Manfaat Menjadi Biksu dan Biskuni

Bagian 2

Oleh:
Lama Thubten Zopa Rinpoche



Lingkungan sekitar sangat penting bagi kemajuan seorang sangha untuk melanjutkan latihan, bulan demi bulan, tahun demi tahun mengembangkan batin untuk menempuh jalan pembebasan dan pencerahan. Terutama bagi para pemula yang belum stabil dalam tiga aspek sang jalan, samatha dan sebagainya. Seseorang yang tidak mau berlatih tidak akan mendapatkan realisasi, dan batin mereka tidak terkendali terutama mereka yang tidak mempraktikkan lam-rim. Jika anda hanya mengerti saja tanpa mempraktikkan ajaran itu, apakah anda seorang umat biasa maupun seorang sangha, maka semua obyek eksternal akan mengendalikan batin anda, mencengkeram batin anda, menyebabkan anda mencari dan mengejar obyek indriawi.

Namun, ketika anda mulai meditasi, latihan, lam-rim, tiga aspek sang jalan, maka batin mampu mengatasi pengaruh obyek eksternal ini. Batin bahkan lebih kuat daripada obyek eksternal ketika anda meditasi dengan benar dan tepat, ketika anda menerapkan ajaran Buddha, terutama lam-rim dalam kehidupan sehari-hari.

Selama anda berlatih meditasi, batin kita mampu mengendalikan obyek eksternal, apakah itu makhluk hidup atau sesuatu benda, atau apapun. Apakah obyek itu ganteng, wanita cantik atau bunga yang cantik, ketika anda menerapkan lam-rim, batin mampu mengatasinya; batin adalah sang raja, dan semua obyek bisa di bawah kendali batin. Mengapa demikian? Karena kekotoran batin bisa dikendalikan melalui praktik lam-rim, karena kita mempraktikkan ajaran Buddha.

Sebagai pemula anda membutuhkan meditasi lam-rim lebih intens dan pada saat bersamaan menjauhkan diri dari obyek-obyek penganggu. Batin kita saat ini sangat lemah karena telah terbiasa lemah sejak waktu yang tidak terhitung, terbiasa dengan kemelekatan, tidak terbiasa dengan tiga aspek sang jalan menuju pencerahan. Kekotoran batin begitu banyak, terutama obyek penganggu muncul di sekeliling kita, niat dan keiginan untuk mencapai pembebasan menjadi lemah. Kekotoran batin kita begitu besar untuk mencari kesenangan samsara, mencari obyek kesenangan dunaiwi.

Oleh karen itu, anda membutuhkan meditasi lam-rim untuk menakhlukkan batin, mengendalikan batin, pada saat bersamaan anda juga perlu menjauhkan diri, menjaga jarak dengan obyek kemelekatan, obyek yang menyebabkan kekotoran batin. Jika anda tidak menjauhkan diri dari obyek penyebab penderitaan internal, anda yang telah ditahbiskan diselimuti oleh obyek kesenangan duniawi maka anda mirip dengan orang yang duduk di dekat api dan pada saat bersamaan mendambakan dingin.

Tentu saja, suatu hal yang baik sekali apabila membangun lingkungan eksternal yang menunjang di lingkungan sangha dunia barat, namun dari sisi individu sangha itu sendiri, mereka perlu tinggal di tempat yang tepat bagi mereka. Walaupun ada yang menyediakan lingkungan yang baik, namun individu sangha tidak berada di tempat tersebut; maka seperti yang saya sebutkan sebelumnya, batin kita sungguh lemah saat ini, tidak ada realisasi, tidak ada kestabilan, obyek internal yang ada akan menguasai batin anda. Ini berarti anda akan mengikuti kekotoran batin, kekotoran batin menguasai batin anda, anda tidak bisa berlatih dharma, tidak bisa mempertahankan sumpah, hal ini membuat hidup semakin sukar, oleh karena itu hidup sebagai anggota sangha biksu itu bagaikan hidup dalam penjara, itu pandangan salah.

Dengan menyadari bahwa hasil dari hidup sebagai anggota sangha adalah pembebasan dan pencerahan, maka seseorang seharusnya merasa beruntung, anda juga bisa mendapatkan manfaat: moralitas bagaikan suatu derajat respek dari orang lain, suatu tugas untuk tetap hidup, kelahiran yang lebih baik. Moralitas merupakan passpor menuju kelahiran lebih baik. Hal yang paling penting adalah terhindar dari terlahir ke alam rendah, selain itu moralitas merupakan dasar dari pencapain pembebasan dan pencerahan. Oleh karena itu penting untuk menciptakan lingkungan yang menunjang.

Banyak sekali manfaat hidup sebagai anggota sangha biksu, seperti dijelaskan oleh Buddha dalam sutra dan lam-rim. Ada ritual pengakuan kesalahan yang dilakukan sebulan dua kali, beberapa manfaatnya adalah membaca kembali peraturan agar bisa lebih siap menjalankan peraturan itu, karena pasti ada diantara mereka yang melanggar peraturan. Biksu yang memiliki moralitas bagus memiliki 'sinar cahaya kejayaan'. Dan secara alami akan terkenal, para umat akan memuji kualitas itu, mereka juga akan berbahagia.
Orang menjalankan moralitas dengan bajik tidak akan diganggu oleh orang lain. Agar orang lain bisa menganggu kita, maka kita harus menciptakan penyebabnya. Jadi anda harus mengerti bagian ini. Seseorang yang tidak mempunyai mata tidak bisa melihat suatu bentuk barang. Begitu juga dengan orang yang tidak menjalankan moralitas tidak akan bisa terbebaskan, orang yang tidak menjalankan moralitas bagaikan orang yang tidak memiliki kaki, dia tidak bisa berjalan dan tidak bisa pergi ke tempat-tempat yang ia inginkan (kita tidak membicarakan tentang teknologi modern dengan menggunakan kaki artifisial).

(Sumber: Mandala Sept-Okt 96, h 32)


J u n a i d y  A n w a r
Dept. of Information Technology

PT. Tiara Gaya Arga Kencana
Paint, Road Marking, Epoxy Manufacturer
Jl. Cimareme No. 185 A Padalarang, West Java - Indonesia

Phone.: +62 22 665 1515 [ hunting ]
Fax.: +62 22 665 6555
Mobile.: +62 856 219 8835 / +62 22 911 80 855 / +62 22 707 87 555

----------------------------------------------------------
May I become at all times, both now and forever; a protector for those without protection; a guide for those who have lost their way; a ship for those with oceans to cross; a bridge for those with rivers to cross; a sanctuary for those in danger; a lamp for those without light; a place of refuge for those who lack of shelter; and a servant to all in need---Bodhisattvacharyavatara ~ Shantideva
----------------------------------------------------------


Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2ยข/min or less.


** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke