Ini pengalaman saya terbang dengan Garuda yang berhubungan dengan makanan vegetarian.
Untuk mendapatkan makanan vegetarian, kita harus minta pada saat memesan tiket atau 24 jam sebelum terbang dengan menghubungi call center Garuda. Pada umumnya, ada dua pilihan: vegetarian ala barat atau ala timur (maksudnya Asia). Kalau memilih ala barat; akan mendapatkan menu yang berisi jamur kancing, buncis, wortel, kentang, atau umbi-umbian lain.
Semuanya direbus dan diberi perasa. Juga disediakan sebuah sambel dalam bentuk kemasan kecil. Kalau ala timur; biasanya kita dapat mie goreng atau bihun goreng atau kwetiau goreng. Hanya digoreng dengan sayur dan telur. Saya sering mendapat menu ini kalau terbang dari Medan ke Jakarta.
 
Kalau melakukan pindah pesawat sesuai dengan aturan yang ada, 24 jam sebelum terbang; kita juga harus melaporkan adanya pesanan khusus: makanan vegetarian. Namun kalau pindah penerbangan secara mendadak, pada umumnya tidak tersedia makanan vegetarian.
 
Mudah-mudahan bermanfaat bagi Anda yang vegetarian, termasuk para anggota Sangha.
 
Terima kasih
DP
 
 
 
----- Original Message -----
Sent: Thursday, December 01, 2005 8:28 PM
Subject: [Dharmajala] seorang bhiksu

hai teman2,
mohon pandangannya atas pengalaman saya yang kurang menyenangkan..
sekitar 2 minggu lalu ketika saya pulang dari Batam menuju Jakarta dengan naik Garuda, saya bertemu dengan seorang bhiksu (saya pastikan Beliau adalah bhiksu mazab Mahayana dari jubah yang dikenakan).
kebetulan Beliau duduk bersebrangan dengan saya, sama2 di gang.
Dari pembicaraan beliau dengan laki2 di sebelahnya, Beliau baru saja memberikan ceramah di suatu vihara di Batam (mohon maaf saya tdk bermaksud menguping)
 
Tiba saat makan malam diberikan (saya naik pesawat terakhir dari Batam), ternyata menunya adalah nasi goreng daging sapi giling + ikan masak saus putih.
Sang bhiksu yang sudah menerima makanan tsb sempat bertanya ke pramugari apakah ada makanan vegetarian.
Pramugrari menjawab "sebentar Pak."
Tetapi saat pramugari baru saja meninggalkan Beliau, ternyata bhiksu tsb langsung menyantap menu yang disediakan tsb.
Ketika saya perhatikan, ternyata Beliau mungkin sangat lapar sehingga menyantap hidangan tsb dengan lahapnya.
 
yang menjadi pertanyaan saya:
1. Apakah bhiksu yang menganut mazab mahayana boleh memakan daging?
2. Apakah hanya bhiksu yang menjalani bodhisattva sila saja yang tidak memakan daging?
3. Apakah ada peraturan atau sila untuk anggota Sangha agar tidak menolak makanan / persembahan yang diberikan dari siapapun, tdk perduli makanan tsb adalah daging atau bukan? menurut saya, makanan di pesawat terbang bukanlah persembahan, tetapi bagian dari flight service
4. Apakah yang sebaiknya kita lakukan sebagai umat awam bila mengalami peristiwa seperti yang saya alami?
5. Salahkah saya kalau saya menjadi kecewa, krn terguncang dengan melihat peristiwa itu kurang lebih sekitar 1 minggu, padahal yang saya lihat cuma hal sepele, yaitu seorang bhiksu memakan daging, bukan membunuh ataupun berbuat asusila?
 
Dari pembicaraan Beliau, saya bisa mengetahui jelas, dari Sangha manakah Beliau, tetapi tdk akan saya utarakan disini.
 
Terima kasih sebelumnya.
Susy
 


** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke