Teman2, laper yah...Tapi tenang, bentar lagi waktunya makan siang neh….Hehehe.....
Ada baiknya mari kita baca renungan kecil ini.
Makanan ini adalah pemberian seluruh alam semesta-bumi, langit dan banyak kerja keras.
Semoga kami hidup dalam cara yang membuat kami layak untuk menerimanya.
Semoga kami dapat merubah keadaan-keadaan pikiran kami yang tidak bajik, terutama keserakahan.
Semoga kami hanya memakan makanan yang menunjang kesehatan kami serta mencegah penyakit.
Kami terima makanan ini agar kami dapat merealisasi jalur praktik.
 
 
Nah setelah membaca gatha tadi, sekarang mari kita renungkan darimana asal makanan kita.
Dalam makanan ini,
kulihat dengan jelas kehadiran seluruh alam semesta
yang menyokong keberadaanku.
 
Sekarang mari kita perhatikan tubuh kita dan gerakannya.
Duduk disini
bagaikan duduk dibawah pohon Bodhi.
Tubuhku adalah perhatian penuh itu sendiri,
yang sepenuhnya bebas dari gangguan.
 
Sekarang kalian tidak keberatan khan kalau diajak untuk ikut memikirkan sesama kita yg entah itu ada dimana & sedang bingung nyari makanan
Banyak makhluk yang tengah berjuang untuk mendapatkan makanan hari ini.
Aku berdoa semoga mereka semua memperoleh cukup untuk makan.
 
 
 
Tanpa kita sadari, saat kita makan dengan lahapnya, makanan yg sedang kita makan mengandung berbagai kepedihan dan air mata dari begitu banyak makhluk.
Piring berisi makanan ini,
Yang begitu wangi dan merangsang selera,
Juga mengandung begitu banyak penderitaan.
 
Sekarang sambil mengunyah, mari kita ajak pikiran kita untuk berlatih metta, karuna, mudita dan upekha.
Dengan rasa pertama, aku berjanji ‘tuk mempersembahkan suka cita.
Dengan rasa kedua, aku berjanji ‘tuk meringankan penderitaan makhluk-makhluk lain.
Dengan rasa ketiga, aku berjanji ‘tuk melihat suka cita pihak-pihak lain sebagai suka citaku.
Dengan rasa keempat aku berjanji ‘tuk mempelajari jalur ketidakmelekatan dan keseimbangan batin.
 
Kemudian setelah selesai makan, mari kita buat satu tekad baik.
Piring ini telah kosong.
Terpuaskan sudah rasa laparku.
Aku berjanji untuk hidup untuk manfaat semua makhluk.
 
Setelah makan pasti minum kan…..Dengan minuman yg ada dalam tangan kita, mari kita sadari bahwa saat sekarang ini adalah saat yang sebenarnya.
Cangkir teh dalam kedua tanganku ini
Perhatian penuh yang dipertahankan sepenuhnya!
Pikiran dan tubuhku berdiam
di sini dan saat ini juga.
 



Yahoo! Mail
Bring photos to life! New PhotoMail makes sharing a breeze.

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke