12 Januari

   ‘Engkau telanjang dan berpenampilan mengerikan.’
Demikian dikatakan Sang Guru ketika sedang berdiam di
Savatthi berkenaan dengan peti yang memangsa lima
putranya.

   Diceritakan bahwa di suatu desa tidak jauh dari
Savatthi, hiduplah seorang pria kaya yang istrinya
mandul. Sanak saudaranya berkata, ‘Isteri pertamamu
mandul; kami harus mencarikan isteri lain bagimu.
Tetapi pria ini tidak bersedia karena dia menyayangi
isterinya. Ketika mendengar hal ini, istrinya berkata
kepada si suami, ‘Saya mandul, tuanku; harus ada
isteri lain yang disunting – jangan sampai garis
keluarga terputus. Karena dorongan isterinya itu, si
suami lalu mengambil isteri lagi yang kemudian hamil.
Namun kemudian isterinya yang mandul itu berpikir,
‘Jika telah mempunyai putra, maduku akan menjadi
nyonya rumah’. Karena dikuasai kedengkian, dia pun
mencari cara untuk menyebabkan keguguran. Dia
menyediakan kebutuhan makan, minum, dll. Bagi seorang
wanita yang telah meninggalkan kehidupan
berumah-tangga, dan menyuruh wanita itu membuat
madunya keguguran. Ketika keguguran, (isteri kedua)
itu memberitahukan hal ini kepada ibunya. Ibunya
mengumpulkan sanak keluarganya dan membuat mereka
tersadar akan persoalan itu. Mereka menuduh isteri
pertama yang mandul itu sebagai orang yang bertanggung
jawab atas peristiwa keguguran itu. Isteri pertama itu
menyangkal, ‘Saya tidak bertanggung-jawab.’ Mereka
menjawab, ‘Jika engkau memang tidak bertanggung-jawab
atas keguguran ini, bersumpahlah!’ Dia pun lalu
bersumpah, dengan berbohong, ‘Jika saya
bertanggung-jawab atas keguguran ini, semoga saya
menuju alam penderitaan. Di situ, karena dikuasai oleh
rasa lapar dan haus, saya akan melahirkan lima putra
setiap pagi dan petang, dan kemudian memangsa mereka,
namun masih tetap tidak merasa kenyang. Selain itu,
semoga saya selalu berbau busuk dan dikerubuti lalat!’
Tak lama kemudian dia meninggal dunia dan lahir
kembali tak jauh dari desa itu sebagai makhluk peti
yang berpenampilan buruk. Pada saat itu, delapan Thera
yang telah melewatkan masa vassa di daerah itu sedang
dalam perjalanan menuju Savatthi untuk menjumpai Sang
Guru. Mereka beristirahat di hutan tidak jauh dari
desa itu, di suatu tempat yang teduh dan ada airnya.
Peti itu kemudian menampakkan dirinya di hadapan para
Thera, dan Thera yang senior bertanya pada peti itu
lewat syair ini :

   ‘Engkau telanjang dan berpenampilan buruk; engkau
menyebarkan bau yang busuk dan menusuk. Engkau
dikerubuti lalat – siapakah engkau, wahai makhluk yang
berdiri di sana?’

   Ketika ditanya demikian oleh Thera tersebut, peti
itu kemudian menyampaikan tiga syair yang menjelaskan
siapa dia, dan hal ini menimbulkan tergugahnya para
makhluk:

   ‘Tuan, saya adalah peti, yang terlahir di alam
menderita, di alam Yama; karena telah melakukan
perbuatan jahat, saya telah pergi dari sini menuju ke
alam peta.

   Di fajar hari saya melahirkan lima putra dan di
petang hari lima putra lagi – walaupun saya memangsa
mereka semua, bahkan semua itu masih tidak cukup bagi
saya.

   Hati saya membara dan terbakar oleh rasa lapar, dan
saya tidak dapat memperoleh air untuk diminum –
lihatlah penderitaan yang menimpa saya.’

   Ketika mendengar ini, Thera itu mengucapkan syair
yang menanyakan tentang perbuatan yang telah
dilakukannya

   ‘Perbuatan jahat apakah yang telah engkau lakukan
lewat tubuh, ucapan atau pikiran? Sebagai akibat dari
perbuatan yang manakah maka engkau memangsa daging
lima putramu?’

   ‘Madu saya menjadi hamil dan saya merencanakan
suatu perbuatan jahat untuk melawan dia: karena
pikiran yang jahat, saya menyebabkan dia keguguran.
        
   Janinnya yang berumur dua bulan mengalir keluar
persis seperti darah; kemudian ibunya marah pada saya
dan mengumpulkan sanak saudaranya; dia membuat saya
bersumpah dan membuat (mereka) mencaci maki saya.

        Saya mengucapkan kebohongan yang mengerikan ketika
mengatakan sumpah itu, bahwa jika hal itu memang saya
lakukan, semoga saya memangsa daging putra-putra saya.
        
        Karena akibat dari perbuatan itu dan juga karena
kenyataan bahwa saya berbohong itulah maka saya
memangsa daging putra-putra saya dan saya berlepotan
darah dan kotoran.’

        Setelah mengemukakan akibat-akibat perbuatannya,
sekali lagi peti itu berbicara kepada Thera tersebut
(sambil mengatakan), ‘Tuan yang terhormat, dahulu saya
adalah isteri si anu, orang kaya di desa ini juga.
Tetapi karena dikuasai oleh kedengkian dan melakukan
tindakan jahat, saya kemudian muncul di kandungan
peta. Tuan yang terhormat, sudikah tuan pergi ke rumah
laki-laki kaya itu? Dia akan memberi tuan dana makanan
– suruhlah dia mempersembahkan dana itu atas nama
saya, karena dengan cara itu saya akan dapat terbebas
dari sini, dari alam para peta.’ Ketika para Thera
mendengar ini, mereka (pergi) – karena rasa kasihan
dan welas asih – dan memasuki rumah laki-laki kaya itu
untuk mengumpulkan dana makanan. Ketika laki-laki kaya
itu melihat para Thera itu, dia keluar dan dengan
penuh bakti menyambut mereka, menerima mangkuk mereka,
mempersilahkan mereka duduk dan mulai memberikan
makanan pilihan . para Thera lalu menceritakan
peristiwa di atas kepada pria kaya itu dan menyuruhnya
mempersembahkan dana atas nama peti tersebut. Pada
saat itu juga, peti tersebut terbebas dari
penderitaan, dan setelah memperoleh kemuliaan yang
tinggi, dia menampakkan dirinya malam itu di hadapan
pria kaya tersebut. Para Thera akhirnya sampai ke
Savatthi dan membawa persoalan itu ke hadapan Sang
Buddha. Sang Buddha menganggap persoalan itu sebagai
kebutuhan yang muncul, dan mengajarkan Dhamma kepada
kelompok yang berkumpul di sana. Ajaran itu bermanfaat
bagi orang-orang di sana.

(Petavatthu; Cerita-cerita makhluk Peta)
(I.2 Penjelasan Mengenai Cerita Peta Pemangsa Lima
Putra)
(Pancaputtakhadakapetavatthuvannana)

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke