Wah Bro Jim, ini topik berat klo dilihat dari segi
praktek. Saya aja sulit menerapkannya. Tapi usaha
terus .....

Dulu saya tidak memahami kenapa Kaum Misionaris K
begitu caranya? Berawal dari 1 pengalaman yang paling
tidak menyenangkan (nanti saya cerita) kemudian saya
renungkan dan jawabannya simple " Mereka begitu gigih
krn mereka sudah merasa bahagia jadi mereka ingin kita
sebahagia mereka, jadi mereka tak pernah putus asa
membabarkan Kristiani " tapi sayang caranya kurang dan
mungkin terkadang tidak tepat. Kenapa? balik lagi ada
2 faktor : 1. sdh diajarkan caranya tapi tidak ngerti.
2. Bisa jadi, dibuku tidak diajarkan caranya krn
memang tdk tahu.

Jadi, Mau jadi K atau B, bagiku tdk masalah. Kalau si
A telah mengerti B dan K dalam komparasi yang seimbang
kemudian dia tetap bersikeras bahwa K adalah
pilihannya, maka bermudita citalah, si A telah
mendapatkan kebahagiaannya yang tdk dapat dia lihat di
B.

Masalah utama bukan di B atau K, MASALAHNYA, kenapa di
K dia bisa jadi baik dan di B, pola tdk berubah (
kenyataan ini bisa kita lihat dalam sehari hari kok ).

Jgn katakan bahwa Wah berarti dia belum ada jodoh
karma, dan jangan katakan pula bahwa ya biarkanlah,
toh semua agama baik, atau jangan melekat. Bagiku kata
kata itu adalah PENGHIBURAN untuk diri sendiri saja. 

Harus diakui bahwa kaum B (major) terlalu memakai
bahasa yang terlalu tinggi sehingga lupa bahwa setiap
rumah ada fondasinya. Human Relationship merupakan
salah satu ajaran yang cukup penting di B, tapi
terlupakan krn kita mengejar kata yang universal
padahal kita belum tentu memahami arti yang tersirat.
cth. Klo ada yang mempertahankan pendpt, bisa bisa di
klaim Ego nih, sehingga ada kecenderungan umat B tdk
berani mengungkapkan sesuatu, takut dicap kaga ngerti
ajaran Buddhis. Habis lihat tuh, egonya masih ada,
masih melekat, kaga ngerti ya klo semuanya baik. jelas
beda. kapan kapan kita sharing yang satu ini. biar
saya dapat pencerahan juga dari sdr/i seDhamma.

Pertanyaan Bro, coba saya sharingkan disini. Bila ada
yg mau tambahin silahkan, yuk kita belajar bersama
...... Pro dan kontra jangan dimasukkan kehati krn
pada dasarnya kita mempunyai tujuan yang sama.

Caraku biasanya sbb :

1. Sudah baik kah prilaku? atau sedang atau buruk. Klo
masih kurang baik, bisa jadi dia tdk nyaman dan
menghindar.
2. Aku lebih ingin tahu kenapa dia tertarik pada
ajaran " K ". 
3. Biarkan si A mengeluarkan isi hatinya. Pasti ada
sebabnya.
4. Klo sudah tahu. Sanggupkah aku mengajaknya untuk
sharing? Bila tidak, aku akan mencari orang yang patut
untuk membuka pikirannya. Terkadang ada keinginan utk
bantu tapi balik lagi kepertanyaan semula. Mungkin
bagiku membantu, bagi dia belum tentu, malah dia lihat
kita cukup merepotkannya. (perlu diamati dulu sebelum
bertindak).
5. Utk membuat orang tertarik, kita harus bersedia
mengkondisikan karma baik dia berbuah lewat apa saja.
6. Aku mengambil Sila dan beradithana. " Semoga Semua
Mahluk yang terlihat atau yg tdk terlihat, Yg telah
lahir atau akan lahir, punya karma baik untuk melihat
Buddha Dhamma. Dapat mempelajari dan Mempraktekkanya
dengan BAIK dan BENAR. Semoga mereka Bahagia setelah
mengenal Buddha Dhamma dan mempunyai keyakinan
terhadap para Buddha dan Boddhisatva. Sabbe Satta
Bhavantu Sukhitata. Sadhu Sadhu Sadhu.

Kurang lebih itu yang sedang kulakukan. Aku termasuk
orang yang kurang peka terhadap apapun. Tapi aku
berusaha belajar memahami arti dari kata per kata.
Dulu aku tidak tahu klo rasa kasihan itu seperti apa?.
Gawat toh. Belajar bertahun tahun akhirnya aku tahu oh
kasihan itu ternyata seperti itu yah rasanya. 

Aku percaya setiap orang akan mengalami " Insight "
walau sedikit dan caranya pasti beda beda. Ada yang
muter dulu dari I, K, baru B. ada yang B dulu baru K
baru B lagi. Ada yang B and B aja.

Satu hal yang kupelajari, berbeda pendapat bukan
berarti kita tdk sepaham atau langsung mempunyai
perasaan bahwa wah dia tdk cocok nih ama kita. Kayanya
kita tdk bisa berteman. 

Dulu, temanku bilang : Wah, Lu mah keras kepala n mau
menang sendiri Nan. Lu mah susah dah diajak bicara.
Padahal maksudku baik loh, aku tuh mau dia melihat,
ini loh yang ku maksud. Tapi berhubung dia sudah
antipati duluan, ya sudahlah. Aku terima saja sikap
dia padaku sampai akhirnya dia mengerti bahwa aku itu
tdk seperti yang dia pikirkan. Akhirnya dia mengerti
dan tahu dia bilang apa? Lu gila juga ya. ha ha ha.
Udah ngerti masih dicap gila kubilang. he he he 

Dan semua itu perlu waktu dan ada prosesnya. 

Mau tahu tdk sikap umat B. cth nih.

C : Payah deh umat B, kaga kaya yang lain. Org kita
lagi susah mah tdk ada yg nengok, kaga dibantu. kaga
kaya umat K. Pada solider, suka bantu, dll.

Suatu hari ada yg kesusahan maka C diajak untuk
berbagi, tahu apa jawabnya.

C  : Wah, bukannya kaga mau bantu, lu kan tahu bla bla
bla ......

begitu saja stiap ada yg butuh. 

Terkadang aku tertawa, kaga bisa sih sekali dua kali.
masa tdk bisa melulu. Lupa yah dulu komplainnya apa.
Maaf bukan ledekin tapi ini sering terjadi loh.

BOleh saja kita komplain tapi lihat dulu, apakah saya
seperti itu. Jika ya lebih baik jangan membandingkan
krn suasana ini tercipta dari perbuatan kita sendiri
juga.

So Sdr/i SeDhamma yang ada disini semua mempunyai
tingkat kesadaran yang berbeda dengan sebagian dari
contohku diatas. So mari belajar. Kita saling
mengingatkan ok.
   




                
__________________________________________ 
Yahoo! DSL – Something to write home about. 
Just $16.99/mo. or less. 
dsl.yahoo.com 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke