|
69. Hormat kepada Orang Tua Para bhikkhu, keluarga berdiam dengan Brahma bila di rumah mereka orang tua dihormati oleh anak-anaknya. Keluarga itu berdiam dengan guru-guru kuno bila di rumah mereka orang tua dihormati oleh anak-anaknya. Keluarga itu berdiam dengan dewa-dewa kuno bila di rumah mereka orang tua dihormati oleh anak-anaknya. Keluarga itu berdiam dengan mereka yang pantas dipuja bila di rumah mereka orang tua dihormati oleh anak-anaknya.(44) Para bhikkhu, "Brahma" adalah istilah untuk ayah dan ibu. "Guru-guru awal" adalah istilah untuk ayah dan ibu. "Dewa-dewa awal" adalah istilah untuk ayah dan ibu. "Mereka yang pantas dipuja" adalah istilah untuk ayah dan ibu. Mengapa? Orang tua amat banyak membantu anak-anaknya, mereka membesarkan anak-anaknya memberi makan dan menunjukkan dunia kepada anak-anaknya. (IV, 63) 44 Orang tua dikatakan sama dengan guru-guru kuno dan dewa-dewa kuno (pubbacariya, pubbadevata) karena mereka adalah guru pertama dan pembimbing spiritual pertama bagi anak-anaknya. Mereka yang "pantas dipuja" adalah para suci. ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|
