Vandana Azura <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
lagi pengumpulan dana kan untuk pembuatan stasiun tv khusus budhis
Tapi nampaknya sedang banyak yang dipertanyakan loh....
Bagaimana komentar rekan2 dalam hal ini ?
--- In [EMAIL PROTECTED], Aming Aming [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> Kenapa anda merasa saya sedang mengajak anda untuk berdebat ?
> Justru dengan email saya yang lalu, saya berusaha untuk mengajak rekan2 berpikir dengan baik dari suatu proporsal MINTA DANA yang diajukan
> Jangan selalu mudah berdana tanpa pikir panjang apakah itu benar
> Memang berdana sangat dianjurkan dalam Buddha Dhamma, tapi umat Buddha harap menjadi umat yang bijaksana dalam bertindak.
> Daripada dana yang diberikan hanya bermanfaat untuk sekumpulan orang untuk menimbun harta, kenapa tidak didanakan kepada mereka yang memang
> memerlukan ?
> Sudah saya tuliskan bahwa niat mendirikan setasiun TV tsb adalah niat yang baik.
> Tapi apakah semuanya telah benar-benar direncanakan dan disiapkan dengan matang sehingga dana yang diberikan oleh para donatur tidak SALAH ALAMAT ?
>
> Indra Gunawan wrote :
> [ Kalau semua umat buddha (dari sekte apapun) mendukung ide ini, saya yakin pembangunan stasiun ini akan berhasil]
>
> TAHUKAH ANDA bahwa kita hidup di suatu negara, sehingga untuk mendirikan sesuatu HARUS ADA IJIN RESMI DARI PEMERINTAH ?
> TANPA IJIN BAGAIMANA BISA BERHASIL MESKIPUN DIDUKUNG OLEH SEMUA UMAT BUDDHA
> TAHUKAH ANDA bahwa suatu yayasan TIDAK BOLEH mendirikan stasiun TV ? Hal inilah yang perlu dimengerti kenapa agama2 yang lebih besar di Indonesia belum mendirikan setasiun TV
> Kalaupun ada yang mengadakan siaran secara rutin, itu adalah
dengan menjadi salah satu acara di suatu stasiun TV bukan milik yayasan agama tsb.
> Setasiun TV HANYA BOLEH didirikan oleh suatu P.T.
> P.T. adalah milik sekelompok orang yang mempunyai saham :
menyetorkan sejumlah tertentu sebagai modal dasar P.T. tersebut
> BUKAN minta dana dari donatur
> Hasil usaha dari P.T. harus dibagikan kepada pemegang saham.
> APAKAH dalam hal ini donatur yang mungkin mau dikatakan sebagai pemegang saham kelak menerima profit baik sebagai keuntungan maupun menanggung kerugian ?????
> Sebagai penyebar berita dalam milis ini, bersediakah anda
menanyakan kepada koordinator dana bahwa apakah mereka mengetahui segala resiko tentang hal tsb diatas ?
> Semoga pertanyaan2 saya baik pada email yang ini maupun email terdahulu dijadikan sebagai WARNING / pemikiran bagi rekan2 yang mungkin masih wait and see or nocomment dalam hal proyek tsb diatas.
> Disekitar kita masih banyak orang yang miskin yang sangat
membutuhkan bantuan dari para donatur, alangkah baiknya jika kita berdana pada tempat yang tepat
>
> Semoga semua mahluk hidup berbahagia.
> Saddhu, saddhu, saddhu.
> ------------------------
>
> Kenapa anda merasa saya sedang mengajak anda untuk berdebat ?
> Justru dengan email saya yang lalu, saya berusaha untuk mengajak rekan2 berpikir dengan baik dari suatu proporsal MINTA DANA yang diajukan
> Jangan selalu mudah berdana tanpa pikir panjang apakah itu benar
> Memang berdana sangat dianjurkan dalam Buddha Dhamma, tapi umat Buddha harap menjadi umat yang bijaksana dalam bertindak.
> Daripada dana yang diberikan hanya bermanfaat untuk sekumpulan orang untuk menimbun harta, kenapa tidak didanakan kepada mereka yang memang
> memerlukan ?
> Sudah saya tuliskan bahwa niat mendirikan setasiun TV tsb adalah niat yang baik.
> Tapi apakah semuanya telah benar-benar direncanakan dan disiapkan dengan matang sehingga dana yang diberikan oleh para donatur tidak SALAH ALAMAT ?
>
> Indra Gunawan wrote :
> [ Kalau semua umat buddha (dari sekte apapun) mendukung ide ini, saya yakin pembangunan stasiun ini akan berhasil]
>
> TAHUKAH ANDA bahwa kita hidup di suatu negara, sehingga untuk mendirikan sesuatu HARUS ADA IJIN RESMI DARI PEMERINTAH ?
> TANPA IJIN BAGAIMANA BISA BERHASIL MESKIPUN DIDUKUNG OLEH SEMUA UMAT BUDDHA
> TAHUKAH ANDA bahwa suatu yayasan TIDAK BOLEH mendirikan stasiun TV ? Hal inilah yang perlu dimengerti kenapa agama2 yang lebih besar di Indonesia belum mendirikan setasiun TV
> Kalaupun ada yang mengadakan siaran secara rutin, itu adalah
dengan menjadi salah satu acara di suatu stasiun TV bukan milik yayasan agama tsb.
> Setasiun TV HANYA BOLEH didirikan oleh suatu P.T.
> P.T. adalah milik sekelompok orang yang mempunyai saham :
menyetorkan sejumlah tertentu sebagai modal dasar P.T. tersebut
> BUKAN minta dana dari donatur
> Hasil usaha dari P.T. harus dibagikan kepada pemegang saham.
> APAKAH dalam hal ini donatur yang mungkin mau dikatakan sebagai pemegang saham kelak menerima profit baik sebagai keuntungan maupun menanggung kerugian ?????
> Sebagai penyebar berita dalam milis ini, bersediakah anda
menanyakan kepada koordinator dana bahwa apakah mereka mengetahui segala resiko tentang hal tsb diatas ?
> Semoga pertanyaan2 saya baik pada email yang ini maupun email terdahulu dijadikan sebagai WARNING / pemikiran bagi rekan2 yang mungkin masih wait and see or nocomment dalam hal proyek tsb diatas.
> Disekitar kita masih banyak orang yang miskin yang sangat
membutuhkan bantuan dari para donatur, alangkah baiknya jika kita berdana pada tempat yang tepat
>
> Semoga semua mahluk hidup berbahagia.
> Saddhu, saddhu, saddhu.
> ------------------------
> From: indra gunawan <indra102000@>
> Date: Mon Nov 21, 2005 2:50 pm
> Subject: Re: [samaggiphala] Pembangunan stasiun TV khusus siaran dhamma
> saya tidak mau berdebat tentang masalah ini.
> Kalau semua umat buddha (dari sekte apapun) mendukung
> ide ini, saya yakin pembangunan stasiun ini akan
> berhasil.
> Kalau mau lihat bagaimana rincian proposalnya
> (didalamnya ada rincian biaya), seperti apa silahkan
> japri kesaya dan berikan no fax yang bisa saya kirim..
> Dalam acara kathina puja di Vihara Padumuttara
> kemarin(19 nov 2005)di Tangerang,Bhante Dhammavijayo
> MT (sebagai ketua umumn), telah mengumumkan kepada
> umat yang hadir ( +/- 1500 umat) bahwa akan
> dibangunnya stasiun tv ini, dan peletakan batu
> pertamanya sudah dilaksanakan kemarin (20 nov 2005).
> Kalau anda tidak percaya dengan pembangunan ini.
> Silahkan tanyakan kepada STI, pembimas buddha jawa
> timur dan pembimas buddha malang, atau anda sudah tahu
> pembimas buddha jawa timur dan pembimas buddha malang
> belum menyatakan SECARA TERTULIS kesediaannya.
> Saya hanya penyambung untuk para rekan2 yang mau
> berbuat baik, sejujurnya sayapun masih belum tahu
> banyak tentang pembangunan ini.Jadi apabila rekan2
> masih kurang yakin dengan pembangunan stasiun tv ini,
> silahkan tanyakan langsung pada orang-orang yang
> tercatum dalam susunan kepanitiaan.
> --- Aming Aming <suliagp@> wrote:
> > Memang ide pembangunan stasiun TV ini cukup baik.
> > Tapi apakah memang bisa dilaksanakan dengan baik ?
> >
> > Saya dengar, sudah ada ijin yang diurus dengan biaya
> > Rp. 100 jutaan, padahal setahu saya biaya untuk urus
> > ijin radio pemancar aja Rp. 1 milyar
> > Jadi, apakah ijin dengan biaya hanya Rp. 100 jutaan
> > itu sudah resmi dan bisa digunakan untuk membangun
> > stasiun tv ? Ijin dari mana ?
> >
> > Juga ada hal2 lain yang perlu dipertanyakan agar
> > dana yang diberikan oleh donatur benar2 sampai
> > sesuai niat para donatur, yang setahu saya sudah
> > sekitar 3 tahunan pencarian dana tsb.dan sudah
> > banyak dobatur yang berdana baik secara angsuran
> > maupun langsung, tetapi kenapa dana yang dilaporkan
> > hanya mulai penerimaan 01 Maret 2005 ? Bagaimana
> > dengan dana yang telah diberikan sebelum tanggal tsb
> > .?
> >
> > Maka sekiranya pertanyaan2 tsb dibawah ini juga
> > perlu diberikan penjelasannya :
> > 1. Apakah memang benar STI, Pembimas Buddha Jawa
> > Timur, Pembimas Buddha Malang sudah menyatakan
> > SECARA TERTULIS kesediaannya sebagai Pelindung
> > Kepanitiaannya ini.
> > 2. Apakah sudah ada ijin pendirian stasiun TV ini
> > dari pemerintah? Kapan, nomor berapa dan dari
> > siapakah surat ijin tersebut?
> > 3. Apakah biaya sebesar kurang lebih 3 milyar itu
> > memang telah cukup sesuai untuk pembangunan
> > tersebut? Apakah ada perinciannya?
> > 4. Apakah sudah dipertimbangkan dampak sosial
> > pendirian TV Buddhis ini mengingat lingkungan
> > masyarakat Indonesia yang bukan Buddhis ?
> > 5. Apakah mungkin pendirian studio TV yang bisa
> > menjangkau sampai di daerah maupun di desa?
> > Mengingat banyak studio TV swasta yang telah berdiri
> > lama di Jakarta pun belum bisa diterima oleh
> > masyarakat luas di pelosok Indonesia.
> >
> > Semoga berbagai pertanyaan tsb diatas bisa diberikan
> > tanggapan agar bisa membuat para pembacanya
> > BERPIKIR, bukan hanya ikut-ikutan.
> >
> > salam metta,
> > Aming
> >
> > indra gunawan wrote:
> >
> > hi teman-teman
> > Ini merupakan suatu ide dan perkembangan yang
> > baik u
> > Buddha Dhamma dan merupakan kesempatan bagi kita
> > untuk
> > berbuat baik.
> > Saya baru dapet proposal tentang akan dibangunnya
> > STASIUN TV yang akan bertempat di dekat Vihara
> > Padmagraha Batu-Malang, Jawa Timur
> > Begini sebagian Pendahuluan & isi dari proposal.
> > Stasiun tv ini khusus dapat menyiarkan Dhamma
> > dalam
> > bentuk visual yaitu melalui TV. SIARAN DHAMMA yang
> > isinya selain khotbah Dhamma, juga bisa diselingi
> > acara-acara kegiatan Vihara-vihara dikota maupun
> > desa.
> > Pembangunan stasiun televisi ini mengingat
> > keberadaan
> > umat Buddha yang mayoritas berada dipelosok tanah
> > air
> > sehingga tidak bisa belajar atau mendengarkan
> > Dhamma
> > secara langsung, karena tidak semua Vihara yang
> > mempunyai Dhamma Duta (Pembabar Dhamma).Itulah
> > yang
> > menjadi latar belakang kami untuk pembangunan
> > stasiun
> > TV ini.
> > Untuk mensuksekan pembangunan stasiun TV
> > tersebut,
> > kami sangat membutuhkan partisipasi dan dukungan
> > dari
> > semua pihak yang berupa material maupun spiritual.
> > Oleh sebab itu kami ucapkan terima kasih kepada
> > donatur dan simpatisan serta berbagai pihak yang
> > telan
> > memberikan dukungan atas perencanaan berdirinya
> > stasiun TV.
> >
> >
> -------------------------------------------------------------
> > Susunan Kepanitiaan :
> > Pelindung : Sangha Theravada Indonesia
> > Pembimas Buddha Jawa Timur
> > Pembimas Buddha Malang
> > Penasehat : Y.M Bhante Viriyadharo Thera
> > Ketua Umum : Y.M Bhante Dhammavijayo MahaThera
> > Ketua 1 : Drs. Ardiyoga Kahana
> > Ketua pelaksana: Wahadi, SAg
> > Sekeretaris : Yulianti
> > Bendahara : Melina
> > Programer : Drs. Tito Suharyono
> > dll..
> > Koordinator masing masing daerah :
> > Tanggerang : Ibu Wirya (021-5521521)
> > Ibu Lina (0816952245)
> > Bandung : Lina Oen (08562023309,0817433884)
> > denpasar : Herman (0361-224019,081338272503)
> > Semarang : Bpk. Joyo (0816651160)
> > Kediri : Bpk. Suwanto/Ibu Hartini
> > (0354-682148,0354690690)
> > Bpk Agus (0354-6811064)
> > Ibu Lily (0354685531)
> > Blitar : Asiam (0342-801812,08175405025)
> > Palu : Cynthia Chowindra (0811453999)
> > Tegal : Lie Tjien
> > Ding/Melioan(08122662358)
> >
> >
> -------------------------------------------------------------
> > Ringkasan dana :
> > Jumlah dana yang dibutuhkan = Rp. 3.684.070.000
> > Dana yang terkumpul dari tanggal 01 Maret 2005 -
> > 01
> > Agustus
> > Sebesar Rp. 226.751.500,-
> > masih kekurangan dana sebesar Rp. 3.457.318.500,-
> >
> >
> -------------------------------------------------------------
> > DANA ANDA DAPAT DI TRANSFER KE REKENING :
> > Bank BCA Malang atas nama Dhammavijayo
> > dengan no rek. 0191558421
> > (saya masih belum tahu buktinya harus dikirim
> > kemana,
> > untuk lebih jelasnya silahkan menghubungi
> > koordinator
> > masing2x daerah)
> >
> >
> -------------------------------------------------------------
> > Ayo teman-teman kita dukung niat mulia ini dengan
> > berbuat baik yang terbaik dari semua kebajikan.
> > Sadhu...Sadhu...Sadhu...
> > Indra
>
Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
