Kompas, Jumat, 23 Juni 2006
LH Usut Banjir Sulsel
Waspadai 238 Titik di Luar Papua dan Kalimantan
Jakarta, Kompas - Kementerian Negara Lingkungan Hidup atau LH sedang menginventarisir kerusakan lingkungan yang menyebabkan banjir dan longsor yang melanda lima kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan. Dari hasil penelusuran akan diketahui pihak mana yang harus bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan itu.
"Kami akan membuka apa sebenarnya yang sedang terjadi, dan akan mencari siapa yang merusak hutan di bagian atas sehingga mengakibatkan banjir dan longsor. Pelakunya akan diajukan ke pengadilan," kata Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar kepada wartawan di Jakarta, Kamis (22/6).
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Sulawesi-Maluku-Papua, Ilyas Asaad, memastikan bencana banjir dan longsor di Sulawesi Selatan dipicu oleh penggundulan hutan di kawasan pegunungan Lompobattang. "Penyebabnya sudah pasti penggundulan hutan," kata Ilyas.
Ilyas menjelaskan, bencana banjir di Sulawesi Selatan terjadi pada lima kabupaten, yaitu Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, dan Luwu Utara. Banjir disertai longsor terjadi di Kabupaten Sinjai bagian utara yang berbatasan dengan kawasan wisata Malino, Kabupaten Gowa.
Menurut Ilyas, banjir di Luwu Utara sudah menjadi rutin setiap musim hujan. Itu terjadi akibat kerusakan hutan di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Rongkong. "Di sana memang parah kerusakannya karena pernah beroperasi sebuah perusahaan pemegang HPH," ungkap Ilyas.
Sedang banjir pada empat kabupaten lainnya di pesisir selatan Sulawesi Selatan, menurut Ilyas, merupakan kejadian pertama. "Itu artinya kerusakan hutan di atasnya juga sudah parah. Kondisi ini perlu diwaspadai karena sekali terjadi banjir biasanya akan berulang setiap musim hujan."
Waspadai daerah Lain
Di Jakarta, Menteri Kehutanan (Menhut) MS Kaban mengingatkan masyarakat bahwa sejumlah daerah di Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Sulawesi, dan Pulau Maluku akan menyusul mengalami bencana banjir dan longsor sebagaimana terjadi di Kabupaten Sinjai, Sulsel, yang merengut jiwa lebih dari 100 orang. Total daerah yang bakal mengalami musibah yang sama, menurut hitungan Departemen Kehutanan (Dephut) mencapai 238 daerah.
"Kondisi hutan yang masih bagus hanya ada di Papua dan Kalimantan. Pulau Sulawesi, Maluku, Jawa, dan Sumatera rawan. Jadi kalau ada hujan tiga jam di daerah-daerah yang rawan itu, bencana Sinjai akan terjadi di daerah-daerah itu," ujar Kaban.
Selain di Kalimantan dan Papua, Kaban menjelaskan, tutupan wilayah hutannya kurang dari batas minimal 30 persen. Selain karena batas minimal wilayah tutupan hutan, hal lain yang menjadi pemicu parahnya bencana banjir dan longsor adalah kemiringan, curah hujan, dan jenis tanah suatu wilayah. Di Jawa tutupan wilayah hutan, sangat kritis, hanya 16 persen. Sedang luas hutan di Indonesia yang kini rusak 59 juta hektar, dan degradasi hutan 2 juta ha/tahun. Padahal, kecepatan menanam/tahun cuma 600.000 ha. (INU/HAR/LAM)


Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail Beta. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Beyond belief Woman and spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke