|
Baik atau buruk adalah sebuah konsep saja, label
yang diberikan oleh pikiran kita yang masih belum terbebaskan. Bagi kita, Buddha
masih menerima karma buruknya. Bagi sang Buddha, apa itu baik dan buruk?
Walaupun dicincang, dibakar hidup2, dikuliti, sang Buddha atau arahat tidak
merasakan penderitaan lagi. Apa yg dilakukan devadatta justru menzalimi dirinya
sendiri.
Perlu ditekankan lagi, tahapan sempurna itu bukan
mengenai tubuh sakti yang tidak bisa luka, mati dsb. Benar kata Saudara Ika,
walaupun sudah mencapai kesempurnaan buah perbuatan lampau masih ada,
tapi tidak ada benih karma yg ditanamkan lagi. Misalkan ada Bhante yg krn
kehidupan lampaunya byk berdana, kemudian setelah mencapai arahat di zaman
Buddha byk yg berdana makanan kepada bhante tsb, dsb. Jadi dapat disimpulkan
bahwa sampai sudah pada tahapan yg sempurna, Buddha dan arahat masih harus
menerima buah dari karma lampaunya. contoh lain adalah Angulimala, Moggalana
dsb.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** YAHOO! GROUPS LINKS
|
