Pembahasan Menarik dari Buku Meditation on Emptiness Hari ini karena agak longgar saya memiliki kesempatan untuk membuka- buka kembali buku Meditation on Emptiness (karya Jeffrey Hopkins, Wisdom Publications) terima kasih untuk Bapak Agus yang telah memberikan buku berharga ini. Di halaman 350 ada hal yang cukup menarik.
Mengenai ketidak-kekalan itu sendiri, Sautrantika menawarkan suatu penjelasan yang berbeda dengan Vaibhasika dan selaras dengan Mahayana. Vaibhasika mengajarkan bahwa kelahiran/ kemunculan (production), keberlangsungan sesuatu (abiding), proses penuaan (aging), dan kematian (disintegration) bukanlah empat proses melainkan empat penyebab (agen), yakni: (1) yang menyebabkan kelahiran/ kemunculan, (2) yang menyebabkan penuaan, (3) yang menyebabkan keberlangsungan atau kelanggengan sesuatu, dan (4) yang menyebabkan kematian/ kemusnahan. Empat ciri khas fenomena ketidak- kekalan ini adalah entitas substantial yang terpisah dari fenomenanya sendiri. Keempatnya itu hadir secara simultan (bersama-sama) sebagai ciri khas atau karakteristik suatu fenonema, tetapi akan menjalankan fungsinya secara bertahap. Menurut ajaran Vaibhasika, tahapan-tahapan (momentum) ketidak-kekalan itu mengacu pada keempat hal ini. Kedua aliran Sautrantika, meskipun demikian memandang bahwa: (1)Kelahiran/ kemunculan adalah timbulnya sesuatu yang belum ada sebelumnya (2)Keberlangsungan atau kelanggengan adalah tetap adanya sesuatu yang mirip dengan pendahulunya (3)Penuaan adalah adanya ketidak-miripan sesuatu dalam kondisinya yang terakhir dengan kondisi sebelumnya (4)Kematian/ kemusnahan adalah tidak adanya lagi sesuatu setelah hadir/ ada [untuk sementara waktu] Kesemua karakteristik ini hadir secara simultan karena apa yang baru saja muncul adalah apa yang "tidak muncul" pada saat berikutnya. Apa yang baru saja lahir/ muncul adalah apa yang sedang berlangsung sebagai sesuatu yang mirip dengan penyebab sebelumnya, tetapi adalah juga entitas berbeda dengan penyebab pendahulunya. Sehingga segala sesuatu.... tidak memerlukan penyebab bagi kematian/ kemusnahannya serta kemunculannya. Segala apa yang ada sudah hekekatnya mengalami kematian/ kemusnahan; dan tidak perlu ada sesuatu yang menyebabkan mereka demikian. Mungkin rekan-rekan yang lain dapat menyoroti kutipan ini secara berbeda, tetapi saya akan coba membahasnya dari segi ilmu biologi. Para ahli telah menemukan bahwa penuaan disebabkan oleh gen-gen tertentu, dan mereka saat ini sedang berusaha menemukan suatu gen yang dapat memperlambat laju penuaan seseorang. Jadi dengan kata lain nampaknya filosofi Vaibhasika yang lebih masuk akal, yakni mengenai adanya penyebab yang terpisah dari proses-proses ketidak-kekalan yang melanda segala sesuatu. Ini berlaku pula dengan adanya sentrosom dalam sel yang berfungsi sebagai alat pembelahan diri sehingga menjaga keberlangsungan/ kelanggengan suatu organisme. Jadi nampaknya filsafat Sautrantika tidak bersedia "memusingkan" diri lagi dengan keruwetan organisme itu, dan mengambil jalan pintas bahwa itu semua memang sudah hakekat (dari sononya) bagi segala sesuatu. Gen penuaan dan sentrosom dianggap sebagai sesuatu yang sudah menjadi hakekat bagi segala sesuatu, tanpa perlu dipusingkan atau dipilah-pilah lagi. Pada kesempatan kali ini, saya tidak hendak menyatakan benar dan salahnya kedua aliran filosofi Buddhis tersebut, tetapi saya hendak menyimpulkan bahwa: bagi dunia ilmu pengetahuan, pandangan Vaibhasika yang dipakai sedangkan dalam pencarian makna spiritualitas yang lebih tinggi, pandangan Sautrantika yang dipergunakan. Sains cenderung untuk memilah sesuatu menjadi sebab dan proses yang diakibatkannya. Sementara itu, pencarian makna kehidupan yang lebih tinggi cenderung memandang segala sesuatu secara keseluruhan (totalitas/ holistik): Sains lebih banyak pertanyaan "bagaimana" (how), sebaliknya filsafat/ agama lebih cenderung menjawab pertanyaan "mengapa" (why)? Jadi kedua pandangan tersebut sama-sama bermanfaat, tergantung dari sudut pandang mana kita berada. Bagaimana pendapat rekan-rekan sekalian? Semoga ini dapat menjadi bahan diskusi yang menarik. Metta, Tan (4 Februari 2006) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
