boleh ga bayangin fungsi f(x)= 1/x2 ..??? hehe.... kalo f(x)= log x ...?? haha...
--- In [email protected], "dh4rm4duta" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Sdr/Sdri Ika Polim yang budiman, > > Untuk menjawab pertanyaan Anda, silakan Anda bayangkan sebuah fungsi > f(x) = 1/x. Nah coba Anda gambarkan fungsi tersebut dalam sebuah > diagram koordinat Cartesius. Pertanyaan saya sekarang, kapankan > grafik fungsi tersebut menyentuh atau berpotongan dengan sumbu x? > Meskipun grafik itu akan semakin mendekati sumbu x, tetapi ia tidak > pernah berpotongan dengan sumbu tersebut. Secara logika aneh bukan? > Semakin mendekati tetapi tidak pernah bertemu? Tetapi ini sangat > logis. Dalam matematika atau fisika modern, banyak logika yang > bertentangan dengan "logika" awam. Begitupun juga dalam Buddhisme. > Jika pertanyaan Anda tidak tepat, maka hanya akan membawa pada > kebingungan. Oleh karena itu, kita harus memahami filosofi dengan > baik. Pertanyaan saya, silakang Anda tunjukkan pada saya, dimana ada > ajaran dalam Buddhisme, agar semua manusia tidak terlahir lagi di > dunia ini? Jelas tidak ada ajaran semacam itu. "Manusia" itu adalah > hanya sekedar nama. Kalau misalnya ada makhluk alien dengan kepala > sebesar buah nangka, kulit berwarna hijau, dengan jari hanya tiga, > kulit mulus licin tanpa bulu, dan lain sebagainya. Apakah Anda akan > menyebutnya sebagai "manusia"? Padahal di planetnya, alien itu > adalah makhluk paling cerdas dan bahkan dengan teknologinya sanggup > menjelajah ruang angkasa hingga sampai ke bumi. Nah, apakah Anda > tidak menyebut makhluk itu sebagai "manusia" hanya karena tampilan > fisiknya. Bagaimana jika makhluk itu ternyata memiliki kesadaran dan > wawasan yang sama, dan bahkan melebihi "manusia" di planet yang > bernama bumi ini? Apakah jika demikian "manusia" tidak layak > disebut "manusia" lagi, karena ada yang bersifat lebih "manusia"? > Kemudian apakah manusia Cro-Magnon, Neanderthal, dan lain-lain yang > merupakan moyang manusia tidak pantas disebut "manusia"? Meski > primitif mereka telah mampu menciptakan peradaban. > Jadi jelas sekali pertanyaan Anda sangat rancu, karena makna > kata "manusia" sendiri masih rancu. Pertanyaan yang juga rancu > misalnya: "Jika saya memadamkan api, ke manakah perginya api? Apakah > ke barat, timur, utara, selatan, atas, atau bawah?" Karena > pertanyaannya sendiri tidak tepat, maka jawabannya juga tidak akan > ada yang tepat. Api memang tidak ada lagi di tempat itu, tetapi > apakah benar bahwa ia telah "berpindah" ke utara, selatan, barat, > dan timur? > Filosofi Buddhis yang benar adalah mendukung agar semua makhluk > terbebas dari dukkha dan bukannya agar tidak terlahir kembali di > dunia ini. Itu tidak ada hubungannya sama sekali. > Kalau Anda masih bingung silakan renungkan kembali fungsi f(x) = > 1/x. Jika sudah menemukan jawabannya Anda akan tertawa terbahak- > bahak. Saya tidak dapat menjelaskannya dengan kata-kata dan memang > kata-kata tidak dapat dipergunakan untuk menjelaskannya secara > sempurna. Oleh karena itu, saya hanya bisa memberikan analogi fungsi > tersebut. > Anda mengatakan mengenai bumi yang "kosong," tetapi apakah "kosong" > itu? Nah, sebagai analogi adalah mengenai apa yang dimaksud > dengan "titik." "Titik" dalam matematika adalah suatu entitas yang > tidak memiliki dimensi (panjang, lebar, atau tinggi). Nah, jika > tidak memiliki dimensi, apakah berarti ia tidak ada? Tidak demikian > halnya, karena lingkaran adalah himpunan titik-titik dengan > jumlah "tak terhingga" yang berjarak sama terhadap suatu titik > pusat. Menurut logika "kritis" Anda, tentunya tidak mungkin sesuatu > yang tidak berdimensi (titik) dapat membentuk suatu yang berdimensi > (lingkaran) bukan? Memang sesuatu terkadang terkesan tidak masuk > akal, bila wawasan kita belum sampai ke sana. > > Semoga analogi-analogi saya di atas bermanfaat. > > Sekedar saran: > > Pemikiran kritis memang bagus, tetapi ia bagaikan pisau. Bila Anda > tidak mampu mengolahnya, maka tangan Anda akan terluka. Ini > memang "bahaya"nya Buddhisme, yang bagaikan pisau, kalau kita salah > menangkapnya akan menjadi senjata yang membahayakan diri kita. > > Metta, > > Tan > > > --- In [email protected], Ika Polim <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Dear All, > > > > Bro & Sis Semua Yg Berlindung Kpd Dhamma, > > > > Menurut Pengetahuan Yg Sy Dpt Smp Saat Ini Adalah : Bahwa > Filosofi Buddhisme Mengenai Konsep Kamma Adalah Agar TERMUTUSNYA > Lingkaran Kelahiran Kembali (Reinkarnasi), Sehingga (secara > ringkas!) Seluruh Manusia (pd akhirnya) Mencapai NIBBANA ! > > > > Nah! Kalau Ceritanya Seperti INI, Artinya "Bukankah Filosofi > Buddhisme Mendukung Suatu Konsep "Agar Semua Manusia Tidak Terlahir > Lagi Di Dunia Ini" ? > > "Bukankah Filosofi Buddhisme Menginginkan Agar Bumi Kosong Dari > Manusia '? > > "Bukankah Filosofi Buddhisme Berniat Demikian Kpd Kita & Alam > Semesta Ini ?! > > > > Maaf Kpd Semua Yg "Terganggu " Oleh Pemikiran Kritis Ini ! Thx. > > > > > > > > > > --------------------------------- > > Yahoo! Photos Showcase holiday pictures in hardcover > > Photo Books. You design it and we'll bind it! > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
