Sahabat - sahabat terkasih dalam Dharma,
Terimalah sekuntum teratai untuk anda semua, para calon Buddha.

Tanggal 26 - 28 Mei 2006 kemarin saya dan beberapa rekan,
Albert,Gunawan,Selvi,Ratna,Linda,Siska,Ko Rizal dan istrinya baru saja
mengikuti pelatihan Vipasana di Gadog dengan bimbingan dari Bhante
Nyanaramsi.
Ada beberapa hal yang ingin saya share ke teman-teman mengenai kegiatan
tersebut.

Tanggal 25 Mei 2006
Saat arloji ditangan saya menunjukan jam 2 siang, saya melihat dari atas
rumah kayu di halaman belakang parkir Ekayana sudah banyak peserta yang
berkumpul. Panitia sibuk mendata peserta untuk memberikan botol minuman
serta pembagian mobil untuk berangkat ke Gadog.
Kami berangkat jam 14.30 wib dari Ekayana menuju Gadog. Rombongan kami
sampai di Gadog sekitar jam 16.30 wib. Pada saat turun dari mobil, saya
merasakan sejuknya udara pengunungan di sana. Tepat didepan mata, saya
melihat bangunan Vihara  bertingkat  megah dengan arsitektur China.
Vihara tersebut kelihatan tepat di kaki lembah pengunungan. Dari papan
nama vihara terlihat Vihara Aryamularama. Dalam hati saya bertanya apakah
ini tempat kami melakukan latihan meditasi selama 3 hari ? Tapi baru saja
berpikir begitu terdengar panggilan dari panitia agar kami berkumpul.
Kami bukan berkumpul di vihara Aryamularama tetapi Vihara dari Yayasan
Bhodicitta Gadok. Vihara tempat Suhu Nyanamaitri tinggal.

Sambil beristirahat sebentar  di bakti sala dan menunggu pembagian kamar
dari panitia, saya sempat melihat keadaan disekitar baktisala. Bangunan
tersebut terdiri dari 4 lantai. Pada lantai dasar kalian akan melihat
banyak atribut dan simbol tantra dari tulisan yang digantung disepanjang
ruangan baktisala. Tampak terlihat juga gambar dari Bodhidharma Zen.
Lantai 2 adalah ruangan tidur. Lantai 3 adalah baktisala utama. Tampak
terlihat patung Avalokiteswara yang sangat besar dengan seribu tangan dan
kepala yang bertingkat. Dari masing - masing tangan patung tersebut
terdapat gambar mata. Selain itu terdapat banyak patung Avalokiteswara
dari yang kecil maupun sedang. Mungkin karena itu vihara ini dinamakan
vihara Avalokiteswara. Lantai 4 adalah tempat tinggal samanera.
 
Pada malam harinya acara diisi dengan mendengarkan presentasi pengenalan
meditasi dari Pak Handaka. Penjelasan lebih lengkap mengenai meditasi
akan diberikan pada esok harinya oleh Bhante Nyanaramsi sendiri.

Tanggal 26 Mei 2006

Jam 03.00 Wib pagi terdengar 3 kali lonceng berbunyi. Jika anda sudah
pernah mengikuti Retret Dharmajala, maka lonceng tersebut terdengar tidak
asing lagi bagi anda. Para Yogi pada jam tersebut melakukan meditasi
jalan.
Tepat jam 04.00 Wib para Yogi dikumpulkan untuk mengambil 9 Sila dan
mendengarkan penjelasan mengenai meditasi jalan dan meditasi duduk dari
Bhante Nyanaramsi. Mungkin rekan - rekan bertanya kenapa ada 9 sila?
Biasanya pada saat retret Dharmajala kita hanya mengambil 8 sila. Sila
terakhir tambahan yaitu berusaha mengembangkan cinta kasih dimasukan
untuk mendukung latihan meditasi vipassana ini.
Informasi saja dalam Pelatihan Vipassana ini yang kita lakukan hanyalah
meditasi jalan dan meditasi duduk.

Tepat jam 06.00 Wib terdengar dari 2 kali lonceng berbunyi yang berarti
tanda untuk sarapan pagi. Makanan yang dihidangkan semuanya adalah
makanan vegetarian.
Setelah selesai makan, kami melakukan meditasi jalan kemudian dilanjutkan
dengan meditasi duduk. Rentang waktu antara meditasi jalan dan duduk
adalah 1 jam. Menurut pengamatan saya pada saat pagi hari para Yogi masih
terlihat bersemangat dalam mengikuti meditasi. Memasukin sesi siang ada
beberapa yang terlihat kecapaian dan mengantuk. Hal ini mungkin karena
para Yogi tidak terbiasa dengan jadwal bangun pagi dan latihan meditasi.
Walaupun begitu saya melihat tekat yang besar dari para yogi dalam
berlatih. Walaupun mengantuk mereka tetap berusaha dalam berlatih. Mereka
semua menjadi lonceng perhatian bagi yang lain. Mereka merupakan sangga kami dalam berlatih.

Pada malam harinya ada ada bimbingan/penjelasan mengenai meditasi Cinta
Kasih oleh Bante Nyanaramsi. Meditasi cinta kasih ini termasuk dalam
meditasi konsentrasi. Para Yogi diharapkan juga memgembangkan meditasi
cinta kasih ini untuk menunjang meditasi vipasana.
Objek Meditasi cinta kasih ada beberapa yaitu pada seseorang, kelompok
orang atau universal ke semua makhluk. Selain itu objek meditasi menurut
tempat dari diri sendiri,keluarga,kota,negara,dunia.
Jika para Yogi memilih objek meditasi ke seseorang maka diharapkan untuk
memilih objek meditasi pada seseorang yang dihormati seperti guru, orang
bijaksana atau orang tua kita. Setelah itu dialihkan objeknya ke saudara,
teman- teman atau kelompok spiritual anda, teman dikantor anda kemudian
ke semua makhluk.
Para Yogi pada tahap awal diharapkan  tidak memilih objek meditasi lawan
jenis atau seseorang yang dimusuhi karena akan menyebabkan keterikatan.
Menurut Bhante Nyanaramsi meditasi cinta kasih hanya akan membawa
ketenangan. Meditasi cinta kasih ini tidak dapat mencabut akar kekotoran
batin yaitu lobba dosa dan moha. Hanya dengan meditasi vipasana hal itu
dimungkinkan.
Kami di minta melakukan meditasi cinta kasih ini selama kurang lebih 20
menit baru kemudian dilanjutkan dengan meditasi vipassana.
Tanggal 27 Mei 2006.

Seperti biasa tepat jam 03.00 wib kami dibangunkan oleh bunyi lonceng
sebanyak tiga kali. Walaupun dengan kondisi mengantuk dan udara yang
sangat dingin, para yogi tetap melanjutkan latihannya. Berbeda sekali
suasananya kalau kita bandingkan dengan kehidupan di kota yang bagi
kebanyakan orang pada saat itu masih terlelap. Menurut informasi dari
penjaga vihara, suhu udara di Gadog pada pagi hari berkisar 6 – 12
derajat Celsius.  Para Yogi ada yang melakukan meditasi jalan dan ada
yang melakukan meditasi duduk.
 
Berbeda dengan hari kemarin, hari ini kami melakukan meditasi cinta kasih terlebih dahulu sebelum masuk ke meditasi jalan atau duduk. Menurut petunjuk dari Bhante Nyanaramsi kami dapat menentukan objek meditasi cinta kasih baik ke seseorang, sekelompok orang atau ke semua makhluk. Yang harus dilakukan Yogi adalah konsentrasi dalam memancarkan cinta kasih ke objek yang di pilih.Yogi dapat memulai dengan bersikap tenang terlebih dahulu. Setelah merasa tenang, maka mulai mengucapkan di dalam pikiran semoga aku hidup berbahagia dan damai. Semoga aku terbebas dari penderitaan fisik dan batin. Semoga aku terbebas dari kesakitan dan mara bahaya dan seterusnya.Lakukan sekitar beberapa menit. Setelah itu alihkan objeknya ke
guru,orang yang bijaksana atau orang tua kita. Semoga guruku hidup berbahagia dan damai. Semoga guruku terbebas dari penderitaan fisik dan
batin. Semoga guruku terbebas dari kesakitan dan mara bahaya dan
diteruskan secara berulang - ulang. Setelah dilakukan beberapa menit maka
ganti objeknya ke saudara,teman - teman spiritual  dan seterusnya.
Dengan melakukan meditasi cinta kasih ini diharapkan kita dapat
memperoleh ketenangan dan mempunyai cinta kasih yang besar.

Pada subuh hari ini saya masih susah berkonsentrasi baik melakukan
meditasi cinta kasih, meditasi duduk maupun meditasi jalan. Mungkin
karena pengaruh rasa ngantuk kali hehehe.... Baru pada saat memasuki pagi
hari mulai bisa berkonsentrasi.

Tepat jam 06.00 pagi lonceng berbunyi sebanyak 2 kali. Ahhh……. akhirnya
waktu untuk sarapan pun tiba. Para yogi berjalan menuju tempat makan
dengan tetap mempertahankan latihannya yaitu berjalan dengan penuh
kesadaran. Pada saat mengantri juga dengan penuh kesadaran.
Pada saat sebelum makan saya teringat dengan tekat kebajikan yang kami
lakukan dalam komunitas kpd kami yaitu melakukan 5 perenungan sebelum
makan.Teman - teman pasti ingat kan  perenungan sebelum makan yang kita
dapatkan pada saat retret Dharmajala?

Bunyinya seperti berikut.
1.Makanan ini adalah pemberian dari seluruh jagat raya,bumi, langit dan
semua kerja keras.
Makna dari perenungan pertama bahwa untuk menghadirkan sepiring nasi yang
kita makan melibatkan seluruh alam semesta dengan banyak penderitaan.
Bayangkanlah untuk memproses nasi dan sayur yang kita makan berapa lama
waktu dan yang dibutuhkan. Dalam sepiring nasi terlihat kehadiran
petani,pabrik pupuk,pedagang,orang yang memasak,sinar matahari,tanah,air
dan sebagainya. Tampa unsur –unsur tersebut tidak mungkin makanan
dihadirkan.

2. Semoga kita makan dengan baik sehingga kita pantas menerima makanan
ini.
Makna dari perenungan ini bahwa untuk pantas menerima makanan ini, kita
harus makan dengan penuh kesadaran. Kacang panjang,tahu yang kita makan
dihadirkan dengan banyak proses dan kerja keras. Adalah sangat
menyedihkan kalau kita tidak melihatnya sebagai sebuah keajaiban hidup.
Dengan makan penuh kesadaran membuat kita bisa melihat betapa indahnya
makanan tersebut. Makan tersebut ada disini untuk kita, maka kitapun
harus ada disana untuk makanan tersebut. Ini baru adil. Makan dengan
penuh kesadaran menjadikan kita pantas terhadap langit dan bumi.

3. Mewaspadai kecenderungan kita untuk melakukan hal - hal negative dan
tidak membiarkan hal - hal tersebut membawa kita.
Makna dari perenungan ini adalah agar kita mengambil makan secukupnya dan
makan dengan lembut. Tidak membiarkan napsu keserahkan hadir dalam diri
kita. Kita makan untuk kesehatan kita.

4. Kwalitas makanan kita. Kita hanya makan makanan yang baik bagi tubuh
kita dan membawa kasih sayang bagi tubuh kita.
Maknanya kita hanya mengkonsumsi makanan  yang baik bagi kesehatan tubuh.
Tidak mengkonsumsi makanan yang membawa racun kedalam tubuh kita. Karena
tubuh ini bukan milik kita sendiri tapi milik leluhur kita,anak dan cucu
kita. Kita harus menjaga merawatnya.

5. Kita menerima makanan ini untuk menyadari bahwa hidup kita harus
berguna bagi yang lain.
Maknanya makanan yang dihadirkan dengan seluruh jagat raya dan banyak
penderitaan telah dihadirkan untuk kita,maka kita harus berjanji agar
hidup kita berarti bagi diri kita,orang lain dan lingkungan.

Setelah selesai melakukan perenungan, kami makan dengan penuh kesadaran.
Makan dengan penuh kesadaran sambil memandang rekan-rekan yang lain dalam
suasana kekeluargaan menjadi sangat berarti.

Setelah selesai makan kami mendapatkan informasi dari panitia bahwa
kepala Vihara Avalokitesvara Graha yaitu suhu Nyanamaitri ingin
menyampaikan sesuatu. Kami dikumpulkan panitia di lantai 3. Sebagai
kepala vihara, Suhu Nyanamaitri menyampaikan pamit karena akan ke Lampung
untuk mengikuti Waisak. Pesan lain yang disampaikan ke kami yaitu kami
mempunyai karma yang baik karena bisa mengikuti latihan meditasi
vipassana ini. Orang yang mempunya tekat yang besar baru bisa berhasil
dalam meditasi. Kami diminta untuk mengembangkan tekat tersebut.

Bersambung........................

 

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Beyond belief Woman and spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke