----- Original Message -----
From: Ambon <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2006/4/24/o1.htm
Sila sebagai Pelindung
SECARA umum, umat Buddha memiliki lima latihan kemoralanan - dikenal dengan
istilan Pancasila Buddhist. Berusaha untuk tidak membunuh, tidak mencuri,
tidak berzinah, tidak berbohong, dan tidak mengkonsumsi makanan dan minuman
yang melemahkan kesadaran. Namun dalam kurun satu bulan menjelang hari
Trisuci Waisak, banyak umat Buddha yang meningkatkan latihan diri dengan
menjalankan atthasila -delapan latihan kemoralan.
Bagi sebagaian umat Buddha, latihan kemoralan dianggap sebagai sebuah
latihan yang tidak menyenangkan. Ada beberapa kesenangan duniawi yang
pantang untuk dilakukan sehingga terasa tidak nyaman. Dalam kehidupan
sehari-hari, banyak umat Buddha yang lupa melatih diri atau melatih diri
seperlunya saja dengan sejumlah pengecualian untuk mencari pembenaran.
Melatih diri dengan menjalankan sila tidak membuat kita seperti seorang
tahanan yang penuh dengan pembatasan. Latihan ini juga bukan sebuah
pengekangan diri. Latihan sila merupakan sebuah cara yang sangat efektif
untuk melindungi diri dari berbagai kondisi yang buruk dalam kehidupan ini
sehingga kehidupan kita menjadi lebih bermanfaat. Selain itu, juga akan
menghasilkan akibat yang luar biasa.
Secara rutin, kita 'mengambil' latihan dengan mengucapkan Pancasila
Buddhist atau memohon tuntunan Tisarana dan Pancasila kepada anggota Sangha
pada setiap kebaktian. Tindakan ini menunjukkan bahwa kita mengambil dan
menerima latihan tersebut serta berusaha untuk tidak melanggarnya. Kapan dan
dimana pun, cobalah untuk terus bersikap waspada agar bisa menjaga sila
dengan baik.
Melatih diri dalam sila berarti berusaha untuk menjaga perbuatan melalui
pikiran, ucapan, dan badan. Kita berusaha menyadari mana perbuatan baik dan
pantas untuk dilakukan, mana perbuatan yang tidak baik dan tidak pantas
untuk dilakukan. Dengan demikian, latihan ini berfungsi untuk menghentikan
segala tingkah laku yang tidak baik dan tidak bermanfaat dalam kehidupan
ini. Dalam tingkatan yang lebih tinggi, kondisi ini akan menimbulkan
ketenangan dalam pikiran karena tidak ada rasa bersalah dan sebagainya.
Akibat ini juga memberikan andil dalam mengembangkan diri melalui meditasi.
Apakah kita melaksanakan sila dengan baik? Di balik semua ini adalah dua
faktor yang menjadi pendukungnya; rasa malu dan takut. Malu dengan perbuatan
buruk yang kita lakukan dalam kehidupan ini dan takut akan akibat dari
perbuatan buruk yang kita lakukan. Banyak orang yang melakukan perbuatan
buruk karena tidak memiliki rasa malu dan takut.
Pengertian kita terhadap hukum kamma juga memberikan andil untuk selalu
berusaha berbuat baik. Segala perbuatan yang kita lakukan, baik atau buruk,
akan menghasilkan akibat yang sama. Perbuatan yang kecil sekalipun, tetap
akan menghasilkan akibat yang sama. Perbuatan baik membuahkan kebahagiaan.
Perbuatan buruk membuahkan penderitaan.
Memiliki rasa malu dan takut membuat kita berusaha menjaga perbuatan melalui
ucapan, badan, dan pikiran. Menjaga perbuatan berarti menjalankan sila,
latihan kemoralan, dengan baik. Semua perbuatan yang kita lakukan akan
terlindungi dari kondisi yang buruk. Kondisi ini akan memberikan manfaat
dalam kehidupan ini dan juga dalam kehidupan yang akan datang, di dunia ini
maupun dalam kehidupan setelah kematian.
Menjaga sila dengan baik membuat hidup berkualitas. Hidup dengan kualitas
pikiran yang lebih baik, dengan pandangan benar, sehingga bebas dari segala
kondisi yang tidak menguntungkan. Karena itu, mari kita berusaha menjaga
moral. Menjaga perbuatan yang kita lakukan, baik melalui badan, pikiran,
maupun ucapan. Jadikan sila sebagai perisai, melindungi diri dari segala
kondisi yang buruk.
--
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
