ENERGI MENCIPTAKAN DISIPLINNYA SENDIRI

Pencarian realitas membutuhkan energi hebat; dan jika manusia tidak
melakukannya, ia menghamburkan energinya untuk hal-hal yang
menghasilkan kerusakan, dan oleh karena itu masyarakat harus
mengendalikannya. Nah, mungkinkah membebaskan energi dalam pencarian
Tuhan atau kebenaran dan, dalam proses menemukan apa yang benar,
menjadi warga masyarakat yang memahami masalah-masalah mendasar dari
kehidupan dan tak dapat dihancurkan oleh masyarakat?

Begini, manusia adalah energi, dan jika manusia tidak mencari
kebenaran, energi ini menjadi destruktif; oleh karena itu masyarakat
mengendalikan dan membentuk si individu, yang mencekik energi ini ...
Dan mungkin Anda melihat fakta lain yang menarik dan amat sederhana:
pada saat Anda sungguh-sungguh ingin melakukan sesuatu, Anda punya
energi untuk melakukannya. ... Energi itu sendiri menjadi alat untuk
mengendalikan dirinya sendiri, jadi Anda tidak memerlukan disiplin
dari luar. Orang yang mencari realitas dengan spontan menjadi warga
masyarakat yang baik, yang bukan mengikuti pola masyarakat atau
pemerintah apa pun.


===================================
HUDOYO:

Maksud tulisan di atas ialah, bila Anda berada dalam kesadaran-penuh,
Anda tidak membutuhkan disiplin apa pun dari luar (aturan etika,
etiket, hukum, undang-undang, aturan agama dsb). Itu bukan berarti
hidup sembarangan mengumbar nafsu, melainkan justru hidup yang sangat
tertib tanpa aturan dari luar, karena kesadaran-penuh itu sendiri
menciptakan disiplinnya sendiri.




** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Beyond belief Religion and spirituality Woman and spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke