OK, sains bukan kebenaran sejati...
karena sering bisa dipatahkan, tapi setidaknya
kebenaran yang diajukan oleh sains dapat dibuktikan
dan dapat kita coba sendiri...pada satu saat... jika
bisa dipatahkan saya lebih suka menganggap itu sebagai
suatu kemajuan dan perkembangan

Cg ik

Apa yang dapat dibuktikan oleh sains masih belum sanggup menguak 
realitas sejati. Itulah sebabnya teorinya selalu mengalami revisi 
dan perkembangan. Memang boleh menganggap proses pengungkapan teori 
baru itu sebagai sebuah kemajuan dalam bidang sains. Namun sejauh 
masih dalam upaya menyingkap realitas sejati, maka dia hanya dapat 
disebut dalam perkembangan (kebenaran umum), bukan kematangan 
(kebenaran absolut).  


----------
apa yang dikatakan/diajarkan oleh Sang Buddha dapat
kita buktikan semua ?? apakah benar adanya nibanna ?
apakah benar adanya suatu tempat tanpa wujud ? apakah
dengan mencapai ke-Buddhaan seseorang tidak akan
dilahirkan dan menikmati penderitaan lagi ?? sudah ada
yang pulang dari sana trus kasih tahu ke kita ??

Cg ik
Kebenaran dari ajaran Buddha juga dapat dibuktikan dan justru harus 
kita coba sendiri. Yang menjadi persoalan adalah apakah kita telah 
mencobanya sendiri sesuai dengan apa yang disyaratkan oleh sang 
Buddha? Apakah kita telah mengikuti metode2 yang telah dinasihatkan? 
Ibarat kita ingin membuktikan asinnya air laut, maka kita harus 
mengikuti metode2nya yaitu dengan cara mencicipinya, jika kita hanya 
menyentuhnya atau menciumnya, maka tidak akan pernah terbukti karena 
bertentangan dengan metode yang dianjurkan. Demikian juga dengan 
ajaran Buddha, bahwa realitas sejati hanya dapat dibuktikan dengan 
cara mengikis noda-noda batin. Bukan sekedar dengan cara membaca 
kitab suci Buddha dan mencari-cari realitas sejati di sela-sela 
catatannya. 
Dengan memahami prinsip seperti ini, maka pertanyaan2 tentang apakah 
benar adanya nibbana, kelahiran kembali itu haruslah kita buktikan 
melalui usaha kita sendiri dengan mengikuti metode2 ajaran Buddha. 
Perlu diketahui bahwa nibbana itu bukanlah suatu tempat. Saya 
menjadi bertanya2 apakah bro Yamin tidak pernah membaca tentang 
konsep nibbana? Jika pernah maka tidak mungkin sampai membuat 
pertanyaan seperti ¡§sudah ada yang pulang dari sana trus kasih tahu 
ke kita?¡¨  
Bagaimanapun, metode pembuktian kebenaran itu tidak harus mengacu 
pada kriteria sains, karena sains masih dalam tahap perkembangan 
bahkan tidak sedikit kejadian-kejadian aneh di dunia ini sebagai 
fakta yang masih tidak sanggup dijelaskan oleh dunia sains.      
 
-----------          
Cg ik
apakah kita-kita dan Anda memiliki pijakan yang kokoh
atas teori Sang Buddha ? Setidaknya sains dapat
membuktikan teorinya ...


Meskipun belum sanggup merealisasikan kebenaran yang diajarkan oleh 
sang Buddha, saya pribadi memiliki pijakan yang cukup kokoh.. Sang 
Buddha telah mengungkapkan realitas sejati sekaligus memberi tahu 
kita tentang cara2nya. Saya memiliki keyakinan ini karena menyadari 
betapa erat kaitan antara emosional dan rasionalitas yang tersirat 
dalam ajaran Buddha. Semakin labil emosi kita maka semakin jauh kita 
dari sikap rasionalitas dan cara pandang kita terhadap fenomena 
dunia ini juga semakin takabur. Hal ini tidak sulit dipahami saya 
rasa. Itulah sebabnya sang Buddha mengatakan kita telah diracuni 
oleh keserakahan, kebencian dan kegelapan batin. Dalam istilah umum 
kita boleh mengatakan racun2 ini adalah emosi kita yang labil. 
Dengan kata lain, semakin kokoh emosi seseorang, semakin transparan 
penglihatannya terhadap realitas sejati. Pada tingkatan yang 
konvensional, hal ini tidak sulit kita buktikan sendiri. Contohnya, 
orang yang memiliki intelijensi emosi yang semakin tinggi akan dapat 
menangani sebuah masalah secara lebih baik dibandingkan yang E.Q nya 
rendah. Orang yang sakit jiwa tidak sanggup membedakan apa yang 
benar dan salah. Orang yang stress cenderung berpikiran tidak 
rasional, demikian juga dengan orang yang marah. Semakin tinggi 
kekuatan konsentrasi seseorang maka semakin peka dalam merasakan 
fenomena yang halus. Jadi dengan memahami prinsip2 seperti ini, maka 
walaupun kita belum sanggup membuktikan fenomena2 aneh dalam 
Buddhisme, namun indikasi bahwa hal2 seperti dapat dibuktikan 
melalui usaha penggodokkan batin seperti yang dipersyaratkan sang 
Buddha. Dari prinsip seperti ini, maka saya pribadi memiliki pijakan 
yang kokoh.      

Sedangkan sains yang sekarang walaupun dapat membuktikan teorinya 
namun dia masih dalam batas ketidaksanggupan mengungkapkan realitas 
sejati (dia masih terus mencari dan mencari)

-----------

dan lagi apakah dapat dibuktikan semua yang dikatakan
oleh Sang Buddha itu benar ?? atau kita hanya telan
bulat-bulat teori yang ada ??

Cg ik
Tidak sejauh kita tidak mengikuti kriteria yang dianjurkan.
Kita tentu tidak boleh telan bulat bulat. Telan sepotong sepotong 
bolehlah ƒº¡K (just kidding)
Ajaran Buddha berorientasi pada proses belajar. Seperti dalam 
sekolah, jika kita hanya telah bulat2 apa yang diajarkan sekolah, 
kita juga termasuk orang bodoh. Kadang buku teks pelajaran sekolah 
tidak sepenuhnya benar. Tetapi kita tetap harus menyelesaikan tugas 
belajar kita. Ajaran Buddha lebih terbuka, jika kita merasa ada yang 
tidak benar, kita boleh melepaskannya kapan saja terserah kita.  


--------


apakah dengan berbuat baik saya akan selalu
mendapatkan balasan yang baik-baik ?? (saya rasa tidak
deh)

Cg ik
menanam biji jambu akan menghasilkan buah jambu. Ini hukum alam. 
Demikian juga dengan perbuatan (kamma) itu. 
Tidak mendapat balasan baik? Sama seperti ada jambu yang kadang 
hasilnya malah asem banget, itu kenapa? Coba anda selidiki sendiri, 
hukum perbuatan juga memiliki prinsip seperti itu. Hanya saja 
perbuatan (kamma) itu tidak hanya  berkaitan dengan masa sekarang 
saja, masih ada kaitan masa lalu yang tak terbatas jauhnya. Jadi 
tidak sesederhana apa yang kita bayangkan.   
=---------

jenuh dengan kenikmatan indria ??
apa sih kategori orang seperti ini ?? Para Bhiksu ?
atau Para Arahat ? atau bahkan Buddha sendiri ?

Cg ik
Kategori nya adalah semua orang (siapa saja) yang menyadari makna 
dukkha secara lebih jernih. 

------ 

Kesannya untuk menjadi seorang umat Buddha kita harus
menjadi semacam dewa atau orang suci...
tidak bisakah kita menjadi seorang pengikut Ajaran
Buddha sejati sambil menjalani hidup ini, sambil
mencari nafkah, sambil menikmati perkembangan dan
kemajuan teknologi/ jaman ???

bukakah sering di kumandangan/di agungkan .. ajaran
Buddha adalah ajaran SEPANJANG MASA...

Cg ik
Demikiankah kesan anda? wah kalo gitu mungkin ada kesalahan dalam 
penjelasan saya. Tapi saya tidak bermaksud demikian. Menjadi seorang 
umat Buddha ya mulai dari apa adanya kita. Ingin menjadi pengikut 
Buddha sambil menjalani hidup, mencari nafkah, menikmati 
perkembangan kemajuan teknologi bukan tidak boleh. Sejauh anda dapat 
terbebas dari pencemaran noda-noda batin dari cara hidup seperti 
itu, no problem. 
Memang ada yang larut dengan kenikmatan indriya bahkan cenderung 
hedonistic. Masalahnya adalah jika semakin menjalani hidup akan 
semakin menyeret kita untuk mendekati calon terlahir di 3 alam 
rendah, maka tentu terpaksa kita bilang itu cara hidup yang sia sia. 
Tetapi bila sebaliknya, ya syukur. Saya juga tidak berhak kok bilang 
bisa atau tidak, boleh atau tidak. Tapi setidaknya saya ingin saling 
mengingatkan saja. Namanya juga sesama anggota milis hihi..    

---------
koq jadinya ketinggalan jaman dan tidak bisa
diadaptasikan pada kehidupan sehari hari sebagai
seorang manusia tentunya....

Cg ik
Wah, justru dengan menyadari cara hidup yang salah, praktisi 
Buddhist sejati seharusnya dipandang adalah orang yang revolusioner 
dan maju kedepan, karena berani melawan arus kehidupan yang 
cenderung materialistis (ya nggak semua orang gitu memang)¡K 
------


untuk sains yg bisa dipatahkan...

kebetulan saja Ajaran Buddha yang kita kenal berasal
dari Buddha Sakyamuni... nah coba kalau nanti kita
kenal ajaran Buddha dari Buddha Maitrea....
artinya yang kita tahu skr ini hanya berasal dari 1
sumber

sedangkan sains banyak sekali ilmuan,..banyak
percobaan,.. banyak sumber, banyak persepsi dan banyak
argumentasi... jadinya bisa saling patahkan...

yang pasti bumi berotasi pada porosnya dan beputar
mengelilingi matahari merupakan penemuan sains dan
belum bisa dipatahkan..dan ini adalah Dharma juga...


Cg ik
Argumentasi saintis bisa saling dipatahkan tercermin bahwa dia masih 
terus berkembang dan mencari kebenaran akhir. Semua saintis sejati 
tidak memungkiri hal ini, itulah sebabnya mereka masih terus sibuk 
mengungkapkan kebenaran akhir. Tentang bumi berotasi pada porosnya, 
saintis sendiri belum berani mengakui sebagai finishnya penelitian 
tentang fenomena ini karena mereka hanya menemukan kejadiannya 
(what), belum menemukan apa yang menjadi penyebabnya (how).
 
Jika seandainya teori ajaran Buddha dapat dipatahkan suatu saat, ya 
apaboleh buat, apa yang bisa saya katakan lagi. 






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Click here to rescue a little child from a life of poverty.
http://us.click.yahoo.com/rAWabB/gYnLAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke