Dear Bro Sutedja,
Terima kasih nasehatnya. Memang seharusnya begitu yg anda sebutkan. Bukan mengkultuskan individu. Siapa yg menanam, siapa yang memetik.Cuma perlu diingat tidak semua umat yang punya pemahaman Dhamma yang dalam. Dan individu (baca: bhikkhu) yang ada cuma sedikit. Dan kalau demikian bagaimana kita mencari ladang yang subur (baca:Sangha) --yang benar-benar subur untuk berdana? :(
Sekali lagi ini dalam hal ini saya maksudkan dampaknya terhadap umat Buddha dalam konteks secara umum dalam arti : mereka yg hanya secara rutin kebaktian. Untuk sebagian dari kita yg rajin meditasi, ikut Vipassana dan rajin diskusi hal ini tidak jadi massaalah........
mettacitena,
beng
sutedja tj <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sdr. Hanry Uttamo,
Tenang saja. Jadikanlah Dhamma sebagai panutan anda
bukan Individu. Individu boleh menjadi pembimbing
tapi acuannya tetap Tipitaka.
Ingat Kalama sutta dan berEhipassiko lah terhadap
Individu-Individu. Jangan mengkultuskan seseorang.
Mettacitena,
Sutedja Tjandra
--- hanry uttamo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Salam dalam Dhamma,
> Hati saya serasa mau 'copot' dan teriris membaca
> tulisan ini.Kalau memang demikian adanya kepada
> siapa lagi kita jadikan panutan ???. Cerita sedih
> seakan tiada habis2nya. Menanggung karma buruk apa
> Buddhisme di Indonesia? Umat tidak akur, pemuka ada
> masalah..................
> Entah apa yang terjadi kalau sampai umat Buddhis
> yang baru belajar Dhamma mengetahui hal
> ini.............
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2ยข/min or less.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
