April 15, 2006.
Hari ini hari terakhir Sun dirawat di RS Siloam karena besok pagi, Sun akan berangkat untuk menjalani rehabilitasi di RS Ortopedi di Solo. Walau mengenal mereka baru 2 minggu terakhir ini, saya seperti mendapatkan 3 teman baik; Sun, Asien and Papa Sun. Sedih juga mereka harus pulang.
 
Saya juga mendapatkan pelajaran baru dari mengurus medical evacuation untuk Sun dari Jakarta ke Solo. FYI; untuk saat ini di Indonesia, hanya Garuda yang bisa menyediakan stretcher untuk orang sakit. Permohonan untuk kasus stretcher, bisa dilakukan di Garuda Sentra Medika, Lt 3, bagian Travel Clinic, di Jalan Angkasa, sebelah gedung Merpati Nusantara. Dari situ,  tiket di-issued di Garuda Head Office di Gunung Sahari (dekat Golden Truly). Ada 2 form yang harus diisi yaitu Medical Certificate dan Medif (berisi keterangan dokter dan informasi pasien). Untuk pasien yang menggunakan stretcher, mereka perlu menggunakan certified nurse untuk mengurus pasien bila terjadi emergency selama di penerbangan. Tanpa nurse, pasien tidak akan diberangkatkan, ini sudah rules-nya garuda. Ini salah satu pelajaran berharga. Karena tadinya, untuk menghemat biaya, kita putuskan untuk tidak menggunakan nurse karena kondisi Sun sekarang sudah membaik dan tidak lagi menggunakan oksigen mask. Tetapi, dari pihak garuda menjelaskan bahwa tugas pramugari adalah melayani penumpang dan mereka tidak dilatih untuk melayani penumpang yang sakit. That’s why they need a registered nurse!!!
 
Setelah discuss dengan Bro Jimmy, biaya medical evacuation Sun yang meliputi Stretcher untuk Sun, Tiket Papa Sun dan Perawat plus biaya perawat dan peralatannya, dibiayai dari donatur dana kemanusiaan dharmajala. Totalnya sekitar Rp 5.7 juta. Terima kasih para donatur atas kemurahan hati kalian semua, sampai hari ini, dana untuk Sun terus masuk dan laporannya akan kami posting secara berkala di milis dharmajala.
 
Teman Papa Sun juga berusaha membantu dengan mengirimkan data medisnya ke RS di Singapore untuk melihat kemungkinan apakah Sun bisa dirawat disana. Biaya akan ditanggung oleh teman papanya. Tetapi jawabannya ternyata sama dengan dr Eka, cacat tetap total. So, saat ini satu-satunya option hanyalah rehabilitasi. Kenapa dipilih Solo? Karena pusat rehabilitasi yang sudah disurvey dan memiliki program yang bagus untuk pasien lumpuh adalah RS Fatmawati di Jakarta Selatan dan RS Ortopedi di Solo. Akhirnya diputuskan untuk dirawat di Solo, selain karena biaya lebih murah, suasana lebih sejuk dan nyaman dibandingkan Jakarta yang panas. Faktor lain juga karena teman-teman Sun di Yogya akan lebih leluasa menjenguk lantaran jarak Yogya-Solo yang cuma 1.5 jam.


Blab-away for as little as 1¢/min. Make PC-to-Phone Calls using Yahoo! Messenger with Voice.


** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke