Sent: Thursday, December 01, 2005 8:28
PM
Subject: [Dharmajala] seorang
bhiksu
hai teman2,
mohon pandangannya atas pengalaman saya yang kurang
menyenangkan..
sekitar 2 minggu lalu ketika saya pulang dari Batam menuju Jakarta
dengan naik Garuda, saya bertemu dengan seorang bhiksu (saya pastikan Beliau
adalah bhiksu mazab Mahayana dari jubah yang dikenakan).
kebetulan Beliau duduk bersebrangan dengan saya, sama2 di gang.
Dari pembicaraan beliau dengan laki2 di sebelahnya, Beliau baru saja
memberikan ceramah di suatu vihara di Batam (mohon maaf saya tdk
bermaksud menguping)
Tiba saat makan malam diberikan (saya naik pesawat terakhir dari Batam),
ternyata menunya adalah nasi goreng daging sapi giling + ikan masak saus
putih.
Sang bhiksu yang sudah menerima makanan tsb sempat bertanya ke pramugari
apakah ada makanan vegetarian.
Pramugrari menjawab "sebentar Pak."
Tetapi saat pramugari baru saja meninggalkan Beliau, ternyata bhiksu tsb
langsung menyantap menu yang disediakan tsb.
Ketika saya perhatikan, ternyata Beliau mungkin sangat lapar sehingga
menyantap hidangan tsb dengan lahapnya.
yang menjadi pertanyaan saya:
1. Apakah bhiksu yang menganut mazab mahayana boleh memakan daging?
2. Apakah hanya bhiksu yang menjalani bodhisattva sila saja yang tidak
memakan daging?
3. Apakah ada peraturan atau sila untuk anggota Sangha agar
tidak menolak makanan / persembahan yang diberikan dari siapapun, tdk perduli
makanan tsb adalah daging atau bukan? menurut saya, makanan di pesawat terbang
bukanlah persembahan, tetapi bagian dari flight service
4. Apakah yang sebaiknya kita lakukan sebagai umat awam bila
mengalami peristiwa seperti yang saya alami?
5. Salahkah saya kalau saya menjadi kecewa, krn terguncang dengan
melihat peristiwa itu kurang lebih sekitar 1 minggu, padahal yang saya lihat
cuma hal sepele, yaitu seorang bhiksu memakan daging, bukan membunuh ataupun
berbuat asusila?
Dari pembicaraan Beliau, saya bisa mengetahui jelas, dari Sangha manakah
Beliau, tetapi tdk akan saya utarakan disini.
Terima kasih sebelumnya.
Susy
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS