Kompas, Selasa, 06 Juni 2006
Selamat Datang di Kota Polusi Bernama Jakarta
Gubernur Sutiyoso terlihat kaget saat mendengar enam billboard bertuliskan "Selamat Datang di Kota Polusi" akan dipasang di enam tempat di lima wilayah di Jakarta.
Apalagi ketika ia mengetahui yang memasang baliho-baliho itu justru Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLHD) DKI yang tak lain adalah bagian dari Pemerintah Provinsi DKI.
"BPLHD? Saya belum tahu itu," ujar Sutiyoso menanggapi pertanyaan wartawan di Balai Kota DKI, Senin (5/6).
Baliho "Selamat Datang di Kota Polusi" bergambar patung selamat datang (terdiri dari satu pria dan satu wanita) yang masing-masing tangan kiri menutup hidung. Sementara tangan kanan diangkat ke atas.
Pada sisi kanan sudut baliho (tepat di atas gambar patung wanita) tertulis "Selamat datang di kota polusi. Rawat dan uji emisi kendaraan Anda secara teratur.
Keenam baliho "Selamat Datang di Kota Polusi" itu memang dipasang oleh BPLHD DKI. Bahkan peluncurannya dilakukan oleh Kepala BPLHD DKI Kosasih Wirahadikusumah dan disaksikan sejumlah pejabat terkait di lingkungan Pemprov DKI bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup, Senin kemarin.
Pemasangan baliho secara simbolis dilakukan Kosasih di Kantor BPLHD DKI di Jalan Casablanca Kav 1 Kuningan, Jakarta Selatan. Selain di Kuningan, baliho-baliho itu akan dipasang di Senen (Jakpus), Pluit (Jakut), Kedoya (Jakbar), Bungur atau di Jalan Iskandardinata (Jaksel), dan Kalimalang (Jaktim).
Pemasangan baliho itu dilakukan atas kerja sama antara BPLHD DKI, Institut Studi Transportasi (Instran), Generasi Peduli Udara Bersih (GPBU), dan Bajing-Swisscontact (Bajaj Initiative for Natural Gas).
Pencemaran tinggi
Pemasangan baliho itu untuk mengingatkan semua pihak bahwa kualitas udara Jakarta tidak sehat. Tahun 2004, misalnya, kualitas udara di Jakarta menunjukkan indikasi makin buruk. Dari 365 hari dalam setahun, hanya 51 hari atau 16 persen yang menunjukkan kategori baik. Selebihnya termasuk kategori sedang dan tidak sehat. Kondisi kualitas udara itu menunjukkan kualitas lebih buruk dibandingkan tahun 2000.
Bahan pencemar diperkirakan paling besar dari kendaraan bermotor yang menghasilkan emisi nitrogen dioksida (NO2) sebanyak 43.170,98 ton per tahun; hidrokarbon (HC) 33.875,98 ton per tahun; karbon monoksida (CO) 706.123,10 ton per tahun; dan karbon dioksida (CO2) sebesar 11.770,960 ton per tahun.
Campaign Program Officer Clean Air Project dari Swisscontact Damantoro mengatakan, karena kondisi udara Jakarta masih jauh dari memadai perlu dilakukan pendekatan baru dalam upaya pengendalian polusi.
Kepala BPLHD DKI Kosasih Wirahadikusumah berharap, pemasangan baliho itu bisa memunculkan kesadaran kolektif untuk bahu-membahu mewujudkan udara bersih di Jakarta. Karena itu, Sutiyoso tak perlu risau bahwa Jakarta memang kota terpolusi sehingga harus disadari untuk diperbaiki. (PINgkan e dundu)

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Beyond belief Woman and spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke