--- In [email protected], "Steeve Haryanto" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Alhasil yg bisa kita perjuangkan adalah 'membuddhiskan yg sdh
> buddhist'.Bukanlah hal mudah merubah pola pikir seseorang dalam
> melihat suatu objek, walaupun kita berdiri pada posisi yg sama.Tetapi
> itulah sebenarnya yang bisa saya lihat.
> 
> Semoga bermanfaat,
> Steeve

Namo Sakyamuni Buddhaya,
>
DH: Mungkin istilah "membudhistkan" tidak mempunyai substansi seperti 
mengkristenkan atau mengislamkan. Mengapa? Karena berbeda dengan agama 
agama Semit, falsafah Buddhismus tak mengenal pendakwahan.

Meyakinkan seseorang menjadi Muslim, misalnya, adalah ajakan untuk 
menjalankan seluruh syariat, dari A sampai Z. Demikian pula membuat 
seseorang dipermandikan sebagai Kristen, meminta seseorang itu, 
menjalankan seluruh proses dari A sampai Z (misalnya katekisasi).

Dalam budaya Buddhismus, seseorang menerangkan tentang dharma, dan aj
aran sang Buddha, yang adalah berlaku bagi semua. Dalam falsafah 
Buddhismus, apakah seseorang itu percaya atau tidak, misalnya, dia 
tunduk pada hukum kharma. Falsafah Buddhismus juga tidak 
mendefinisikan Ilahi sedemikian rupa, hingga membentuk identitas 
daripada yang mengimani definisi Ilahi itu (misalnya Tuhan itu satu, 
atau Tuhan itu berpribadi tiga, dsb). Sehingga ujung ujungnya, 
kelompok yang percaya "Tuhan itu esa" akan benturan dengan kelompok 
yang percaya "Tuhan berpribadi tiga". 

Definisi daripada Ilahi dalam Buddhismus adalah universal, dan dapat 
diimani siapapun. Siapapun yang menerima keuniversalan Ilahi 
sebagaimana diajarkan sang Buddha, takkan benturan.

salam metta

Danardono











** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke