Sebenarnya semua ini berkaitan dan saling bergantungan. Pattica Samupada, begitu lah yang di ajarkan Tathagata. Ini adalah pembelajaran buat kita semua. Bahwa kita makan adalah untuk memenuhi kebutuhan fisik kita untuk berbuat baik dan menpraktek kan dharma. Ketika saya mengikuti pabbaja, kami selalu di nasehati untuk melimpahkan jasa setelah kita makan dari yang di sajikan ataupun yang di berikan. tidak boleh bersisa, karena itu bukan hanya pengorbanan dari mereka yang menberi, tapi juga yang masak dan sampai binatang yang paling kecil pun yang menjadi korban. Jadi masalah walet juga menjadi kasus yang sama. Contoh :
Ada seorang pengusaha walet yang mendanakan uang nya untuk panti asuhan, panti jompo ataupun mereka yang kena tsunami. dari sisi lain, orang hanya bertrima kasih kepada si penyumbang tanpa disadari mereka yang menjadi bagian itu bukan hanya individu yang menyumbang tetapi juga walet yang bekerja untuk meludahi dan binatang2 yang di makan walet. Dengan matinya serangga yang di makan walet, maka walet dapat bertahan hidup dan menbuat sarang untuk generasi kehidupannya, dengan adanya sarang walet maka peternak walet mengalami keuntungan, dengan ada nya keuntungan maka sang peternak menyumbang ke mereka yang menbutuhkan, dst. Jadi ternak walet haram atau tidak nya tergantung individu yang melakukannya. Jika dia berternak dengan bijaksana maka pengorbanan serangga menhasilkan karma baik yang berlimpah, pengorbanan nya menolong walet, kemudian walet dan serangga menolong peternak, setelah itu peternak, walet dan serangga turut menberikan kontribusi ke masyarakat yang mereka bantu.
Sekian dari saya, dan moga dapat di pahami oleh saudara2 se-dharma
Yusli <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ada seorang pengusaha walet yang mendanakan uang nya untuk panti asuhan, panti jompo ataupun mereka yang kena tsunami. dari sisi lain, orang hanya bertrima kasih kepada si penyumbang tanpa disadari mereka yang menjadi bagian itu bukan hanya individu yang menyumbang tetapi juga walet yang bekerja untuk meludahi dan binatang2 yang di makan walet. Dengan matinya serangga yang di makan walet, maka walet dapat bertahan hidup dan menbuat sarang untuk generasi kehidupannya, dengan adanya sarang walet maka peternak walet mengalami keuntungan, dengan ada nya keuntungan maka sang peternak menyumbang ke mereka yang menbutuhkan, dst. Jadi ternak walet haram atau tidak nya tergantung individu yang melakukannya. Jika dia berternak dengan bijaksana maka pengorbanan serangga menhasilkan karma baik yang berlimpah, pengorbanan nya menolong walet, kemudian walet dan serangga menolong peternak, setelah itu peternak, walet dan serangga turut menberikan kontribusi ke masyarakat yang mereka bantu.
Sekian dari saya, dan moga dapat di pahami oleh saudara2 se-dharma
Yusli <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Namo Buddhaya,
Sekedar mau share informasi mengenai tulisan berikut:
>>Saya lebih suka mengasosiasikan ternak burung walet dengan ternak sapi.
>>Bila kita ternak sapi untuk mengambil susu-nya, ngak apa-apa kan ?! Apa
>>itu menyiksa sapi ?
Peternakan sapi untuk diambil susu-nya yg dilakukan secara tradisional
mungkin tidak terlalu menyiksa sapi2nya. Tapi pada peternakan besar (seperti
di negara barat, apakah Indonesia jg?), sapi perah telah diperlakukan
seperti mesin susu, peralatan2 cangih dipasang ke tubuh mereka. Dan mereka
juga tidak diberikan keleluasaan bergerak.
Perlakuan yang serupa juga terjadi pada peternakan ayam petelur.
Bagaimana mereka diperlakukan? Bisa dilihat di
http://www.petatv.com/tvpopup/Prefs.asp?video=meet_your_meat
Mettacittena,
Yusli
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Rudi
Sent: 29 Desember 2005 12:22
To: [email protected]
Subject: Re: [Dharmajala] Re: Ternak Walet
Namo Buddhaya,
Seru juga mengikuti diskusi topik ini. Pengen sharing sedikit.
IMHO, ternak walet tidak melanggar Pancasila kok. Apanya yang dibunuh ? Saat
panen sekalipun, peternak tidak akan mengambil atau mengosongkan semua
sarang yang ada. Bila tidak dipanen malah akan membuat sumpek karena
biasanya walet akan membuat sarang lainnya. Jadi hemat saya, mengambil
sarang walet tidak masalah, toh walet secara alamiah akan membuat sarang
baru. Memang akan lebih capek, tapi tidak terbunuh kan ?!
Saya lebih suka mengasosiasikan ternak burung walet dengan ternak sapi. Bila
kita ternak sapi untuk mengambil susu-nya, ngak apa-apa kan ?! Apa itu
menyiksa sapi ? Kalau kita beternak sapi untuk dagingnya, saya setuju bahwa
itu melanggar sila.
Asosiasi ini juga menjawab pertanyaan apakah makan liur walet boleh atau
tidak.
Salam,
Rudi
----- Original Message -----
From: "j u n a i d y" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, December 29, 2005 12:06 PM
Subject: [Dharmajala] Re: Ternak Walet
> Dear all,
>
> iyah betul, memang sebaiknya menghindari, ini menurut saya lhoo.
> namun dalam kondisi terjebak, yah...ini harus dikembalikan kepada
> pilihan masing-masing, ini menyangkut kebijaksanaan masing-masing
> orang dlm memilih.
>
> jaman seperti ini tidak bisa memutus rantai ini secara langsung, namun
> kita ikut berkontribusi untuk menguranginya, bukan menghilangkan sama
> sekali, karena saya sendiri juga sadar itu bukanlah hal yang mudah,
> dan bisa jadi tidak mgkn dihilangkan.
>
> salam,
>
>
> --- In [email protected], "SWLiang" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Berarti makan sarang Walet juga dihindari ya ?
> > Berarti sama dengan anjuran menghindari makan daging ?
> >
> > Salam,
> > Suwarno
> >
>
>
>
>
>
>
>
>
> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri
saya maupun di luar diri saya **
>
> ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami
taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan
cinta kasih yang kokoh **
>
> ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
>
> ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh
welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore
hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama
melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan
orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri
saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami
taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan
cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
Orang Tua
Jl. Palmerah Barat No. 9
Gelora - Tanah Abang
Jakarta 10270
Telp: +62-21-532 2121 (hunting)
Fax : +62-21-534 9295
http://www.OT.co.id
Yahoo! Photos
Ring in the New Year with Photo Calendars. Add photos, events, holidays, whatever.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
| Religion and spirituality | Spirituality |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
