Manfaat Meditasi Jalan
Oleh Ven. U Silananda
Buddhist Publication Society , Sri Lanka
Bodhi Leaves BL 137, 1995
Diterjemahkan oleh Siska Marsudy
Diedit oleh Jimmy Lominto
(bag 2)
Hal lain yang akan ditemukan para yogi adalah peran kehendak dalam memengaruhi setiap gerakan. Mereka akan menyadari mereka angkat kaki mereka karena mereka menginginkannya, menggerakkan kaki ke depan karena
mereka menginginkannya, menurunkan kaki karena mereka menginginkannya, menginjakkan kaki ke lantai karena mereka menginginkannya. Yaitu mereka menyadari bahwa kehendak mendahului setiap gerakan. Setelah niat untuk mengangkat, terjadilah gerakan angkat. Mereka menjadi paham prasyarat dari seluruh kejadian inigerakangerakan ini tidak pernah terjadi dengan sendirinya, tanpa penyebab. Gerakan-gerakan ini tidak diciptakan oleh dewa atau penguasa manapun, dan gerakan-gerakan ini tidak pernah terjadi tanpa suatu sebab. Ada sebab atau kondisi untuk setiap gerakan dan kondisi itu adalah niat yang mendahului setiap gerakan. Inilah hal lain yang ditemukan para yogi saat mereka memperhatikan dengan sungguh-sungguh.
Ketika para yogi mengerti prasyarat semua gerakan dan bahwa
gerakan-gerakan ini tidak diciptakan penguasa atau dewa manapun, maka mereka akan paham gerakan-gerakan itu diciptakan oleh kehendak. Mereka akan paham niat adalah kondisi untuk terjadinya gerakan. Dengan demikian hubungan antara yang mengondisikan dan yang dikondisikan, sebab dan akibat, pun dipahami. Berdasarkan pemahaman ini, para yogi dapat menghilangkan keraguan akan nama dan rupa dengan memahami bahwa nama dan rupa tidak muncul tanpa kondisi. Dengan pemahaman yang jelas
akan prasyarat segala sesuatu dan dengan hilangnya keraguan akan nama dan rupa, seorang yogi dikatakan sudah mencapai tingkat sotapanna yang belum genap.
Sotapanna adalah seorang pemenang arus, orang yang telah mencapai tingkat pencerahan pertama. Seorang sotapanna yang belum genap belum benar-benar pemenang arus, tapi dikatakan sudah pasti hanya akan lahir kembali ke alam bahagia seperti alam manusia dan dewa. Yaitu seorang sotapanna yang belum genap tidak bisa lahir kembali di salah satu dari empat alam sengsara, di salah satu alam neraka ataupun alam
binatang. Tingkat sotapanna yang belum genap ini bisa dicapai dengan hanya berlatih meditasi jalan saja, dengan hanya memperhatikan gerakan-gerakan yang ada di dalam satu langkah secara sungguh-sungguh. Inilah manfaat luar biasa dari berlatih meditasi jalan. Tingkat ini tidak mudah dicapai, tapi begitu dicapai, para yogi sudah dipastikan hanya akan lahir kembali di alam bahagia, kecuali, tentu saja jika mereka jatuh dari tingkat tersebut.
Ketika para yogi memahami batin dan jasmani muncul dan tenggelam setiap saat, mereka akan paham ketidakkekalan dari proses mengangkat kaki dan mereka juga akan paham ketidakkekalan dari kesadaran akan gerakan angkat kaki tersebut. Terjadinya lenyap setelah kemunculan merupakan sebuah tanda atau sifat yang darinya kita menjadi paham bahwa sesuatu tidaklah kekal. Jika kita ingin menentukan apakah sesuatu itu tidak kekal atau kekal, kita harus berusaha melihat, melalui kekuatan meditasi, apakah hal itu mengalami atau tidak proses menjadi sesuatu dan kemudian lenyap. Jika meditasi kita cukup kuat untuk melihat timbul dan tenggelamnya fenomena, maka kita dapat memutuskan fenomena yang diamati itu tidaklah kekal. Demikianlah para yogi mengamati ada gerakan mengangkat kaki serta kesadaran akan gerakan itu, lalu urutan kejadian itu lenyap, disusul oleh gerakan mendorong kaki ke depan dan
kesadaran akan gerakan itu. Gerakan-gerakan itu timbul dan tenggelam, timbul dan tenggelam begitu saja dan proses ini bisa dipahami sendiri oleh para yogimereka tidak harus terima hal ini dari otoritas manapun yang ada di luar dirinya atas dasar percaya semata, tidak juga harus mempercayai laporan orang lain.
Ketika para yogi mengerti batin dan jasmani muncul dan tenggelam, mereka menjadi paham batin dan jasmani tidaklah kekal. Ketika mereka melihat kedua hal ini tidak kekal, mereka kemudian mengerti batin dan jasmani tidaklah memuaskan karena keduanya selalu ditindas oleh kemunculan serta
ketenggelaman yang konstan. Setelah memahami sifat tidak kekal dan sifat tidak memuaskannya hal-hal ini, mereka mengamati bahwa tidak ada yang dapat menguasai hal-hal ini; yaitu para yogi menyadari tidak ada diri atau jiwa di dalam yang dapat memerintahkan hal-hal itu untuk menjadi kekal. Segala sesuatu muncul dan tenggelam begitu saja sesuai dengan hukum alam. Dengan memahami hal ini, para yogi memahami karakteristif ketiga fenomena terkondisi yaitu sifat anatta, sifat bahwa segala yang ada tidak memiliki diri (atau tanpa inti). Salah satu arti anatta adalah tidak ada penguasaanyang berarti tidak ada sesuatu
pun, tidak ada entitas, tidak ada jiwa, tidak ada kekuasaan, yang memiliki kendali atas sifat dasar segala sesuatu. Jadi sekarang para yogi telah memahami ketiga sifat fenomena terkondisi, yaitu: ketidakkekalan, tidak memuaskan, dan tanpa diridalam bahasa Pali, anicca, dukkha, dan anatta.
Para yogi dapat memahami ketiga sifat ini dengan mengamati secara dekat gerakan mengangkat kaki serta kesadaran
mengangkat kaki. Dengan sungguh-sungguh memperhatikan gerakan-gerakan itu, mereka melihat berbagai hal muncul dan tenggelam, dan sebagai akibatnya, mereka mengalami sendiri sifat ketidakkekalan, tidak memuaskan, dan tanpa diri segala fenomena yang terkondisi. (bersambung)
Yahoo! Autos. Looking for a sweet ride? Get pricing, reviews, & more on new and used cars.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
