menyatakan agar kita tuntut saja. =Tukang santet, ia akan sarankan pada kita agar lawan kita disantet
aja. = Intinya, saran dan petunjuk yang kita peroleh sering tergantung pada
kepentingan dan kemampuan orang yang kita mintai saran. Jadi, kita sendiri
mesti berpikir juga, belajar juga. Semoga bermanfaat. Salam metta, ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** YAHOO! GROUPS LINKS
|
