|
Tradisi Kepala pendeta merasa sangat terganggu dengan meongan kucing disekitar biara. Dia telah berusaha mengusir kucing-kucing liar tersebut dari sekitar biara, namun kucing-kucing tersebut akan kembali lagi. Kucing-kucing akan makin berulah saat seluruh pendeta harus berdoa, yang membutuhkan suasana yang khusuk. Akhirnya, kepala pendeta memelihara seekor anjing. Cukup efektif memang, karena anjing tersebut akan menghalau kucing-kucing yang datang. Karena pemikiran efektifitas, anjing diikat didepan pintu ruang doa, sehingga kucing-kucing enggan mendekat saat doa. Waktu terus berjalan. Kepala pendeta sudah tua, namun tradisi mengikat anjing di depan ruang doa masih berjalan. Anjing pun sudah berganti beberapa generasi sejak anjing pertama. Anjing yang saat ini ternyata lebih berisik, tapi para pendeta masih bisa mentolelir. Akhirnya kepala pendeta meninggal, digantikan oleh yang lain. Kepala pendeta yang baru juga mempertahankan tradisi memelihara anjing dan mengikatnya di depan ruang doa. Kali ini malah dengan beberapa ekor anjing dan tentunya dengan suara gongongan anjing yang lebih berisik. Beberapa ratus tahun kemudian - setelah pergantian beberapa kepala pendeta - tradisi mengikat anjing tetap berjalan. Tidak ada perubahan apapun. Yang berubah hanyalah tradisi berdoa. Kini dibuat peraturan baru : kehadiran anjing di depan ruang doa dan gongongannya menjadi suatu prasyarat doa yang khusuk dan benar ..... Dikutip dari buku Doa Sang Katak ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** YAHOO! GROUPS LINKS
|
- [Dharmajala] Tradisi Rudi
- Re: [Dharmajala] Tradisi Tirta D. Arief
