--- In [EMAIL PROTECTED], julie julie <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

Dear all,
  Klo menurut saya memang terkadang persoalan antara materi  
spiritual bisa menjadi hal yg sangat bertentangan satu sama lain ATAU
 bisa saling menunjang.
  Mnurut saya, yg menyebabkan kita terkadang sulit untuk memilih mana
yg  lebih penting antara materi atau spiritual karena kita mungkin
sudah  lebih condong ke satu bentuk kehidupan tertentu (entah materi
or  spiritual). Istilahnya kita mungkin udah ke arah ekstrim, walo
bukan  ekstrim yg sampai seperti pertapa Gotama ga makan sampai 6
taon(bener  ga yach?), tapi ekstrim yg masih kecil.
  Untuk menyadarinya kita perlu sekali mengkondisikan pikiran kita ke
 dalam tahap terbuka. Artinya kita bersedia untuk mendengar/ berbagi 
pikiran dengan yg lain. Dengan begitu masih ada chance kita bisa 
menyeimbangkan 2 sisi ini.
  Tentunya mendengar secara bijaksana, dan berhati-hati terhadap sikap
batin kita sendiri, jangan sampai terjebak. 
  Setelah mendengar secara bijak, mungkin kita butuh waktu untuk
berpikir  (without take any action). Ini  masa vakum. Terkadang kita
memang  perlu berdiam di saat memang tak ada tindakan yg perlu diambil. 
  Tapi percayalah, when time to take action is come, kita pasti tahu. 
  
  Nurut temen2 yg laen gimana?
  Tnx....
  with metta.
  Julie
Jimmy Lominto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:        Halo Yet,

Sekuntum teratai untuk kamu, seorang calon Buddha.
 Menurut aku, 

Mendefinisikan "Hidup Cukup" akan lebih mudah ketika kita sudah mampu
memutuskan:


Spiritual untuk bantu cari nafkah?  atau 
  Cari nafkah untuk menunjang spiritual?
Bagaimana pendapat Bro n Sis lain?

Anumodana

JL






shiau hui <[EMAIL PROTECTED]> wrote:    Saya  sgt tertarik dengan artikel
ini. "hidup cukup". terus terang saya belum  bisa merumuskan definisi
"hidup cukup" didlm kehidupan saya. saya n  suami saya dulu sering
berdebat soal ini. "hidup cukup" menurut suami  saya, kalo semua biaya
hidup 3 generasi (org tua, kita, anak2)  tercover. trus hrs punya
emergency money plg sedikit 3bln biaya hidup.  trus setiap org hrs ada
asuransi, kmdn hrs ada uang pensiun wkt umur 50  taun, dan punya
"sdkt" investasi.sedangkan definisi"hidup cukup"  menurut saya spt
bang uki, yg penting kita bahagia dan hidup  tenang.ujung2nya kita
berdebat. ia menilai saya terlalu naif. ga mikir  masa depan.dan saya
pikir dia terlalu money oriented.finally, saya  kalah berdebat.
  org  bilang, manusia itu ga pernah puas. ingin lebih n lebih. kalo
uda tau  asyiknya cari duit, maka ga pernah puas2. ingin lebih dan
lebih.skrg  ini saya jg merasa demikian, sejak tau asyiknya dapt dolar
sing, jadi  pelit n perhitungan.pernah gara2 cuma 10 dolar berantem
dgn suami.  untung cepat sadar,dan akhirnya kita berdua tertawa
terbahak2.hehe...
  teman2  pernah ga ngalami yg spt ini? skrg ini,dlm benak saya punya
satu  pertanyaan, mana yg lebih ptg? spiritual dulu ato materi
dulu?kalo  keduanya jg penting, gimana cara gabunginnya ya?

Jeritan Bisu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    Terima kasih juga atas tanggapan anda, Kawan Harryson.
   
  Penulis tidak salah, pendapat anda juga tidak salah. Tergantung
penekanannya.
   
  Bagaimana kasus ini menurut agama Buddha?
   
  Peace
  
Jeritan Bisu Kaum Tersisih
   
   
   
   
   
   
   
  --- In [EMAIL PROTECTED], harryson huang
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>  Terima kasih atas posting ini, saya sendiri membacanya di Kompas. 
Rasanya mudah untuk setuju dengan penulis. Namun juga ada perasaan 
menggelitik saya. 
>    
>   Sikap mental "cukup" memang baik dan memberikan ketenangan dan  
kebahagiaan. Namun kadang kala ini dijadikan pembenaran untuk sikap
"malas". 
>    
>   Bang Uki selamanya akan jadi tukang nasi uduk. Gimana kalo suatu
hari lokasinya digusur? Mau jualan ke mana?
>    
>    Nafsu berlebihan akan harta tidaklah sehat. Namun jika tidak ada
 semangat untuk memperbaiki kehidupan, itu sama dengan malas!!
>    
>   Any comment?
>    
>   regards,
>    Harryson
> 
> Jeritan Bisu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>       Kompas, Sabtu, 21 Januari 2006 
>   Hidup Cukup 
>   Radhar Panca Dahana
>    Bang Uki telah lebih dari 20 tahun berdagang nasi uduk di pinggir
Pasar  Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Uduk yang sungguh enak. Tiap
pagi  puluhan orang antre untuk makan di tempat atau dibawa pulang.
Paling  lama dua jam saja seluruh dagangan Bang Uki�ada empal,
telur, semur  daging, tempe goreng�ludes habis. Begitu setiap hari,
20 tahun lebih.
 
    
---------------------------------
  
What are the most popular cars? Find out at Yahoo! Autos 

   

---------------------------------
Relax. Yahoo! Mail  virus scanning helps detect nasty viruses!       
         
    

---------------------------------
 
   What are the most popular cars? Find out at Yahoo! Autos           

    ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di
dalam diri saya maupun di luar diri saya **
  
  ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk
menanami  taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi
pengertian  dan cinta kasih yang kokoh **
  
  ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan 
memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, 
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
  
  ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi
penuh  welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi
ataupun  sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat,
membantu  sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh
rasa  syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat
kami **  

                      

          SPONSORED LINKS    
                                                        Spirituality 
                                                           
        
---------------------------------
    YAHOO! GROUPS LINKS  
  
      
    Visit your group "Ramu_Dharmajala" on the web.
     
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
     
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.  
  
      
---------------------------------
  
  
          

                
---------------------------------
 Yahoo! Mail
 Use Photomail to share photos without annoying attachments.

--- End forwarded message ---










------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke