Komentar yang sangat menarik, izinkanlah saya untuk juga urun rembug,
    
>   Komentar:
>    
>   -Kalau kita ingin membedah Tipitaka untuk mencari ajaran Sang 
Budha yang benar, apakah pegangannya?. Saya kawatir bila tanpa 
pegangan umat Budha akan terpecah belah kedalam kelompok-kelompok 
baru yang lebih banyak dengan masing-masing menganggap kelompoknya 
yang paling benar menginterprestasikan ajaran Budha Gautama. Sebelum 
kesana saya lebih cendrung kita "Back to Basic" dulu. Karena ajaran 
Budha ditemukan dari hasil meditasi sampai mempunyai kemampuan 
ketingkat tinggi maka inilah yang harus dikerjakan dahulu. Teori-
teori yang akan dilahirkan harusnya mempunyai verivikasi dari hasil 
Jhana yang tinggi bukan dari debat yang berasal dari pemikiran dan 
perenungan  biasa. Orang awam hanya bisa memverivikasi ajaran Budha 
berdasarkan pengamatan tajam akan penerimaan pancaindra sedangkan 
bagian transendentalnya sama sekali tidak diketahui, jadi kalau kita 
umat awam ini ikut membahas maka akan bias pada satu jenis pengamatan 
saja.

TAN:

Jika seseorang harus menunggu mencapai jhana terlebih dahulu baru 
boleh membedah Tripitaka, maka kita harus menunggu berapa lagi? 
Jangan-jangan pada beberapa kehidupan yang akan datang baru kita 
dapat membedah Tripitaka. Tetapi benar juga apa yang diungkapkan Sdr. 
Kreshna A. bahwa pembedahan yang serampangan juga dapat menghasilkan 
perpecahan dan ini memang sudah dibuktikan dengan timbulnya 18 sekte 
pada masa awal Buddhisme, khususnya jika pembedahan sudah dilakukan 
pada hal-hal yang berhubungan dengan Abhidhamma atau teknik meditasi.
Pada zaman sekarang saja, banyak orang yang mengagung-agungkan teknik 
meditasinya sendiri," O... ini lho teknik yang cespleng...!"
Lalu bagaimana solusinya? Kalau menurut saya, isi Tripitaka sangat 
beragam. Hal-hal yang berhubungan dengan sosial, ekonomi, dan 
kemasyarakatan (Socially Engaged Buddhism) boleh saja dibedah tanpa 
kita mencapai jhana terlebih dahulu. Saya tidak perlu mencapai jhana 
untuk mengetahui bahwa kucing liar yang kelaparan membutuhkan 
makanan. Atau burung lebih senang dilepaskan ketimbang di dalam 
sangkar. Atau korban banjir membutuhkan bantuan. Atau agar negara 
maju pejabat tidak boleh korupsi. Atau...dst. Bagian 
Saddharmapundarika mengenai mutiara berharga yang terjahit di dalam 
pakaian dapat dijadikan acuan bagi manajemen untuk mengenali potensi 
diri atau bangsa demi mencapai kemajuan di masa mendatang. Sebenarnya 
banyak ayat-ayat dalam Tripitaka yang bermanfaat dalam kehidupan 
sosial ekonomi, dan kemasyaratan. Khusus ayat-ayat semacam ini saya 
kira tidak memerlukan pencapaian jhana terlebih dahulu.
Tetapi kalau sudah masuk metafisika (abhidharma) inilah yang bisa 
berbahaya. Orang yang masuk jhana-pun juga dapat mengalami bahaya, 
banyak kenalan saya yang sudah berhasil masuk jhana malah jadi 
berpuas diri dan merasa sudah "kontak" dengan alam dewa-dewa. Atau 
bisa juga jadi dukun (tapi enak juga punya teman yang dukun, soalnya 
bisa tanya hal yang aneh-aneh). Mungkin kalau topiknya sudah ke sini, 
ya kita-kita yang belum mencapai jhana mendingan jangan membedahnya 
dulu. Karena dapat menimbulkan pertentangan dan perpecahan, 
sebagaimana yang diutarakan oleh Sdr. Kreshna A. 

>    
>   - Untuk hal penerapan agama Budha dalam kehidupan sehari-hari 
termasuk dalam bidang politik dsb, saya kira biar masing-masing 
(untuk sementara) mengeluarka teorinya sendiri-sendiri, yang berhasil 
dan kelihatannya mendekati ajaran Budha kita terima sebagai pegangan 
sementara, nanti setelah "Back to Basic" selesai kita tinjau lagi 
apakah memang sesuai dengan ajaran Budha. Jadi walaupun kita belum 
menemukan ajaran Budha yang "benar" kita harus berani maju dengan 
segala kekurangannya seperti yang anda usulkan dalam permulaan 
tulisan diatas.

TAN:

Ya saya setuju sekali dengan hal ini. Karena itu beberapa waktu yang 
lalu saya ada posting mengenai hukum Buddhis. Pertanyaannya seperti 
apa kira-kira hukum yang "Buddhis" itu? Bagaimana implikasinya? 
Apakah efektif? Dan lain sebagainya.
>    
>   Mudah-mudahan tulisan diatas bisa bermanfaat bagi kita semua.
>    
>   Kreshna
> 
Metta,


Tan





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke