Sy setuju sekali. Apa yg dapat kita lakukan? Mungkin dapat mengirimkan surat 
kepada sekolah tertentu?

----- Original Message ----- 
From: "dh4rm4duta" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, January 27, 2006 10:12 PM
Subject: [Dharmajala] Mari kita renungkan: Percobaan Mengerikan


> Rekan-rekan yang terkasih dalam Dharma,
>
> Saya diberitahu bahwa hingga saat ini murid-murid SMU masih
> melakukan percobaan membedah berbagai hewan2 seperti kodok, kelinci,
> dan lain sebagainya. Menurut saya percobaan ini sangat biadab dan
> bertentangan dengan Buddhadharma. Meskipun demikian, saya tetap
> mencari-cari juga alasan-alasan ilmiah bagi praktikum kejam semacam
> ini. Adakah manfaatnya bagi ilmu pengetahuan? Mungkin orang yang
> mendukung praktikum kejam ini akan mengatakan "ya." Tetapi benarkah
> begitu? Kita akan mengkritisi "manfaat bagi ilmu pengetahuan ini."
> Jika tujuannya untuk mencari tahu anatomi katak atau burung, maka
> ini bukan satu-satunya cara. Anatomi ini seharusnya dapat
> digambarkan dengan sebuah alat peraga tiga dimensi, sebagaimana
> halnya anatomi tubuh manusia, yang sudah ada patung tiga dimensinya.
> Selain itu, anatomi kodok dan lain sebagainya seharusnya telah lama
> diketahui manusia sehingga tidak perlu terus menerus membedah kodok
> dari tahun ke tahun. Mencoba sesuatu yang sudah diketahui sebenarnya
> adalah suatu pemborosan. Jika ingin mengetahui anatomi kodok, dan
> lain sebagainya seharusnya cukup dengan melihat gambarnya.
> Barangkali ada yang memprotes bahwa ini dilakukan untuk meningkatkan
> jiwa ilmuwan seorang anak. Tetapi benarkah demikian? Apakah semangat
> eksprimental hanya dapat ditingkatkan dengan cara semacam itu? Tidak
> dapatkah bila obyek pengamatannya diganti tumbuh-tumbuhan? Kendati
> setiap tahun dan setiap sekolah mengadakan eksperimen semacam itu,
> hingga saat ini bangsa Indonesia masih belum dapat menjadi bangsa
> ilmuwan yang sejajar dengan Jepang atau Jerman.
> Malahan menurut saya, eksperimen semacam itu justru tidak
> menyadarkan siswa untuk menghargai segala bentuk kehidupan.
> Kebuddhaan hadir dalam diri setiap makhluk, termasuk kodok yang
> sering kita pandang hina. Manusia yang merasa dirinya sebagai
> penguasa alam sering bertindak sewenang-wenang terhadap semua
> makhluk. Pernahkah manusia merenung, bagaimana jika ada makhluk
> alien yang jauh lebih sempurna dari manusia dan memperlakukan kita
> seperti kita memperlakukan kodok dan burung itu? Jelas tidak ada
> seorangpun yang bisa menerima hal tersebut. Ini nampak nyata dalam
> film-film Independence Day, War of Worlds, dan lain sebagainya.
> Makhluk alien yang jauh lebih sempurna teknologinya hendak
> menginvasi bumi dan manusia berjuang sekuat tenaga untuk melawannya.
> Nah, dapatkah manusia membayangkan bagaimana perasaan kodok itu?
> Jika mereka sanggup mengembangkan suatu peradaban untuk melawan
> manusia, tentu mereka sudah melakukannya.
> Percobaan itu adalah sesuatu yang bodoh dan jelas anti ilmu
> pengetahuan. Barangkali ada yang berkilah bahwa percobaan itu
> melatih siswa untuk menjadi ahli bedah. Pandangan ini juga sangat
> tidak tepat, karena bedah-membedah jauh lebih rumit. Kegiatan ini
> lebih cocok untuk mempersiapkan siswa menjadi "koki ahli memasak
> swiekee atau sate kelinci." Jelas tidak ada hubungannya dengan
> kedokteran.
> Pada zaman saya masih SMA, siswa diizinkan memilih antara praktikum
> Biologi (bedah membedah) dan Fisika. Tentu saja saya waktu itu
> memilih fisika. Meskipun masih belum beragama Buddha, saya sudah
> merasa kalau tindakah itu kejam dan berbau sadistik yang pekat.
> Marilah kita berjuang untuk menghentikan eksperimen kejam ini.
>
> Metta,
>
> Tan
>
>
>
>
>
>
>
> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri 
> saya maupun di luar diri saya **
>
> ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami 
> taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian 
> dan cinta kasih yang kokoh **
>
> ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
> secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga 
> terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
>
> ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh 
> welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore 
> hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama 
> melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur 
> kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
> 






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke