Namo Buddhaya,
Selama Umat Buddha menganggap Bhikkhu adalah
manusia yang :
Lebih Baik moralnya dari Umat awam
Lebih tinggi tingkatannya / Statusnya dari
Umat awam
Lebih Terhormat
Lebih Suci
Tempat ladang menanam jasa tiada tara, pemujaan, patut mendapat pujian, patut
disembah dan..bla…bla….bla… menurut bentuk imaginasi yg
pernah kita baca di jataka / kitab suci.
Maka DOKTRIN Sanghanussati menjadi bentuk pemujaan
dan penyembahan yang membabi - buta, mengembalikan era jaman sebelum guru
Buddha yaitu SYSTEM KASTA.
Hasilnya dan buah karmanya adalah KECEWA.
Menghormati bukanlah mengidolakan dan
menjadi bentuk pemujaan.
Bhikkhu adalah manusia biasa dan tidak
ada perbedaan status maupun tingkatan dengan umat.
Yang membedakan hanya Doktrin vinaya botak
dan jubah .
‘Bhikkhu’ jaman sekarang boleh
dikatakan bukanlah Sangha.
Sangha adalah 4 pasang makhluk suci.
Apakah Bhikkhu sudah suci?
Suci tidak suci hanyalah penilaian
Penilaian adalah karena kita melekat.
Karena melekat maka ada kecewa.
Dari pada kecewa lebih baik kita belajar
untuk merubah pola pikir dan menerima kenyataan
Kenyataan adalah mayoritas bhikkhu jaman
sekarang tidak berbeda dengan Pemuka agama lain,
Selain menjalankan Spiritual - juga
mencari Uang& Kekuasaan [Nama dan kedudukan].
Yang membedakan Vinaya, kepala botak dan
jubah.
Ungkapan Kekecewaan atas penyelewengan
Oknum, adalah Karena tidak dapat menerima kenyataan
Selain merugikan diri sendiri juga
merugikan serta mematikan karakter para bhikkhu yg benar-benar menjalankan
kehidupan suci.
Salam
Brianz
Mo nyanyi ah .......
Biku juga manusia, punya rasa punya hati tapi kenapa
jadi begini ....... he he he he
Sangha tidak sepenuhnya salah, Bhante Su juga tidak
sepenuhnya benar, klo dikupas jadi tambah salah. Yah
kita tunggu jawaban dari yang berkepentingan saja.
menurutku, Sangha kan
selama ini agak tertutup,
mungkin untuk menutupi biku biku yg aneh aneh x or
masing-masing (aku tidak tahu) yg pasti biar umat tdk
gelisah. Jadi terlihat tdk transparant. Apapun yang
dilakukan, pasti Sangha punya alasan sendiri dan moga
moga sesok sangha tdk otoriter he he he paling tidak
berupa TEGURAN dulu, siapa tahu BERUBAH gitu. Bila tdk
baru surat
peringatan pertama, kedua n ketiga then
baru keputusan. Tapi karena kita tidak menyaksikan
langsung dgn mata kepala sendiri yah, no comment dah.
Tapi klo soal buku, aku emang kurang setuju dengan
mantra itu tuh ........., ada pengasihan, hilang, dll.
kok hati kecilku mengatakan " ini salah translate ke
bhs indonesia
atau emang begitu adanya " kok jadi beda
ya dengan pembabaran Dhamma. jadi bingung gitu loh. n
udah pasti aku sempat kuciwa.
Semoga semua berjalan dengan baik. Pihak yang bertikai
bisa mufakat kembali.
W/ metta
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS